Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Masjid Al Aqsa Kembali Disorot, Fakta Kiblat Pertama Umat Islam hingga Konflik Zionis Israel Jadi Perhatian Dunia

Divka Vance Yandriana • Selasa, 26 Mei 2026 | 17:56 WIB
Sejarah Masjid Al Aqsa kembali disorot, dari kiblat pertama umat Islam hingga konflik Zionis Israel di Palestina.
Sejarah Masjid Al Aqsa kembali disorot, dari kiblat pertama umat Islam hingga konflik Zionis Israel di Palestina.

JAKARTA - Masjid Al Aqsa kembali menjadi perhatian dunia karena nilai sejarah dan kesuciannya bagi umat Islam. Berada di Kota Al-Quds atau Yerusalem, Palestina, Masjid Al Aqsa bukan hanya kiblat pertama umat Islam, tetapi juga lokasi penting peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang kini terus dibayangi konflik Zionis Israel.

Masjid Al Aqsa merupakan satu dari tiga masjid suci dalam Islam selain Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kompleks suci ini memiliki luas sekitar 144 ribu meter persegi dan menyimpan berbagai bangunan bersejarah yang menjadi simbol penting peradaban Islam selama berabad-abad.

Keutamaan Masjid Al Aqsa disebut langsung dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam perjalanan Isra Mikraj, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram menuju Masjid Al Aqsa sebelum naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu.

Baca Juga: Review TECNO POVA 7 Ultra 5G: HP 4 Jutaan Super Kencang dengan Kamera 4K dan Baterai 6000 mAh, Benarkah Jadi All Rounder Terbaik?

Masjid Al Aqsa Jadi Kiblat Pertama Umat Islam

Masjid Al Aqsa memiliki kedudukan penting dalam sejarah Islam karena menjadi kiblat pertama umat Muslim sebelum arah salat dipindahkan ke Ka’bah di Makkah.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Abu Dzar pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai masjid pertama yang dibangun di muka bumi. Nabi menjawab Masjidil Haram, lalu disusul Masjid Al Aqsa dengan jarak pembangunan sekitar 40 tahun.

Sebelum hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW dan para sahabat melaksanakan salat menghadap Masjid Al Aqsa. Arah kiblat itu berlangsung sekitar 17 bulan hingga turun perintah Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 144 yang memindahkan kiblat ke Masjidil Haram.

Baca Juga: Nogo Dino Jawa Masih Dicari Banyak Orang, Ternyata Ini Makna, Fungsi, dan Filosofi yang Tersimpan dalam Primbon Jawa

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa,” demikian bunyi Surah Al Isra ayat 1 yang menjelaskan perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Masjid Al Aqsa juga diyakini sebagai lokasi Rasulullah SAW memulai perjalanan Mikraj menuju langit ketujuh. Peristiwa besar itu menjadikan Al Aqsa memiliki nilai spiritual sangat tinggi bagi umat Islam di seluruh dunia.

Kompleks Masjid Al Aqsa Simpan Banyak Bangunan Bersejarah

Banyak masyarakat mengira Masjid Al Aqsa hanya bangunan berkubah emas. Padahal, seluruh area di dalam tembok kompleks suci seluas 144 ribu meter persegi merupakan bagian dari Masjid Al Aqsa.

Baca Juga: Poco F7 Ultra Resmi Jadi HP Flagship Rp10 Juta, Snapdragon 8 Elite & Kamera 50MP Bikin Geger Pasar!

Di dalam kawasan tersebut terdapat beberapa bangunan penting seperti Masjid Qibli, Kubah As-Sakhrah atau Dome of The Rock, Masjid Al Buraq, hingga Mushala Marwani.

Masjid Qibli berada di sisi selatan kompleks dan menjadi lokasi utama salat berjamaah. Bangunan itu memiliki luas sekitar 4.500 meter persegi dan mampu menampung sekitar 5.500 jamaah.

Sementara Kubah As-Sakhrah menjadi ikon paling terkenal di Al Aqsa karena kubah emasnya yang mencolok. Bangunan peninggalan Dinasti Umayyah itu memiliki diameter sekitar 20 meter dan diyakini berdiri di atas batu tempat Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan Mikraj.

Selain itu, terdapat Masjid Al Buraq yang diyakini menjadi tempat Rasulullah SAW menambatkan Buraq saat Isra Mikraj. Lokasi ini berada di dekat tembok barat kompleks Al Aqsa yang kini kerap memicu konflik dengan Zionis Israel.

Kompleks Masjid Al Aqsa juga memiliki 15 gerbang, beberapa kubah bersejarah, serta 25 sumur air yang sebagian masih digunakan hingga sekarang.

Konflik Zionis Israel Terus Bayangi Kesucian Al Aqsa

Masjid Al Aqsa hingga kini menjadi pusat konflik berkepanjangan di Palestina. Zionis Israel kerap melakukan pembatasan akses, blokade gerbang, hingga tindakan represif di kawasan suci tersebut.

Beberapa gerbang penting seperti Gerbang Ar Rahmah dan Gerbang Nabi dilaporkan ditutup permanen oleh pihak Israel. Zionis juga mengklaim sebagian tembok barat Al Aqsa sebagai Tembok Ratapan yang dianggap bagian dari Haikal Sulaiman.

Situasi itu membuat Al Aqsa menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina mempertahankan identitas dan tanah suci mereka. Ketegangan di kawasan ini sering memicu perhatian internasional karena menyangkut situs suci tiga agama besar dunia.

Meski terus berada dalam tekanan konflik, Masjid Al Aqsa tetap menjadi pusat ibadah dan simbol spiritual umat Islam. Ribuan jamaah masih datang untuk salat dan menjaga keberadaan salah satu masjid paling bersejarah dalam peradaban Islam tersebut.

Masjid Al Aqsa tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menjadi lambang keteguhan iman umat Islam di tengah konflik yang belum berakhir hingga saat ini.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Masjid Al Aqsa #kiblat pertama umat Islam #palestina