JAKARTA - Masjid Al Aqsa menjadi salah satu tempat paling suci dalam sejarah Islam karena diyakini sebagai lokasi Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus kiblat pertama umat Muslim sebelum dipindahkan ke Ka’bah di Makkah. Kompleks suci di Kota Yerusalem atau Al-Quds itu juga disebut sebagai masjid tertua kedua di dunia setelah Masjidil Haram.
Keberadaan Masjid Al Aqsa terus menjadi perhatian umat Islam dunia karena nilai sejarah, spiritualitas, dan konflik berkepanjangan di Palestina. Masjid yang berada di kawasan Baitul Maqdis itu menyimpan jejak panjang perkembangan Islam sejak masa Nabi Adam AS hingga kekhalifahan Islam.
Dalam sejarah Islam, Masjid Al Aqsa memiliki kedudukan istimewa karena menjadi lokasi penting perjalanan Isra Mikraj Rasulullah SAW sebelum menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT.
Masjid Al Aqsa Disebut Masjid Tertua Kedua di Dunia
Para ulama dan ahli sejarah Islam menyebut Masjid Al Aqsa sebagai masjid tertua kedua setelah Masjidil Haram di Makkah. Hal itu merujuk pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang dialog Nabi Muhammad SAW dengan sahabat Abu Dzar.
Dalam hadis tersebut, Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah mengenai masjid pertama yang dibangun di muka bumi. Nabi menjawab Masjidil Haram, lalu disusul Masjid Al Aqsa dengan jarak pembangunan sekitar 40 tahun.
Masjid Al Aqsa berada di Kota Yerusalem yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai Al-Quds. Nama Al Aqsa sendiri berarti “masjid terjauh” karena lokasinya paling jauh dari Masjidil Haram di Makkah.
Selain menjadi tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Al Aqsa juga diyakini sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW melaksanakan Isra Mikraj.
“Masjid Al Aqsa merupakan tempat Nabi Muhammad melakukan Mikraj menuju Sidratul Muntaha,” demikian penjelasan dalam kisah sejarah Islam tersebut.
Keutamaan Masjid Al Aqsa semakin besar karena tempat ini pernah menjadi arah kiblat umat Islam selama sekitar 17 bulan sebelum akhirnya dipindahkan ke Ka’bah di Makkah.
Umar Bin Khattab Bangun Cikal Bakal Kompleks Al Aqsa
Yerusalem sempat berada di bawah kekuasaan Romawi selama ratusan tahun sebelum akhirnya dibebaskan pasukan Muslim pada tahun 637 Masehi atau 17 Hijriah.
Saat itu, Khalifah Umar Bin Khattab menerima langsung penyerahan kunci Kota Al-Quds. Setelah memasuki kawasan Baitul Maqdis, Umar bersama pasukan Muslim membersihkan area suci yang sebelumnya dijadikan tempat pembuangan sampah.
Menurut kisah sejarah, lokasi tersebut memiliki arti penting bagi umat Islam dan Yahudi karena diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW melaksanakan Isra Mikraj.
Umar Bin Khattab kemudian mendirikan sebuah masjid sederhana bernama Masjid Kodim. Bangunan itu menjadi cikal bakal berdirinya Kompleks Masjid Al Aqsa yang dikenal hingga saat ini.
Pada masa Dinasti Umayyah, pembangunan dilanjutkan dengan mendirikan Kubah Batu atau Dome of The Rock pada tahun 691 Masehi. Bangunan berkubah emas itu kini menjadi ikon paling terkenal di kawasan Al Aqsa.
Kubah Batu dibangun di atas batu sahrah yang dipercaya sebagai tempat Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan Mikraj menuju langit ketujuh.
Kompleks Al Aqsa Simpan Banyak Bangunan Bersejarah
Masjid Al Aqsa bukan hanya satu bangunan berkubah emas seperti yang banyak dipahami masyarakat. Kompleks suci itu terdiri dari berbagai bangunan dan area ibadah yang dikelilingi tembok besar dari empat arah mata angin.
Di dalamnya terdapat Masjid Kodim, Kubah Batu, hingga Masjid Buraq yang dipercaya menjadi tempat Rasulullah SAW menambatkan Buraq saat Isra Mikraj.
Masjid Buraq terletak berdekatan dengan Masjid Kodim dan menjadi salah satu lokasi penting dalam sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Selama ribuan tahun, kawasan Al Aqsa juga menjadi saksi perkembangan tiga agama besar dunia, yakni Islam, Yahudi, dan Nasrani. Karena itu, wilayah ini terus menjadi perhatian internasional hingga sekarang.
Meski berada di tengah konflik Palestina dan Israel, Masjid Al Aqsa tetap menjadi simbol spiritual umat Islam di seluruh dunia. Ribuan jamaah terus mendatangi kawasan suci tersebut untuk beribadah dan menjaga warisan sejarah Islam yang sangat penting.
Masjid Al Aqsa bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi lambang keteguhan iman dan perjalanan panjang peradaban Islam yang terus hidup hingga kini.
Editor : Divka Vance Yandriana