JAKARTA - Masjid Al-Aqsa kembali menjadi perhatian setelah sejumlah ulama dan pendakwah membahas sejarah Masjid Al-Aqsa, keutamaannya dalam Islam, hingga kondisi Palestina saat ini. Dalam ceramah yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa banyak umat Islam masih minim memahami nilai penting Masjid Al-Aqsa sehingga kurang menghubungkan doa dan kepedulian mereka terhadap Palestina.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tempat ini juga menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke Ka’bah di Makkah. Selain memiliki sejarah panjang sejak zaman para nabi, Masjid Al-Aqsa disebut memiliki banyak keutamaan yang jarang diketahui umat Muslim.
Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa kondisi Palestina memang masih berada dalam konflik dan penjajahan Israel. Namun aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa, mulai dari berdagang, bersekolah, hingga beribadah. Karena itu, umat Islam diminta tidak hanya membantu lewat doa, tetapi juga dukungan moral dan materi.
Baca Juga: Vivo V50 Resmi Hadir, Bawa Baterai 6000 mAh dan Desain Baru, Tapi Benarkah Lebih Baik dari Vivo V40?
Sejarah Masjid Al-Aqsa dan Hubungannya dengan Palestina
Masjid Al-Aqsa berada di kota Al-Quds atau Yerusalem, wilayah yang sejak ribuan tahun menjadi pusat peradaban dan perebutan kekuasaan. Dalam sejarah Islam, kawasan ini diyakini telah disucikan sejak masa Nabi Adam AS, kemudian diperbaiki dan direnovasi oleh Nabi Ibrahim AS hingga Nabi Sulaiman AS.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Abu Dzar RA pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang masjid pertama yang dibangun di bumi. Rasulullah menjawab Masjidil Haram, kemudian Masjid Al-Aqsa dengan jarak pembangunan sekitar 40 tahun.
Nama “Al-Aqsa” sendiri berarti “yang jauh”. Pada masa Rasulullah SAW, perjalanan dari Makkah menuju Masjid Al-Aqsa disebut membutuhkan waktu hingga satu bulan dengan kendaraan tercepat kala itu.
Selain menjadi tempat Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Masjid Al-Aqsa juga disebut sebagai salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi secara khusus untuk ibadah. Dua lainnya ialah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Dalam ceramah tersebut juga dijelaskan bahwa penduduk asli Palestina berasal dari suku Kan’an dan Finiki yang telah tinggal di wilayah itu jauh sebelum kedatangan bangsa Yahudi pada masa Nabi Musa AS.
Keutamaan Masjid Al-Aqsa dalam Islam
Keutamaan Masjid Al-Aqsa menjadi salah satu poin utama yang disorot. Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW menyebut pahala salat di Masjid Al-Aqsa lebih besar dibanding masjid biasa.
Terdapat beberapa riwayat mengenai besaran pahala tersebut. Sebagian hadis menyebut pahala salat di Masjid Al-Aqsa setara 250 kali lipat dibanding masjid biasa. Riwayat lain menyebut nilainya mencapai 1.000 kali lipat.
Selain itu, Nabi Sulaiman AS disebut pernah memohon kepada Allah SWT agar siapa pun yang datang ke Masjid Al-Aqsa untuk salat akan diampuni dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan.
“Tidak ada orang yang datang salat di Masjid Al-Aqsa kecuali ia kembali bersih dari dosa,” demikian isi hadis yang dikutip dalam ceramah tersebut.
Keutamaan lain ialah anjuran membantu Masjid Al-Aqsa, bahkan jika tidak mampu datang langsung. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebut umat Islam minimal dapat membantu dengan menyumbang minyak untuk penerangan masjid.
Hal itu menunjukkan besarnya perhatian Islam terhadap keberlangsungan Masjid Al-Aqsa dan kawasan Baitul Maqdis.
Umat Islam Disebut Tidak Perlu Takut Berkunjung
Dalam ceramah itu juga dijelaskan bahwa umat Islam tidak perlu takut mengunjungi Palestina dan Masjid Al-Aqsa. Disebutkan bahwa wisatawan dan peziarah Muslim masih dapat masuk untuk beribadah meski wilayah tersebut berada dalam konflik.
Rombongan jamaah asal Indonesia yang datang ke Masjid Al-Aqsa disebut mendapat sambutan hangat dari warga Palestina. Kehadiran umat Islam dari berbagai negara dianggap mampu menguatkan mental dan semangat warga setempat.
“Semakin banyak Muslim datang, semakin kuat semangat mereka mempertahankan Masjid Al-Aqsa,” ujar penceramah tersebut.
Ia juga mencontohkan Turki yang disebut rutin mengirim ribuan warga Muslim ke Masjid Al-Aqsa setiap pekan melalui penerbangan khusus.
Selain beribadah, pengunjung juga disebut dapat membantu masyarakat Palestina secara langsung, termasuk anak yatim dan keluarga korban konflik. Di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa terdapat berbagai lembaga resmi Palestina yang menerima donasi untuk pemeliharaan masjid dan bantuan sosial warga.
Masjid Al-Aqsa hingga kini tetap menjadi simbol perjuangan, sejarah, dan persatuan umat Islam. Konflik Palestina-Israel yang masih berlangsung membuat kawasan tersebut terus menjadi perhatian dunia internasional.
Editor : Divka Vance Yandriana