JAKARTA - Masjid Al-Aqsa menjadi salah satu tempat paling suci bagi umat Islam karena memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Masjid Al-Aqsa juga tercatat sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah.
Masjid Al-Aqsa yang berada di Kota Yerusalem atau Al-Quds merupakan situs suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dalam sejarah Islam, tempat ini diyakini sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW melaksanakan perjalanan Isra Mi’raj untuk menerima perintah salat lima waktu.
Para ulama dan ahli sejarah Islam menyebut Masjid Al-Aqsa sebagai masjid tertua kedua di muka bumi setelah Masjidil Haram. Hal itu merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dzar mengenai pembangunan dua masjid suci tersebut dengan selisih waktu 40 tahun.
Masjid Al-Aqsa Jadi Kiblat Pertama Umat Islam
Dalam sejarah Islam, Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan penting karena pernah menjadi arah kiblat umat Islam selama kurang lebih 17 bulan. Setelah Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu, umat Islam awalnya menghadap ke Baitul Maqdis sebelum kiblat dipindahkan ke Ka’bah di Mekkah.
Nama Al-Aqsa sendiri memiliki arti “masjid terjauh”. Penamaan itu merujuk pada letaknya yang jauh dari Masjidil Haram di Mekkah. Selain menjadi tempat ibadah, kawasan tersebut juga diyakini sebagai lokasi perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Salah satu hadis yang populer menyebut Abu Dzar pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai masjid pertama yang dibangun di muka bumi. Nabi menjawab Masjidil Haram, lalu disusul Masjid Al-Aqsa dengan jarak pembangunan sekitar 40 tahun.
“Masjid apa yang pertama kali dibangun di muka bumi? Rasulullah menjawab Masjidil Haram, kemudian Masjid Al-Aqsa,” demikian isi riwayat hadis tersebut.
Keistimewaan Masjid Al-Aqsa membuat kawasan itu menjadi simbol penting bagi umat Islam hingga saat ini. Selain nilai spiritual, tempat tersebut juga memiliki nilai sejarah besar dalam perkembangan peradaban Islam di Timur Tengah.
Umar Bin Khattab Pernah Membersihkan Baitul Maqdis
Yerusalem sempat berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi selama ratusan tahun sebelum akhirnya dikuasai pasukan Muslim pada tahun ke-17 Hijriah atau sekitar 637 Masehi. Penyerahan Kota Al-Quds dilakukan langsung kepada Khalifah Umar Bin Khattab.
Dalam riwayat sejarah Islam disebutkan Umar Bin Khattab menerima langsung kunci Kota Yerusalem. Setelah memasuki kawasan Baitul Maqdis, Umar bersama pasukan Muslim membersihkan area tersebut yang sebelumnya dijadikan tempat pembuangan sampah.
Peristiwa itu menjadi salah satu tonggak penting berdirinya kompleks Masjid Al-Aqsa. Umar Bin Khattab kemudian mendirikan sebuah masjid sederhana bernama Masjid Qadim yang menjadi cikal bakal kawasan suci tersebut.
Pada masa Dinasti Umayyah, pembangunan dilanjutkan dengan mendirikan Kubah Batu atau Dome of the Rock pada tahun 691 Masehi atau 72 Hijriah. Bangunan berkubah emas itu kini menjadi ikon paling terkenal dari kompleks Masjid Al-Aqsa.
Disebut Kubah Batu karena di dalamnya terdapat batu atau sakhrah yang diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan Mi’raj menuju langit.
Kompleks Masjid Al-Aqsa Jadi Simbol Tiga Agama Besar
Masjid Al-Aqsa sebenarnya bukan hanya satu bangunan masjid, melainkan sebuah kompleks besar yang dikelilingi tembok dari empat penjuru mata angin. Di dalamnya terdapat sejumlah bangunan bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan spiritual umat Islam.
Selain Masjid Qadim dan Kubah Batu, terdapat pula Masjid Buraq yang dipercaya sebagai tempat Nabi Muhammad SAW menambatkan Buraq saat Isra Mi’raj. Kawasan ini juga memiliki nilai penting bagi agama Yahudi dan Nasrani.
Selama ribuan tahun, Masjid Al-Aqsa menjadi saksi perkembangan tiga agama besar dunia di kawasan Timur Tengah. Karena itu, wilayah Yerusalem hingga kini terus menjadi pusat perhatian internasional.
Saat ini kompleks Masjid Al-Aqsa berada dalam wilayah Palestina dan menjadi salah satu simbol perjuangan rakyat Palestina. Tempat suci tersebut juga terus dikunjungi umat Islam dari berbagai negara untuk beribadah dan mengenang perjalanan sejarah Islam.
Keberadaan Masjid Al-Aqsa tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga lambang persatuan dan spiritualitas umat Islam di seluruh dunia. Hingga kini, kisah Isra Mi’raj dan sejarah Baitul Maqdis tetap menjadi bagian penting dalam ajaran Islam.
Editor : Divka Vance Yandriana