Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Masjid Istiqlal, Simbol Kemerdekaan Indonesia yang Dibangun di Tengah Krisis dan Jadi Masjid Terbesar Asia Tenggara

Divka Vance Yandriana • Selasa, 26 Mei 2026 | 18:32 WIB
Sejarah Masjid Istiqlal, simbol kemerdekaan Indonesia yang dibangun sejak 1950 dan menjadi masjid terbesar Asia Tenggara.
Sejarah Masjid Istiqlal, simbol kemerdekaan Indonesia yang dibangun sejak 1950 dan menjadi masjid terbesar Asia Tenggara.

JAKARTA - Masjid Istiqlal menjadi simbol kemerdekaan Indonesia sekaligus salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara. Ide pembangunan Masjid Istiqlal muncul pada tahun 1950, hanya lima tahun setelah Indonesia merdeka, sebagai representasi rasa syukur bangsa kepada Tuhan atas kemerdekaan yang diraih.

Nama “Istiqlal” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti merdeka. Karena itu, pembangunan masjid ini tidak hanya dimaknai sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga lambang nasionalisme dan persatuan bangsa Indonesia pascakemerdekaan.

Gagasan pembangunan Masjid Istiqlal dicetuskan oleh sejumlah tokoh nasional dan tokoh Islam, di antaranya KH Wahid Hasyim serta Haji Anwar Cokroaminoto. Pembangunan masjid kemudian menjadi proyek besar nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Soekarno.

Baca Juga: ChatGPT Kini Bisa Kelola Rekening dan Investasi Pengguna, AI Tencent Mirip Jarvis hingga Claude Bantu Temukan Bitcoin Rp6 Miliar

Sayembara Masjid Istiqlal Dimenangkan Frederik Silaban

Lima tahun setelah ide pembangunan muncul, pemerintah mengadakan sayembara desain Masjid Istiqlal. Sayembara tersebut dimenangkan oleh arsitek Kristen Protestan asal Sumatera Utara, Frederik Silaban, melalui karya berjudul “Ketuhanan”.

Keputusan itu menjadi catatan sejarah tersendiri karena menunjukkan semangat toleransi dan kebangsaan Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Desain karya Frederik Silaban dinilai mampu merepresentasikan kemegahan sekaligus identitas nasional Indonesia.

Pada tahun 1961, Presiden Soekarno melakukan penanaman tiang pancang pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal. Namun proyek besar tersebut sempat terhambat akibat krisis ekonomi nasional dan situasi politik yang memanas menjelang peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Baca Juga: Apa Itu Nogo Dino Jawa? Tradisi Primbon yang Masih Dipertimbangkan untuk Pernikahan, Rumah, dan Perjalanan

Berakhirnya pemerintahan Presiden Soekarno juga membuat pembangunan masjid sempat berjalan lambat. Meski demikian, proyek tetap dilanjutkan pada era Presiden Soeharto hingga akhirnya Masjid Istiqlal resmi dibuka untuk umum pada 22 Februari 1978.

Masjid megah ini dibangun dengan biaya sekitar Rp7 miliar dan USD12 juta pada masa itu. Angka tersebut tergolong sangat besar dan menjadikan Istiqlal sebagai salah satu proyek monumental Indonesia.

Arsitektur Masjid Istiqlal Penuh Filosofi Islam dan Nasionalisme

Masjid Istiqlal memiliki desain arsitektur modern dengan dominasi beton dan baja. Salah satu ciri khas utamanya adalah kubah besar yang dikenal sebagai “Silaban Dome” atau Kubah Silaban.

Baca Juga: Infinix Hot 70 Pro Bikin Pesaing Ketar-Ketir, Layar AMOLED 144Hz dan Baterai 5.160 mAh Jadi Senjata Utama

Kubah tersebut bahkan diakui sebagai hak cipta karya arsiteknya karena memiliki desain yang unik dan ikonik. Selain kubah utama, Masjid Istiqlal juga memiliki menara tunggal setinggi 6.666 sentimeter atau sekitar 66,66 meter dengan diameter lima meter.

Arsitektur Masjid Istiqlal juga sarat makna filosofis. Bangunan utama masjid ditopang oleh 12 pilar besar yang melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.

Selain itu, masjid terdiri atas lima lantai yang menggambarkan lima waktu salat fardu dalam Islam. Konsep ruang terbuka juga sangat dominan sehingga memberikan kesan luas dan megah.

Masjid yang berdiri di pusat Kota Jakarta ini memiliki luas bangunan sekitar 2,5 hektare yang mencakup area taman, parkir, bangunan utama, hingga menara. Terdapat pula teras raksasa dengan luas mencapai 19.800 meter persegi.

Kemegahan dan kapasitasnya membuat Masjid Istiqlal sempat tercatat sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara pada awal abad ke-21.

Jadi Ikon Nasionalisme dan Wisata Religi Indonesia

Selain menjadi tempat ibadah umat Islam, Masjid Istiqlal kini berkembang menjadi destinasi wisata religi dan ikon nasional Indonesia. Lokasinya yang berada tepat di pusat ibu kota membuat masjid ini kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Masjid Istiqlal juga sering digunakan untuk kegiatan kenegaraan dan peringatan hari besar Islam. Kehadirannya menjadi simbol harmonisasi antara nilai keagamaan, kemerdekaan, dan persatuan bangsa Indonesia.

Keunikan lainnya, Masjid Istiqlal berdiri berseberangan dengan Gereja Katedral Jakarta. Posisi ini kerap dianggap sebagai simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Hingga kini, Masjid Istiqlal tetap menjadi salah satu kebanggaan nasional yang merepresentasikan semangat perjuangan dan identitas bangsa. Dari ide sederhana pascakemerdekaan, masjid ini tumbuh menjadi bangunan monumental yang dikenal dunia.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Sejarah Masjid Istiqlal #menjadi masjid terbesar Asia Tenggara #simbol kemerdekaan