JAKARTA - Masjid Nabawi menjadi salah satu masjid paling bersejarah dalam Islam karena dibangun langsung oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Dari bangunan sederhana berbahan tanah liat dan pelepah kurma, Masjid Nabawi kini berkembang menjadi salah satu masjid terbesar di dunia dengan kapasitas jutaan jemaah.
Sejarah Masjid Nabawi tidak bisa dipisahkan dari perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat saat menghadapi tekanan kaum Quraisy di Makkah. Setelah mengalami penyiksaan, pemboikotan ekonomi, hingga ancaman pembunuhan, Rasulullah akhirnya diperintahkan Allah SWT untuk berhijrah ke Madinah demi menyelamatkan dakwah Islam.
Hijrah tersebut menjadi titik awal lahirnya pusat peradaban Islam yang kemudian berkembang pesat melalui Masjid Nabawi.
Hijrah Nabi Muhammad Jadi Awal Berdirinya Masjid Nabawi
Sebelum hijrah, Rasulullah SAW kehilangan dua sosok penting dalam hidupnya, yakni Abu Thalib dan Khadijah RA. Situasi itu membuat tekanan kaum Quraisy terhadap umat Islam semakin keras.
Kaum Quraisy bahkan merencanakan pembunuhan Rasulullah SAW dengan melibatkan pemuda dari berbagai kabilah. Namun Allah SWT melindungi Nabi Muhammad melalui strategi hijrah yang disusun bersama para sahabat.
Ali bin Abi Thalib menggantikan Rasulullah tidur di tempat beliau untuk mengelabui kaum Quraisy, sementara Abu Bakar Ash-Shiddiq menemani perjalanan hijrah menuju Madinah.
Dalam perjalanan, Rasulullah dan Abu Bakar sempat bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari. Kaum Quraisy melakukan pencarian besar-besaran hingga ke mulut gua, tetapi mereka gagal menemukan Rasulullah karena Allah SWT melindungi beliau melalui sarang laba-laba dan burung yang membuat pengintai mengira gua tersebut kosong.
Setelah tiba di Madinah, Rasulullah SAW lebih dahulu singgah di Quba dan membangun Masjid Quba yang dikenal sebagai masjid pertama dalam Islam. Beberapa hari kemudian, beliau melanjutkan perjalanan menuju pusat Kota Madinah.
Kedatangan Rasulullah disambut meriah kaum Anshar dengan lantunan syair “Thala’al Badru Alaina” yang hingga kini masih dikenal umat Islam.
Lokasi Masjid Nabawi Dipilih Langsung oleh Allah SWT
Saat memasuki Madinah, Rasulullah SAW membiarkan untanya berjalan sendiri hingga berhenti di sebuah tanah milik dua anak yatim bernama Sahal dan Suhail.
“Biarkan ia berjalan karena ia mendapat perintah,” demikian sabda Rasulullah terkait untanya.
Tanah tersebut awalnya digunakan sebagai tempat pengeringan kurma dan terdapat beberapa kuburan musyrik. Kaum Anshar sempat menawarkan tanah itu secara gratis, tetapi Rasulullah menolak dan memilih membelinya melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.
Keputusan membeli tanah tersebut menunjukkan prinsip keadilan dalam Islam, yakni tidak mengambil hak orang lain tanpa ganti rugi yang layak.
Setelah tanah dibersihkan dan diratakan, Rasulullah bersama para sahabat mulai membangun Masjid Nabawi. Nabi Muhammad SAW ikut mengangkat batu dan bekerja bersama para sahabat sebagai bentuk keteladanan.
Masjid Nabawi awalnya dibangun dengan ukuran sekitar 35 x 30 meter atau seluas kurang lebih 1.050 meter persegi. Dindingnya terbuat dari batu dan tanah liat, sementara atapnya menggunakan pelepah kurma.
Meski sederhana, masjid tersebut langsung menjadi pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, dan pemerintahan Islam.
Raudhah dan Keutamaan Masjid Nabawi yang Mendunia
Masjid Nabawi kini dikenal sebagai salah satu masjid paling suci dalam Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Al Aqsa di Yerusalem.
Di dalam kompleks Masjid Nabawi terdapat Raudhah, area antara rumah Rasulullah SAW dan mimbar beliau yang disebut sebagai taman surga.
Rasulullah bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman surga.”
Pada awalnya, kiblat salat di Masjid Nabawi menghadap ke Masjid Al Aqsa di Palestina. Namun pada tahun kedua Hijriah turun wahyu Surah Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan perpindahan arah kiblat menuju Ka’bah di Makkah.
Seiring perkembangan Islam, Masjid Nabawi terus mengalami perluasan dari masa ke masa. Kini masjid tersebut mampu menampung sekitar dua juta jemaah dan menjadi tujuan utama umat Islam dari seluruh dunia.
Masjid Nabawi bukan sekadar bangunan megah, tetapi simbol perjuangan, persaudaraan, dan pusat lahirnya peradaban Islam yang pengaruhnya masih terasa hingga saat ini.
Editor : Divka Vance Yandriana