JAKARTA - Sejarah Kerajaan Majapahit menjadi salah satu kisah paling penting dalam perjalanan Nusantara. Kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang berdiri pada 1293 hingga 1527 itu pernah menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara melalui kekuatan maritim, perdagangan, dan diplomasi politik di era Hayam Wuruk serta Mahapatih Gajah Mada.
Majapahit dikenal sebagai kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-14. Kejayaan kerajaan ini ditopang jalur perdagangan rempah-rempah, armada laut kuat, serta Sumpah Palapa Gajah Mada yang bertekad mempersatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Namun di balik kejayaannya, sejarah Kerajaan Majapahit juga dipenuhi perang saudara, intrik politik, hingga kemunculan kerajaan Islam yang akhirnya mempercepat keruntuhannya.
Awal Berdirinya Kerajaan Majapahit Setelah Runtuhnya Singasari
Berdirinya Majapahit tidak bisa dilepaskan dari keruntuhan Kerajaan Singasari pada 1292. Saat itu, Raja Kertanegara tewas setelah diserang Jayakatwang, keturunan Kerajaan Kediri yang ingin membalas dendam atas kekalahan leluhurnya dalam Perang Ganter tahun 1222.
Raden Wijaya, menantu Kertanegara, berhasil melarikan diri dan meminta bantuan Arya Wiraraja di Madura. Dalam situasi itu, pasukan Mongol dari Dinasti Yuan yang dikirim Kubilai Khan tiba di Jawa untuk menghukum Kertanegara karena dianggap menghina utusan Tiongkok pada 1289.
Raden Wijaya memanfaatkan momentum tersebut dengan bekerja sama dengan pasukan Mongol untuk menyerang Jayakatwang. Setelah Jayakatwang kalah, Raden Wijaya justru berbalik menyerang pasukan Mongol hingga mereka mundur dari Jawa pada 1293.
Tahun yang sama, Raden Wijaya resmi mendirikan Kerajaan Majapahit dan dinobatkan sebagai raja pertama dengan gelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana. Nama Majapahit sendiri berasal dari buah maja yang rasanya pahit di wilayah hutan Tarik, Mojokerto, Jawa Timur.
Pada masa awal pemerintahannya, Majapahit menghadapi berbagai pemberontakan internal. Setelah Raden Wijaya wafat pada 1309, takhta diteruskan Jayanegara yang juga harus menghadapi pemberontakan besar seperti pemberontakan Ra Kuti pada 1319.
Dalam konflik itu, nama Gajah Mada mulai dikenal setelah berhasil menyelamatkan Jayanegara dengan bantuan pasukan Bhayangkara.
Masa Kejayaan Majapahit di Era Hayam Wuruk dan Gajah Mada
Puncak kejayaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang berkuasa dari 1350 hingga 1389. Pada periode ini, Gajah Mada menjabat sebagai Mahapatih setelah diangkat oleh Ratu Tribhuwana Tunggadewi pada 1336.
Saat pelantikannya, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang sangat terkenal dalam sejarah Nusantara. Ia bersumpah tidak akan menikmati kenikmatan dunia sebelum berhasil menyatukan wilayah Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Gajah Mada, wilayah pengaruh Majapahit meluas hingga Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, bahkan sebagian Filipina.
Kejayaan Majapahit juga didukung perdagangan internasional yang berkembang pesat. Jalur Selat Malaka menjadi pusat perdagangan penting yang menghubungkan Asia Timur, India, hingga Timur Tengah.
Selain ekspansi militer, Majapahit memperluas pengaruh melalui diplomasi dan kerja sama perdagangan dengan kerajaan luar seperti Siam, Campa, Kamboja, Vietnam, hingga Tiongkok.
Namun, masa kejayaan itu juga diwarnai tragedi besar, yakni Perang Bubat pada 1357. Konflik terjadi ketika rombongan Kerajaan Sunda datang ke Majapahit untuk pernikahan Dyah Pitaloka dengan Hayam Wuruk.
Situasi berubah setelah Gajah Mada menganggap Dyah Pitaloka sebagai bentuk penyerahan Sunda kepada Majapahit. Kerajaan Sunda menolak, hingga pecah pertempuran di Bubat yang menewaskan rombongan Sunda. Dyah Pitaloka kemudian memilih bunuh diri demi menjaga kehormatan kerajaan.
Peristiwa itu menjadi noda besar dalam sejarah Majapahit dan membuat posisi Gajah Mada mulai mendapat kritik di lingkungan istana.
Penyebab Keruntuhan Majapahit dan Munculnya Kesultanan Demak
Setelah Hayam Wuruk wafat pada 1389, Majapahit mulai mengalami kemunduran. Faktor terbesar penyebab runtuhnya Majapahit adalah perang saudara dan munculnya kerajaan Islam di Nusantara.
Perang Paregreg yang berlangsung pada 1404–1406 terjadi akibat perebutan takhta antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi, putra Hayam Wuruk dari selir. Konflik tersebut melemahkan ekonomi dan kekuatan politik Majapahit.
Banyak wilayah taklukan mulai melepaskan diri karena pusat kerajaan sibuk menghadapi konflik internal. Di sisi lain, Kesultanan Malaka tumbuh menjadi pusat perdagangan baru di Selat Malaka dengan dukungan Dinasti Ming dari Tiongkok.
Pengaruh Islam kemudian menyebar ke wilayah pesisir Sumatera dan Jawa. Kerajaan-kerajaan bawahan Majapahit mulai menjalin hubungan dagang dengan Malaka karena dianggap lebih menguntungkan.
Situasi semakin melemah setelah berdirinya Kesultanan Demak yang didirikan Raden Patah, tokoh yang disebut sebagai keturunan Raja Majapahit Brawijaya V.
Pada 1478, Majapahit terpecah menjadi dua pusat kekuasaan, yakni Trowulan dan Daha. Hingga akhirnya pada 1527, pasukan Demak berhasil menghancurkan Daha yang menjadi pusat terakhir Majapahit.
Meski runtuh, warisan Majapahit masih bertahan hingga kini melalui peninggalan seperti Gapura Bajang Ratu, Candi Tikus, Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca, hingga semboyan Bhinneka Tunggal Ika dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular.
Editor : Divka Vance Yandriana