JAKARTA - Arah rezeki menurut weton dalam primbon Jawa dipercaya bisa membantu seseorang memperoleh keuntungan lebih besar dalam usaha dan pekerjaan. Kepercayaan ini masih digunakan sebagian masyarakat Jawa, terutama pedagang, ojek online, hingga pelaku usaha keliling untuk menentukan arah terbaik mencari rezeki.
Dalam tradisi primbon Jawa, setiap weton kelahiran diyakini memiliki arah keberuntungan masing-masing. Jika seseorang bekerja atau membuka usaha sesuai arah rezekinya, maka dipercaya peluang memperoleh keuntungan akan semakin besar.
Konsep arah rezeki ini diwariskan turun-temurun dalam kitab primbon Jawa kuno. Meski tidak bersifat ilmiah, banyak masyarakat masih menjadikannya sebagai pedoman tambahan selain kerja keras dan doa.
“Apabila seseorang mampu menyelaraskan weton dengan arah rezekinya, kemungkinan memperoleh rezeki berlipat akan semakin besar,” demikian penjelasan yang beredar dalam pembahasan primbon Jawa.
Daftar Arah Rezeki Berdasarkan Weton Kelahiran
Menurut primbon Jawa, arah rezeki dibagi berdasarkan kombinasi hari dan pasaran weton. Arah tersebut dipercaya cocok untuk berdagang, mencari pelanggan, hingga membuka usaha baru.
Weton Minggu Wage, Minggu Kliwon, Minggu Pahing, Minggu Pon, Selasa Pon, Kamis Wage, Kamis Legi, Kamis Pon, dan Kamis Pahing dipercaya memiliki arah rezeki terbaik di timur dan barat.
Sementara arah timur dan utara disebut cocok untuk weton Senin Pon dan Rabu Kliwon. Adapun arah selatan dan utara dipercaya membawa keberuntungan bagi weton Senin Wage, Senin Legi, Senin Pahing, Selasa Wage, Selasa Legi, Selasa Pahing, serta Sabtu Pahing.
Untuk arah utara dan barat, primbon Jawa menyebut weton Rabu Wage, Rabu Pahing, dan Rabu Pon sebagai weton yang cocok mencari rezeki ke dua arah tersebut.
Sedangkan arah barat dan selatan disebut baik bagi weton Jumat Wage, Jumat Kliwon, Sabtu Kliwon, dan Sabtu Legi. Ada pula weton yang dipercaya hanya memiliki satu arah dominan, misalnya Jumat Legi, Jumat Pahing, dan Jumat Pon yang disebut cocok ke arah barat.
Dalam primbon Jawa, arah selatan dipercaya cocok bagi weton Sabtu Wage, sedangkan arah selatan dan timur cocok untuk weton Senin Kliwon, Selasa Kliwon, Kamis Kliwon, dan Sabtu Pon.
Waktu Mencari Rezeki Juga Disebut Berpengaruh
Selain arah rezeki berdasarkan weton, primbon Jawa juga mengenal waktu terbaik mencari rezeki menurut hari Masehi. Perhitungan ini dipercaya berlaku secara umum untuk semua orang.
Pada hari Minggu, rezeki dipercaya besar sejak pagi hingga menjelang siang, lalu mulai mengecil saat sore hari. Sementara Senin disebut memiliki rezeki kecil pada pagi hari dan membesar menjelang matahari terbenam.
Hari Selasa dipercaya lebih baik mencari rezeki ke arah timur pada pagi hari, lalu bergeser ke barat saat siang. Waktu terbaik disebut berada menjelang ashar.
Hal serupa juga berlaku pada Rabu dan Kamis. Menurut primbon Jawa, Kamis pagi disebut baik ke arah timur, sedangkan setelah ashar arah barat dianggap lebih menguntungkan.
Adapun hari Jumat dipercaya memiliki rezeki kecil di arah timur pada pagi hari, kemudian membesar di arah barat menjelang siang hingga sore. Sedangkan Sabtu disebut memiliki pola yang hampir sama, yakni kecil di timur dan membesar ke arah barat saat siang.
Dipercaya Sebagian Masyarakat, Namun Tetap Harus Disertai Ikhtiar
Kepercayaan mengenai arah rezeki weton masih banyak digunakan oleh masyarakat Jawa, khususnya mereka yang menjalankan usaha mandiri seperti pedagang kaki lima, nelayan, hingga pengemudi ojek online.
Namun, banyak tokoh budaya Jawa mengingatkan bahwa primbon hanyalah bentuk warisan budaya dan tidak boleh dijadikan keyakinan mutlak. Rezeki tetap diyakini berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
“Berikhtiar dengan bekerja keras, berdoa, pasrah, dan tawakal adalah sebuah keniscayaan bagi manusia,” demikian penutup dalam penjelasan primbon tersebut.
Karena itu, sebagian masyarakat menjadikan arah rezeki weton hanya sebagai motivasi dan penyemangat dalam bekerja. Tradisi ini juga dipandang sebagai bagian dari kekayaan budaya Jawa yang masih lestari hingga sekarang.
Editor : Divka Vance Yandriana