Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kisah Ken Arok dan Ken Dedes: Skandal Cinta Pendiri Kerajaan Singasari yang Penuh Pengkhianatan

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:30 WIB
Kisah Ken Arok dan Ken Dedes: Skandal Cinta Pendiri Kerajaan Singasari yang Penuh Pengkhianatan (Youtube. com)
Kisah Ken Arok dan Ken Dedes: Skandal Cinta Pendiri Kerajaan Singasari yang Penuh Pengkhianatan (Youtube. com)

BLITAR - Kisah Ken Arok dan Ken Dedes menjadi salah satu cerita paling terkenal dalam sejarah Jawa. Di balik berdirinya Kerajaan Singasari, tersimpan rangkaian peristiwa yang dipenuhi ambisi, pengkhianatan, pembunuhan, hingga perebutan kekuasaan. Cerita ini juga menjelaskan bagaimana Ken Arok akhirnya berhasil memperistri Ken Dedes setelah menyingkirkan Tunggul Ametung, penguasa Tumapel sekaligus suami Ken Dedes.

Menurut kisah yang dipaparkan Nadia Omara, Ken Arok kemudian diangkat menjadi Akuwu atau pemimpin Tumapel menggantikan Tunggul Ametung. Setelah memperoleh jabatan tersebut, ia segera menjalankan tujuan utamanya, yakni meminang Ken Dedes hingga akhirnya menjadi istrinya.

Hubungan Ken Arok dan Ken Dedes selama ini kerap dikenal sebagai awal lahirnya garis keturunan para raja besar di Pulau Jawa. Namun, di balik kisah tersebut terdapat berbagai skandal yang membuat perjalanan hidup keduanya menjadi salah satu cerita sejarah paling kontroversial.

Baca Juga: Terungkap Sejarah Kerajaan Singhasari: Kisah Berdarah Ken Arok, Keris Mpu Gandring, hingga Lahirnya Dinasti Rajasa yang Mengubah Nusantara

Awal Kehidupan Ken Arok

Menurut sejumlah catatan sejarah yang disampaikan dalam video, Ken Arok lahir pada tahun 1182 Masehi di Blitar, Jawa Timur. Ayahnya disebut bernama Gajah Para, seorang pembantu Adipati Tumapel, sedangkan ibunya adalah Ken Endok.

Namun, terdapat pula versi lain yang menyebut Ken Arok merupakan anak hasil hubungan di luar nikah antara Ken Endok dengan seorang bangsawan dari kalangan Brahmana.

Meski terdapat perbedaan mengenai asal-usulnya, seluruh sumber memiliki kesamaan bahwa Ken Arok dibuang di sebuah pemakaman umum sesaat setelah lahir karena sang ibu tidak mampu membesarkannya.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Ungkap Kehidupan Masyarakat yang Makmur, Pertanian Jadi Kunci Kejayaan Peradaban Jawa

Bayi itu kemudian ditemukan oleh seorang pencuri sekaligus penjudi bernama Lembong. Merasa iba, Lembong membawa pulang Ken Arok dan membesarkannya sebagai anak angkat.

Lingkungan tempat ia tumbuh membuat Ken Arok terbiasa berjudi sejak kecil. Saat beranjak dewasa, kebiasaan tersebut semakin menjadi hingga ia sering mencuri dan berutang kepada para bandar judi.

Karena terus menimbulkan masalah, Lembong akhirnya mengusir Ken Arok dari rumah.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Nusantara yang Jarang Dibahas, Kesultanan dan Kerajaan Lokal Ini Pernah Jadi Penguasa Berpengaruh di Zamannya

Bertemu Bango Samparan dan Lohgawe

Setelah meninggalkan rumah, Ken Arok bertemu dengan Bango Samparan. Mendengar kisah hidup Ken Arok, Bango Samparan mengajaknya tinggal bersama keluarganya.

Namun, kehidupan baru itu tidak mengubah kebiasaan Ken Arok. Justru keduanya sering berjudi bersama karena Bango Samparan memiliki hobi serupa.

Menariknya, Bango Samparan merasa selalu memperoleh keberuntungan setiap kali berjudi bersama Ken Arok. Hal itu membuatnya semakin menyayangi anak angkat tersebut.

Perhatian yang berlebihan memicu kecemburuan lima anak kandung Bango Samparan. Konflik keluarga pun muncul hingga akhirnya Ken Arok memilih pergi kembali.

Baca Juga: Terungkap! Sejarah Kerajaan Nusantara Menyimpan Kisah Perebutan Kekuasaan dan Diplomasi yang Mengubah Jalannya Peradaban

Dalam pengembaraan berikutnya, Ken Arok bertemu seorang Brahmana bernama Lohgawe yang disebut datang dari India untuk mencari titisan Dewa Wisnu.

Melihat Ken Arok, Lohgawe meyakini bahwa pemuda itu merupakan sosok yang dicarinya.

Pertemuan tersebut menjadi titik balik kehidupan Ken Arok. Lohgawe membimbingnya meninggalkan kebiasaan berjudi dan membantunya memperoleh pekerjaan sebagai pengawal Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung.

Baca Juga: Fakta Menarik Sejarah Kerajaan Nusantara, Kerajaan-Kerajaan Besar Ini Pernah Menguasai Perdagangan Asia Tenggara

Pertemuan Pertama dengan Ken Dedes

Saat bertugas sebagai pengawal, Ken Arok pertama kali melihat Ken Dedes dan langsung jatuh hati.

Namun, ia segera mengetahui bahwa perempuan itu merupakan istri Tunggul Ametung sehingga memilih memendam perasaannya.

Ken Dedes sendiri merupakan putri Mpu Purwa, seorang tokoh terpandang dari kalangan Brahmana. Selain berasal dari keluarga terhormat, ia dikenal memiliki paras cantik dan kecerdasan yang membuat namanya terkenal di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Baca Juga: Fakta Menarik Sejarah Kerajaan Nusantara, Kerajaan-Kerajaan Besar Ini Pernah Menguasai Perdagangan Asia Tenggara

Dalam Kitab Pararaton, kecantikannya bahkan digambarkan mampu mengalahkan sinar rembulan.

Kecantikan Ken Dedes akhirnya terdengar hingga ke telinga Tunggul Ametung. Karena penasaran, ia mendatangi kediaman Mpu Purwa di lereng Gunung Kawi.

Saat itu Mpu Purwa sedang berburu sehingga Tunggul Ametung hanya bertemu dengan Ken Dedes.

Ia langsung terpikat dan meminta Ken Dedes menjadi istrinya.

Namun, Ken Dedes meminta agar keputusan tersebut menunggu kepulangan ayahnya.

Baca Juga: Misteri Runtuhnya Kerajaan Majapahit: Dari Sumpah Gajah Mada, Kejayaan Hayam Wuruk, hingga Perang Saudara yang Menghancurkan Nusantara

Merasa tidak sabar, Tunggul Ametung akhirnya menculik Ken Dedes dan membawanya ke Tumapel sebelum menjadikannya sebagai permaisuri.

Meski akhirnya menikah, Ken Dedes dikisahkan tidak pernah benar-benar bahagia menjalani rumah tangganya.

Ramalan yang Mengubah Ambisi Ken Arok

Saat bertugas sebagai pengawal, Ken Arok menyaksikan sebuah kejadian yang membuatnya semakin terobsesi terhadap Ken Dedes.

Ketika Ken Dedes turun dari kereta, sebagian kain yang dikenakannya tersingkap. Ken Arok melihat bagian tubuh yang disebut memancarkan cahaya.

Peristiwa tersebut kemudian ditanyakan kepada Lohgawe.

Baca Juga: Kerajaan Majapahit Paling Terkenal karena Warisannya Masih Bertahan Hingga Kini, Dari Semboyan Negara hingga Situs Bersejarah

Menurut sang Brahmana, perempuan yang memiliki tanda tersebut dipercaya akan menjadi ibu para raja di tanah Jawa.

Ramalan itu membuat ambisi Ken Arok semakin besar. Ia mulai bertekad merebut Ken Dedes dari tangan Tunggul Ametung agar dirinya menjadi ayah dari para raja besar di Pulau Jawa.

Keris Empu Gandring dan Rencana Pembunuhan

Untuk mewujudkan ambisinya, Ken Arok mencari senjata yang dapat digunakan membunuh Tunggul Ametung.

Atas informasi Bango Samparan, ia menemui Empu Gandring, seorang pembuat keris yang dikenal memiliki kemampuan membuat pusaka sakti.

Empu Gandring menyanggupi permintaan itu, tetapi mengatakan keris baru selesai dalam waktu satu tahun.

Ken Arok meminta agar pengerjaan dipercepat menjadi lima bulan.

Baca Juga: Kerajaan Majapahit Paling Terkenal karena Kekuatan Ekonominya, Begini Cara Kerajaan Ini Menjadi Pusat Perdagangan Nusantara

Ketika kembali setelah lima bulan, keris tersebut ternyata belum selesai.

Tidak sabar menunggu, Ken Arok memaksa membawa pulang keris itu. Perselisihan pun terjadi hingga akhirnya Ken Arok merebut keris tersebut dan menusukkannya ke dada Empu Gandring.

Empu Gandring tewas di tempat, sementara Ken Arok membawa keris yang belum sepenuhnya selesai dibuat.

Menjebak Kebo Ijo dan Membunuh Tunggul Ametung

Setelah kembali ke Tumapel, Ken Arok menyusun rencana lain.

Ia memanfaatkan sifat Kebo Ijo, sesama pengawal yang gemar memamerkan barang miliknya.

Baca Juga: Terungkap! Sejarah Kerajaan Nusantara Menyimpan Kisah Perebutan Kekuasaan dan Diplomasi yang Mengubah Jalannya Peradaban

Ken Arok meminjamkan keris Empu Gandring kepada Kebo Ijo. Seperti yang diperkirakan, Kebo Ijo kemudian memamerkan keris tersebut kepada banyak orang hingga seluruh orang percaya bahwa pusaka itu memang miliknya.

Pada suatu malam, Ken Arok diam-diam mengambil kembali keris tersebut saat Kebo Ijo tertidur.

Ia kemudian menyelinap ke kamar Tunggul Ametung dan menusukkan keris itu hingga sang Akuwu tewas.

Keesokan harinya, seluruh Tumapel digegerkan oleh kematian Tunggul Ametung.

Ken Arok tampil seolah menjadi sosok yang berhasil mengungkap pelaku pembunuhan.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Nusantara yang Membentuk Indonesia Modern, Dari Sriwijaya hingga Majapahit Jejaknya Masih Terasa Hingga Kini

Karena semua orang mengira keris itu milik Kebo Ijo, tuduhan pun langsung mengarah kepadanya.

Kebo Ijo akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Menjadi Akuwu hingga Mendirikan Kerajaan Singasari

Keberhasilan mengungkap pembunuhan Tunggul Ametung membuat nama Ken Arok semakin dikenal.

Di saat bersamaan, rumor mengenai dirinya sebagai titisan Dewa Wisnu semakin menyebar.

Raja Tumapel kemudian mengangkat Ken Arok menjadi Akuwu menggantikan Tunggul Ametung.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Kerajaan Singosari: Dari Ken Arok, Kudeta Berdarah, hingga Runtuhnya di Tangan Jayakatwang

Setelah memperoleh jabatan tersebut, Ken Arok meminang Ken Dedes dan diterima.

Belakangan diketahui bahwa saat menikah, Ken Dedes sedang mengandung anak Tunggul Ametung.

Meski demikian, Ken Arok tetap menerima keadaan tersebut dan membesarkan anak itu bersama Ken Dedes.

Ambisinya tidak berhenti di Tumapel. Ia kemudian melakukan pemberontakan terhadap Kerajaan Kediri.

Baca Juga: Menguak Sejarah Kerajaan Nusantara dari Timur Indonesia, Kerajaan-Kerajaan Ini Pernah Menguasai Laut dan Jalur Perdagangan Dunia

Menurut kisah yang disampaikan, pemberontakan itu berhasil dimenangkan hingga Ken Arok mendirikan Kerajaan Singasari.

Ia memimpin kerajaan tersebut sampai tahun 1247 Masehi.

Akhir Kehidupan Ken Arok

Masa kekuasaan Ken Arok berakhir setelah ia dibunuh oleh Anusapati, anak kandung Tunggul Ametung yang lahir dari Ken Dedes.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Mataram Kuno Penuh Misteri, Perpindahan Pusat Kerajaan Masih Menjadi Perdebatan Sejarawan

Anusapati disebut menyimpan dendam setelah mengetahui ayah kandungnya tewas akibat rencana Ken Arok.

Sebelum meninggal, Ken Arok telah memiliki empat orang anak.

Keturunan mereka kemudian dikisahkan menjadi bagian dari garis keturunan raja-raja besar di Pulau Jawa, termasuk yang memimpin Kerajaan Majapahit, Demak, Pajang, dan Mataram.

Baca Juga: Menguak Sejarah Kerajaan Nusantara dari Timur Indonesia, Kerajaan-Kerajaan Ini Pernah Menguasai Laut dan Jalur Perdagangan Dunia

Kisah tersebut sekaligus dianggap menguatkan ramalan Lohgawe bahwa Ken Dedes akan menjadi ibu para raja di tanah Jawa.

Meta Description:
Kisah Ken Arok dan Ken Dedes mengungkap skandal cinta, pembunuhan Tunggul Ametung, hingga lahirnya Kerajaan Singasari.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Nadia omara
Ken Arok Ken Arok dan Ken Dedes Ken Dedes Tunggul Ametung kerajaan Singasari