Rahasia Ketahanan Pangan Desa Wonokerto: Andalkan Gaplek Trenggalek Sebagai Alternatif Beras

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 18:20 WIB
Gaplek Trenggalek menjadi andalan ketahanan pangan mandiri di Dusun Bangun Desa Wonokerto. Alternatif pengganti beras yang tahan disimpan lama.
Gaplek Trenggalek menjadi andalan ketahanan pangan mandiri di Dusun Bangun Desa Wonokerto. Alternatif pengganti beras yang tahan disimpan lama.

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Pemanfaatan Gaplek Trenggalek di kawasan perbukitan terbukti menjadi pilar utama kemandirian pangan masyarakat setempat sejak zaman dahulu. Pola hidup mandiri ini terlihat nyata pada keseharian warga Dusun Bangun, Desa Wonokerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Melalui pemanfaatan lahan kering di lereng tebing, penduduk setempat secara konsisten menanam ketela pohon sebagai komoditas utama pendamping padi. Hasil panen singkong tersebut kemudian diolah secara khusus menjadi persediaan bahan makanan kering yang awet dan tahan cuaca.

Pengolahan komoditas Gaplek Trenggalek oleh masyarakat pegunungan ini menggunakan teknik pengeringan berskala rumah tangga yang sangat efektif. Singkong segar yang baru dicabut dari tanah tidak langsung disimpan begitu saja karena sifatnya yang cepat membusuk. Warga mengupas bersih kulit luar singkong, lalu mencacahnya menjadi bentuk parutan kasar yang dikenal dengan istilah ketela pohon sawut. Bentuk parutan tipis memanjang ini sengaja dipilih untuk mempercepat proses penguapan kadar air secara alami di bawah panas matahari.

Proses penjemuran lembaran saut singkong dilakukan di atas hamparan pekarangan depan rumah yang berhawa bersih dan kering. Ketika tekstur singkong sudah berubah menjadi keras dan garing, bahan makanan ini resmi bertransformasi menjadi gaplek. Ketiadaan kadar zat cair di dalam bodi singkong kering ini membuatnya aman disimpan di dalam lumbung selama berbulan-bulan. Sistem penyimpanan mandiri tersebut menjadi kunci utama bagi para petani lokal dalam menghadapi potensi paceklik musim.

Baca Juga: Legenda Asal Usul Trenggalek: Kisah Menak Sopal, Dam Bagong, hingga Lahirnya Nama Trenggalek

Kemandirian Karbohidrat di Tengah Perubahan Iklim Global

Ketergantungan terhadap pasokan beras komersial dapat ditekan berkat melimpahnya persediaan Gaplek Trenggalek di wilayah Kecamatan Suruh. Tepung yang dihasilkan dari proses menumbuk atau dibebak pada gaplek kering ini menjadi bahan dasar utama nasi tiwul. Hidangan tiwul tradisional memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang padat gizi serta mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Bagi warga yang tinggal di medan berbukit Gunung Linggo, jenis panganan ini adalah sumber energi harian yang andal.

Kemampuan warga mempertahankan pasokan pangan mandiri ini menjadi contoh nyata dari konsep kedaulatan pangan berbasis komunitas lokal. Langkah ini terbukti sangat adaptif dalam merespons ketidakpastian kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Jawa Timur akhir-akhir ini. Pemanfaatan bahan baku lokal membebaskan masyarakat dari kepanikan lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar formal kota.

"Aktivitas menjemur singkong di pedesaan ini mencerminkan kuatnya ketahanan pangan lokal masyarakat tanpa ketergantungan pasokan luar," tulis ulasan video.

Baca Juga: Asal Usul Trenggalek, Legenda Menak Sopal dan Bendungan Bagong yang Menjadi Cikal Bakal Nama Daerah

Keberlanjutan Ekosistem Pertanian Organik di Dusun Bangun

Kualitas prima dari Gaplek Trenggalek di wilayah ini tidak luput dari penerapan pola pertanian terpadu yang ramah lingkungan. Warga memanfaatkan kotoran dari hewan ternak kambing piaraan mereka sebagai sumber utama pupuk kompos organik kebun. Tanah lereng yang digemburkan dengan pupuk alami menghasilkan singkong berukuran besar dengan cita rasa gurih yang khas. Pola produksi bebas bahan kimia buatan pabrik ini membuat usia simpan gaplek menjadi jauh lebih panjang.

Kombinasi antara sektor perkebunan palawija dan peternakan kambing potong menciptakan roda ekonomi mikro yang tangguh di pedesaan. Kedamaian hidup di dalam rumah-rumah bawah tebing ditopang kuat oleh ketersediaan pangan yang selalu melimpah di dapur. Potret ketenteraman Dusun Bangun menjadi bukti bahwa kesejahteraan sejati dapat diraih melalui keselarasan hidup merawat alam sekitar. Upaya merawat pangan purba ini sekaligus menjaga warisan luhur agraria Nusantara dari kepunahan.

Baca Juga: Alen-Alen Khas Trenggalek, Camilan Gurih yang Jadi Andalan Oleh-Oleh Pulang Kampung

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube
tiwul tradisional ketela pohon sawut Desa Wonokerto Trenggalek Ketahanan Pangan Gaplek Trenggalek