Misteri Alas Purwo: Legenda Pencarian Raden Arya Wicaksono Tahun 1770 di Hutan Tertua Pulau Jawa

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 17:50 WIB
Mengungkap legenda dan misteri Alas Purwo lewat kisah perjalanan Raden Arya Wicaksono tahun 1770 di hutan paling angker di Jawa.
Mengungkap legenda dan misteri Alas Purwo lewat kisah perjalanan Raden Arya Wicaksono tahun 1770 di hutan paling angker di Jawa.

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Legenda mengenai misteri Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus melegenda sebagai hutan tertua sekaligus paling angker di Pulau Jawa. Cerita rakyat yang diturunkan secara temurun mencatat kisah penelusuran Raden Arya Wicaksono pada tahun 1770 yang menembus belantara demi mencari sang ayah.

Kisah penelusuran ini berawal saat kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mencengkeram pesisir Jawa. Putra bangsawan kecil asal Mataram tersebut diutus mengawasi jalur perdagangan, sekaligus menjalankan misi pribadi mengungkap misteri Alas Purwo terkait hilangnya sang ayah sepuluh tahun sebelumnya.

Keberanian Raden Arya Wicaksono menembus kegelapan misteri Alas Purwo menjadi legenda urban yang menggambarkan batas antara dunia nyata, ilusi, dan spiritualitas.

Baca Juga: Maya Estianty Diduga Unfollow Anjasmara usai Kontroversi Ucapan soal Syifa Hadju, Warganet Ramai Berspekulasi

Misi Pribadi Menembus Belantara Banyuwangi

Didampingi pemandu lokal bernama Ki Sura, Arya melangkah masuk ke dalam belantara yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya makhluk tak terlihat. Pemandu tua tersebut sempat memberikan peringatan awal bahwa apa yang dicari di dalam hutan belum tentu menjadi hal yang akan ditemukan.

Suara gemuruh ombak laut selatan perlahan lenyap berganti dengung serangga begitu keduanya menapakkan kaki di tanah lembap berakar. Fenomena aneh mulai dirasakan ketika pergerakan matahari terasa sangat lambat serta bayangan pepohonan yang tidak konsisten.

Sore harinya, mereka menemukan reruntuhan batu kuno berukirkan figur manusia menunduk yang diyakini sebagai tempat pemujaan purba sebelum kerajaan-kerajaan besar berdiri.

Baca Juga: Kesya Ratuliu Bela Syifa Hadju, Ungkap Bukti Chat soal Awal Pendekatan El Rumi Usai Putus dari Rizky Nazar

Kejadian Mistik di Dalam Goa Purba

Saat malam tiba di tanah lapang tersebut, kegelapan rapat melingkupi area sekitar perkemahan mereka. Arya mendadak terhipnotis oleh bayangan siluet yang menyerupai sosok ayahnya di balik kegelapan pohon.

Tanpa mengindahkan teriakan Ki Sura, ia berjalan setengah sadar menuju sebuah goa dingin berukir liar yang memancarkan cahaya remang. Di dalam goa, sosok pria tua berwajah pucat menyambutnya dengan senyuman misterius dan menyebut bahwa kedatangan Arya terjadi karena panggilan gaib.

Dunia seolah membeku ketika sosok-sosok tanpa bentuk mulai mengepung dari balik bayangan goa. Beruntung, teriakan keras Ki Sura berhasil memecahkan ilusi gaib tersebut hingga seluruh penampakan memudar bagai asap.

Pesan Moral Legenda Hutan Tertua Jawa

Arya terbangun kembali di tanah lapang dekat api unggun dalam kondisi tubuh basah kuyup oleh keringat dingin. Ki Sura menegaskan bahwa hutan mistis tersebut tidak memberikan jawaban pasti, melainkan hanya menyajikan ilusi dan bayangan maya.

Keesokan harinya, keduanya berhasil keluar dari kawasan hutan dengan selamat meski Arya tidak pernah menemukan ayahnya secara fisik. Perjalanan spiritual tersebut memberikan pemahaman mendalam bahwa tidak semua kehilangan harus ditemukan kembali dan tidak semua kebenaran dapat disentuh manusia.

Kisah keberanian Raden Arya Wicaksono hingga kini tetap diwariskan oleh penduduk Banyuwangi. Alas Purwo tidak hanya dipandang sebagai hutan belantara, melainkan cermin refleksi diri bagi siapa saja yang berani melangkah ke dalamnya.

Baca Juga: Syifa Hadju Ulang Tahun ke-26, Konten Anjasmara Picu Polemik hingga El Rumi Bereaksi Keras

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube
Hutan paling angker di Jawa Misteri Alas Purwo Kisah misteri Alas Purwo legenda pencarian Raden Arya Wicaksono tahun 1770 Legenda Alas Purwo Sejarah Alas Purwo Banyuwangi