TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Catatan penting sejarah Kerajaan Tarumanegara mengungkap berdiri dan berkembangnya salah satu peradaban tertua di Pulau Jawa sejak abad ke-4 Masehi. Berawal dari komunitas kecil di sepanjang aliran Sungai Citarum dan Cisadane, wilayah Jawa Barat menjelma menjadi pusat pemerintahan Hindu teokratis yang disegani pedagang dunia.
Kerajaan kuno ini dipelopori oleh pengungsi sekaligus bangsawan India bernama Maharesi Jayasingawarman pada tahun 358 Masehi. Dalam perkembangannya, Tarumanegara mencapai puncak keemasannya di bawah pimpinan Raja Purnawarman yang memimpin sejak tahun 395 Masehi.
Jejak kedaulatan peradaban ini diabadikan secara permanen melalui berbagai peninggalan batu prasasti yang tersebar di wilayah Jawa Barat.
Awal Berdiri Dinasti Warman dan Peran Maharesi Jayasingawarman
Latar belakang lahirnya sejarah Kerajaan Tarumanegara bermula dari konflik perang yang melanda Dinasti Salangkayana di India. Maharesi Jayasingawarman memimpin rombongan pengungsi melintasi Samudra Hindia dan mendarat di pesisir barat Pulau Jawa yang saat itu dikuasai Kerajaan Salakanagara.
Kedatangan rombongan tersebut diterima baik oleh Raja Dewawarman VIII yang memimpin Salakanagara. Hubungan diplomatik diperkuat melalui pernikahan Jayasingawarman dengan putri raja bernama Dewi Iswari Tunggal Pertiwi Warman.
Sebagai hadiah pernikahan, Jayasingawarman diberikan wilayah pedalaman untuk dikelola. Ia kemudian membersihkan hutan, membangun irigasi, dan mendirikan ibu kota kerajaan bernama Jayasinghapura.
Jayasingawarman mendeklarasikan kemandirian Kerajaan Tarumanegara dan memimpin selama 24 tahun sejak 358 hingga 382 Masehi. Nama Taruma sendiri diambil dari tanaman tarum (Indigofera), Tumbuhan penghasil pewarna biru alami yang menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Setelah wafat, Jayasingawarman dimakamkan di tepi Sungai Gomati.
Kejayaan Raja Purnawarman dan Simbol Telapak Kaki Dewa Wisnu
Tonggak puncak kejayaan sejarah Kerajaan Tarumanegara tercipta di bawah kepemimpinan raja ketiga, Sri Purnawarman, yang naik takhta pada tahun 395 Masehi. Purnawarman dikenal sebagai penguasa perkasa ber aliran Hindu Vaishnava yang menundukkan 48 raja daerah di sekitar tanah Sunda.
Keagungan dan kedaulatan Raja Purnawarman dipahat pada batu andesit di tepi sungai yang dikenal sebagai Prasasti Ciaruteun. Prasasti tersebut menampilkan ukiran sepadan telapak kaki raja beserta aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta berbentuk puisi.
Dalam inskripsi tersebut, jejak kaki Raja Purnawarman disamakan dengan telapak kaki Dewa Wisnu sebagai simbol penegakan hukum dan perlindungan rakyat. Prasasti itu juga memuat lukisan laba-laba yang melambangkan kecerdasan serta strategi pertahanan kerajaan.
Proyek Irigasi Kolosal Sungai Gomati dalam Prasasti Tugu
Keberhasilan tata kelola air dan ketahanan pangan Kerajaan Tarumanegara terekam secara terperinci dalam Prasasti Tugu. Pada tahun ke-22 pemerintahannya, Raja Purnawarman memimpin proyek penggalian dua saluran air utama, yaitu Sungai Gomati dan Sungai Candrabaga.
Saluran Gomati sepanjang 6.122 busur atau sekitar 12 kilometer berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 21 hari. Proyek kolosal tersebut bertujuan mencegah bencana banjir di musim hujan sekaligus mengairi sawah di musim kemarau.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya proyek tersebut, Raja Purnawarman menghadiahkan 1.000 ekor sapi kepada para Brahmana. Kebijakan irigasi tersebut berhasil mengubah kawasan rawa menjadi lahan pertanian produktif yang memakmurkan masyarakat.
Pusat Perdagangan Internasional dan Catatan Musafir Tiongkok
Strategisnya posisi Tarumanegara di Selat Sunda menjadikannya pelabuhan transit utama pada jalur sutra maritim. Komoditas ekspor seperti pewarna tarum, cula badak, gading gajah, kulit penyu, dan kayu cendana dijual kepada pedagang asing.
Hubungan diplomatik internasional tercatat dalam kronik Tiongkok dari Dinasti Sui dan Dinasti Tang yang menyebut Tarumanegara dengan nama Tolomo. Musafir Tiongkok bernama Fahien juga pernah terdampar di wilayah Yepoti pada tahun 414 Masehi saat melakukan perjalanan spiritual.
Fahien mencatat kebudayaan masyarakat yang teratur serta berkembangnya ajaran Hindu Brahmana dengan pesat. Interaksi perdagangan internasional ini mengukuhkan Tarumanegara sebagai salah satu kekuatan ekonomi paling berpengaruh di Asia pada masa purba.
Baca Juga: Baby Soleil Zebora Ghazali Lahir, Kain Bedong Putri Al Ghazali dan Alyssa Daguise Jadi Sorotan
Sumber : You Tube