Prasasti Ciaruteun: Menguak Rahasia Pahatan Tapak Kaki Raja Purnawarman dan Kebesaran Tarumanegara

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:15 WIB
Mengulas sejarah Prasasti Ciaruteun di Bogor, peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang memuat ukiran telapak kaki dan aksara Pallawa Raja Purnawarman.
Mengulas sejarah Prasasti Ciaruteun di Bogor, peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang memuat ukiran telapak kaki dan aksara Pallawa Raja Purnawarman.

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Penemuan batu berukir Prasasti Ciaruteun di tepi anak Sungai Cisadane, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi bukti otentik kejayaan Kerajaan Tarumanegara. Batu andesit raksasa peninggalan abad ke-5 Masehi ini mengabadikan rekam jejak kepemimpinan Raja Purnawarman sebagai salah satu penguasa terbesar di Pulau Jawa.

Pahatan pada permukaan batu tersebut memuat empat baris tulisan beraksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Tak hanya itu, terdapat pula ukiran sepasang telapak kaki raja serta motif hiasan berbentuk sulur-suluran yang sarat akan makna politik dan religius.

Penempatan batu bertulis di kawasan aliran sungai ini terbukti disengaja secara strategis, mengingat sungai merupakan urat nadi transportasi, perdagangan, dan pusat kegiatan masyarakat pada masa lalu.

Baca Juga: 5 Fakta Kelahiran Soleil Zepora Ghazali, Putri Pertama Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang Jadi Sorotan

Penemuan Awal Abad ke-20 dan Posisi Prasasti di Sungai

Arkeolog Belanda pertama kali menemukan Prasasti Ciaruteun pada awal abad ke-20 saat melakukan penelusuran situs-situs kuno di Jawa Barat. Prasasti ini ditemukan langsung di tengah aliran sungai dalam kondisi sebagian tergenang air, sehingga proses penelitian awalnya bergantung pada musim kemarau.

Keberadaan batu bertulis ini langsung menarik perhatian para peneliti karena memberikan bukti konkret keberadaan Kerajaan Tarumanegara. Sebelum temuan fisik ini ada, informasi mengenai kerajaan kuno tersebut hanya bersumber dari catatan-catatan asing.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah telah memindahkan batu prasasti ini ke area pelindung yang lebih aman di dekat lokasi aslinya guna mencegah erosi dan kerusakan akibat luapan air sungai.

Baca Juga: Akikah Baby Soleil Digelar Sederhana, Al Ghazali dan Alyssa Daguise Masih Rahasiakan Wajah Putri Pertama

Makna Telapak Kaki Dewa Wisnu dan Ornaments Sulur

Pesan utama yang terpahat dalam Prasasti Ciaruteun berisi puji-pujian kepada Sri Maharaja Purnawarman sebagai penguasa yang gagah berani. Sang raja digambarkan memiliki keagungan serta kekuatan yang setara dengan Dewa Wisnu dalam menjaga keseimbangan alam semesta.

Ukiran sepasang telapak kaki raja pada permukaan batu menjadi penanda bahwa wilayah tersebut secara sah berada di bawah kedaulatan Tarumanegara. Dalam tradisi Hindu India kuno, telapak kaki penguasa melambangkan kehadiran ilahi serta legitimasi kekuasaan politik dan spiritual atas tanah yang dipijak.

Sementara itu, ornamen sulur-suluran yang mengelilingi pahatan telapak kaki menyimbolkan kekuatan, pertumbuhan, dan kesuburan. Perpaduan simbol tersebut membawa pesan politis bahwa kepemimpinan Purnawarman mampu memberikan perlindungan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya.

Strategi Politik, Diplomasi Internasional, dan Pembangunan

Raja Purnawarman tidak hanya mengandalkan legitimasi spiritual untuk memperkuat pengaruh kerajaannya di wilayah Jawa Barat. Di bawah pemerintahannya, Tarumanegara berkembang pesat menjadi pusat perdagangan penting yang terhubung dengan jaringan pedagang dari India, Tiongkok, hingga Asia Tenggara.

Catatan sejarah dari Dinasti Liang di Tiongkok mengonfirmasi bahwa Tarumanegara aktif mengirimkan utusan diplomatik ke luar negeri. Di dalam negeri, Purnawarman memfokuskan pimpinannya pada pembangunan infrastruktur, seperti pembuatan saluran irigasi yang tercatat dalam Prasasti Tugu untuk mencegah banjir dan menyuburkan lahan pertanian.

Penggunaan bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa pada prasasti menunjukkan tingginya standar peradaban istana yang sejajar dengan pusat kebudayaan Asia Selatan. Pengaruh kebudayaan India ini dipadukan secara harmonis dengan kearifan lokal, membentuk identitas budaya Nusantara yang khas.

Pelestarian Warisan Budaya dan Potensi Wisata Sejarah

Upaya penyelamatan Prasasti Ciaruteun kini berfokus pada perlindungan fisik bangunan situs serta edukasi sejarah bagi masyarakat luas. Keberadaan batu bersejarah ini menjadi materi penelitian vital bagi para sejarawan untuk merekonstruksi jejak Tarumanegara bersanding dengan peninggalan lain, seperti Prasasti Tugu dan Prasasti Kebon Kopi.

Situs bersejarah di Bogor ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif dan budaya yang informatif. Melalui pengelolaan narasi yang baik, pengunjung dapat memahami perjalanan panjang peradaban masa lalu sekaligus memupuk kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

Keberadaan peninggalan batu berukir ini menjadi pengingat bahwa jati diri dan sejarah bangsa dibentuk oleh peradaban-peradaban besar yang pernah berdiri kokoh di Tanah Air.

Baca Juga: Baby Soleil Zebora Ghazali Lahir, Kain Bedong Putri Al Ghazali dan Alyssa Daguise Jadi Sorotan

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube
Raja Purnawarman Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun peninggalan Kerajaan Tarumanegara era Raja Purnawarman di Bogor Kerajaan Tarumanegara Cibungbulang Bogor