Prasasti Ciaruteun: Bukti Penting Kerajaan Tarumanegara di Bogor dan Jejak Telapak Kaki Dewa Wisnu

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

 

Mengulas Prasasti Ciaruteun di Bogor sebagai bukti otentik Kerajaan Tarumanegara, kepemimpinan Raja Purnawarman, dan pahatan telapak kaki Dewa Wisnu.
Mengulas Prasasti Ciaruteun di Bogor sebagai bukti otentik Kerajaan Tarumanegara, kepemimpinan Raja Purnawarman, dan pahatan telapak kaki Dewa Wisnu.

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Keberadaan Prasasti Ciaruteun menjadi bukti otentik eksistensi Kerajaan Tarumanegara di kawasan Bogor, Jawa Barat. Artefak batu bertulis abad ke-5 Masehi ini merekam kebesaran Raja Purnawarman yang memimpin salah satu kerajaan tertua di Nusantara.

Dinamakan sesuai lokasi penemuannya di Situs Ciaruteun, artefak ini membuktikan kedaulatan Tarumanegara di wilayah hulu Sungai Cisadane. Keberadaannya pertama kali ditemukan di aliran Sungai Ciaruteun dekat Bogor pada tahun 1863 oleh pimpinan Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.

Penemuan penting tersebut memberikan kontribusi besar bagi rekonstruksi sejarah peradaban kuno di Tanah Air.

Baca Juga: 5 Fakta Kelahiran Soleil Zepora Ghazali, Putri Pertama Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang Jadi Sorotan

Sejarah Penemuan dan Pemindahan Lokasi Prasasti

Peninggalan Prasasti Ciaruteun mulanya diteliti oleh Bataviasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, sebuah lembaga independen yang berfokus pada riset seni, ilmu pengetahuan, arkeologi, dan sejarah. Lembaga tersebut mencatat bahwa letak situs berada sekitar 19 kilometer di sebelah barat daya Kota Bogor.

Setelah berada di aliran sungai selama lebih dari satu abad, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah penyelamatan. Pada tahun 1981, pemerintah resmi memindahkan batu bersurat tersebut ke lokasi yang lebih aman.

Saat ini, peninggalan bersejarah tersebut tersimpan rapi di Kampung Muara, Desa Ciaruteun Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Akikah Baby Soleil Digelar Sederhana, Al Ghazali dan Alyssa Daguise Masih Rahasiakan Wajah Putri Pertama

Bukti Otentik Eksistensi Kerajaan Tarumanegara

Penelitian Endang Widyastuti dalam jurnal Penguasaan Kerajaan Tarumanegara terhadap Kawasan Hulu Cisadane (2013) menegaskan peranan vital Prasasti Ciaruteun. Artefak ini menjadi bukti sejarah paling penting dan otentik atas berdirinya Kerajaan Tarumanegara di bawah kekuasaan Raja Purnawarman.

Selain batu bersurat di Ciaruteun, Tarumanegara juga meninggalkan enam batu bertulis lainnya yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Banten. Deretan peninggalan tersebut meliputi Prasasti Kebon Kopi, Pasir Koleangkak, Muara Cianten, Pasir Muara, Tugu, serta Cidanghiang atau Lebak.

Kehadiran seluruh prasasti ini semakin memperkuat legitimasi politik serta wilayah kekuasaan Raja Purnawarman pada masa lampau.

Spesifikasi Bentuk Fisik dan Ukuran Bangunan Pelindung

Batu Prasasti Ciaruteun terpahat pada sebongkah batu andesit raksasa dengan dimensi yang cukup masif. Batu ini memiliki tinggi mencapai 151 sentimeter, diameter bagian atas 72 sentimeter, dan diameter bagian bawah sebesar 134 sentimeter.

Guna menjaga kelestariannya dari ancaman cuaca, cagar budaya ini kini diletakkan di atas area lahan seluas 1.000 meter persegi. Area situs juga telah dilengkapi dengan bangunan cungkup pelindung berukuran 8 x 8 meter.

Penataan area tersebut dilakukan agar para peneliti dan pengunjung dapat menyaksikan bukti sejarah Nusantara ini secara nyaman dan terawat.

Pembagian Bagian Prasasti dan Pahatan Laba-laba Misterius

Struktur Prasasti Ciaruteun terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian A dan bagian B. Pada bagian Prasasti Ciaruteun A, pahatan tulisan menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta yang disusun dalam empat baris puisi India berirama Anustubh.

Teks tersebut berbunyi "Vikranta syavanipateh, Shrimatah Purnavarmanah, Tarumanagarendrasya, Vishnuviva Padadvayam". Terjemahan kalimat tersebut bermakna: "Inilah sepasang telapak kaki yang seperti telapak kaki Dewa Wisnu ialah telapak kaki yang mulia Purnawarman, raja di negara Taruma, raja yang gagah berani di dunia."

Sementara itu, pada bagian Prasasti Ciaruteun B terdapat goresan telapak kaki beserta ukiran motif yang menyerupai laba-laba. Hingga saat ini, para ahli arkeologi belum dapat memastikan makna tersirat di balik pahatan simbol laba-laba misterius tersebut.

Baca Juga: Baby Soleil Zebora Ghazali Lahir, Kain Bedong Putri Al Ghazali dan Alyssa Daguise Jadi Sorotan

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube
Raja Purnawarman Prasasti Ciaruteun Kerajaan Tarumanegara Penemuan Prasasti Ciaruteun bukti peninggalan Kerajaan Tarumanegara di Bogor Situs Ciaruteun Bogor