TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Asal-usul kelegendaran sosok Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Samudra Selatan ternyata berakar dari tragedi kelam di dalam Istana Kerajaan Pajajaran. Legenda menceritakan bahwa ratu laut selatan tersebut mulanya adalah seorang putri berparas jelita bernama Putri Kandita, anak tunggal Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi, dari permaisurinya.
Gelar dan kecantikan Putri Kandita yang luar biasa membuatnya diproyeksikan sebagai calon penerus takhta kerajaan. Namun, pesona dan kasih sayang melimpah yang dicurahkan Prabu Siliwangi justru menyulut kedengkian mendalam dari para selir istana yang dipimpin oleh Dewi Mutiara.
Persekongkolan jahat di balik dinding istana inilah yang menjadi titik mula lahirnya legenda sang ratu penguasa laut selatan.
Persekongkolan Selir Istana dan Kutukan Ilmu Hitam
Terancam oleh posisi sang putri, Dewi Mutiara mendatangi seorang penyihir sakti di lereng gunung terpencil untuk mengirimkan guna-guna ilmu hitam. Tepat pada tengah malam bulan purnama, penyihir melancarkan ritual gaib hingga membuat Putri Kandita menderita penyakit kulit misterius secara mendadak saat terbangun di pagi hari.
Kondisi kulit yang semula bersih bercahaya berubah bengkak, mengeluarkan bintik merah, dan berbau anyir busuk yang membuat para tabib kerajaan tidak mampu menyembuhkannya. Upacara penyembuhan yang digelar siang dan malam oleh Prabu Siliwangi berakhir sia-sia karena penyakit aneh tersebut semakin menggerogoti tubuh sang putri.
Siasat jahat para selir berhasil memanfaatkan situasi ini dengan menyebarkan isu bahwa penyakit tersebut dapat membawa aib dan bencana bagi Kerajaan Pajajaran.
Baca Juga: Harga iPhone iBox Juli 2026 Terbaru, iPhone 16 Pro Max Turun hingga Rp10 Jutaan
Keputusan Pengasingan dan Perjalanan Putri Kandita ke Selatan
Terdesak oleh tekanan para penasihat kerajaan dan bisikan selir, Prabu Siliwangi dengan hati hancur terpaksa mengasingkan Putri Kandita dari istana demi menjaga keutuhan takhta. Sang putri menerima keputusan tersebut dengan tegar, lalu berjalan seorang diri menuju arah selatan tanpa pembekalan layak maupun pengawalan.
Selama 7 hari 7 malam, Putri Kandita menembus lebatnya hutan belantara, bertahan hidup dengan memakan buah liar dan meminum air sungai di tengah penderitaan fisiknya. Perjalanan panjang nan melelahkan itu akhirnya membawanya tiba di puncak tebing karang tinggi di tepi Samudra Selatan.
Di atas tebing karang tersebut, sang putri terpukau oleh hamparan air biru kehijauan dan merasakan energi purba yang memancar dari gulungan ombak raksasa.
Transformation Gaib Menjadi Penguasa Laut Selatan
Saat terlelap di atas karang, Putri Kandita mendengar bisikan suara gaib dari penguasa lautan yang memanggil namanya dan menawarkan kesembuhan. Didorong rasa pasrah dan tekad bulat untuk melepaskan penderitaan duniawi, sang putri melompat dari tebing karang menuju ombak besar di bawahnya.
Seketika memancar cahaya hijau terang saat tubuhnya menyentuh air, yang secara ajaib meluruhkan seluruh penyakit kulit di tubuhnya dan mengembalikan kecantikannya secara abadi. Momen penyatuan tersebut menandai kelahiran kembali sang putri menjadi entitas agung penguasa laut selatan bernamakan Nyi Roro Kidul.
Sebagai penguasa baru, ia membangun kerajaan bawah laut yang megah, didampingi ribuan makhluk halus, serta mengenakan gaun sutra laut berwarna hijau zamrud.
Pembalasan Dendam dan Hukuman untuk Para Pengkhianat
Kekuasaan baru Nyi Roro Kidul dibarengi dengan munculnya gelombang pasang dan badai dahsyat yang menerjang pesisir Pajajaran sebagai bentuk murka atas ketidakadilan masa lalu. Teror mistis melanda istana hingga membuat penyihir tua tewas terseret ombak raksasa, sementara kewarasan Dewi Mutiara runtuh akibat bayangan dosa masa lalunya.
Di hadapan Prabu Siliwangi dan para pengawal balairung, Dewi Mutiara yang hilang akal akhirnya membongkar seluruh persekongkolan jahat yang pernah ia rancang bersama para selir. Mendengar pengakuan jujur tersebut, Prabu Siliwangi yang murka langsung menjatuhkan hukuman usir dari kerajaan kepada Dewi Mutiara dan seluruh selir yang terlibat.
Prabu Siliwangi kemudian memutuskan turun takhta dan menyerahkan kepemimpinan Pajajaran kepada putranya yang lain demi mencari kedamaian batin.
Asal-usul Mitos Larangan Baju Hijau di Pantai Selatan
Sebelum Prabu Siliwangi memimpin pasukannya bertapa hingga moksa di Hutan Sancang, ia sempat berjalan ke pesisir selatan dan mendengar bisikan gaib dari putrinya. Dalam bisikan tersebut, Nyi Roro Kidul menyampaikan ikatan kasih sayang yang tak akan pernah putus serta janji untuk menjaga seluruh keturunan Pajajaran di wilayah selatan.
Kisah transformasi sang putri yang mengenakan gaun hijau zamrud di dasar samudra inilah yang kemudian melegenda di tengah masyarakat pesisir. Kepercayaan tersebut berkembang menjadi mitos larangan mengenakan pakaian berwarna hijau saat berkunjung ke pantai selatan.
Hingga kini, legenda Putri Kandita terus hidup sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya dan mitologi masyarakat Jawa Barat.
Sumber : You Tube