TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Juru kunci kawasan Parang Kusumo sekaligus Abdi Dalem Keraton Yogyakarta bergelar Wedono Surakso Jaladri, Mbah Sarjini, mengupas tuntas rahasia spiritual penguasa Laut Selatan. Sosok pria berusia 80 tahun yang telah mengabdi selama lebih dari 50 tahun ini membeberkan secara detail sejarah keberadaan penguasa gaib tersebut.
Dalam keterangannya, Mbah Sarjini menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara sosok Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul yang selama ini kerap dianggap sama oleh masyarakat awam. Penjelasan ini meluruskan berbagai persepsi publik terkait hirarki spiritual di Samudra Selatan.
Pengalaman spiritual serta tata cara pembersihan diri untuk menemui penguasa gaib tersebut turut dibongkar secara gamblang oleh sang abdi dalem.
Silsilah Pajajaran dan Perbedaan Kanjeng Ratu Kidul dengan Nyi Roro Kidul
Mbah Sarjini menjelaskan bahwa Kanjeng Ratu Kidul sebenarnya merupakan putri dari Raja Kerajaan Pajajaran, Prabu Mundingsari, yang bernama asli Roro Sawidi. Roro Sawidi memiliki kanuragan tinggi serta enggan menikah maupun mengalami kematian wajar layaknya manusia biasa.
Keinginan tersebut memicu kemurkaan sang ayah hingga Roro Sawidi memutuskan keluar dari keraton. Ia berjalan kaki tanpa makan dan minum menuju Pantai Parangtritis untuk melakukan semedi hingga permohonannya dikabulkan oleh dewa.
Raga Roro Sawidi kemudian ditinggalkan, sementara rohnya ditempatkan di sebuah keraton megah serba emas buatan alam di tengah laut. Dewa lantas memberinya gelar Kanjeng Ratu Kidul untuk mengordinasi roh-roh agar tidak mengganggu anak cucu manusia di dunia.
Sementara itu, sosok Nyi Roro Kidul memiliki asal-usul yang berbeda. Nyi Roro Kidul mulanya adalah Cewang Wulan, istri dari Ki Joko Tarub yang tidak diterima kembali ke kayangan karena telah menikah dengan manusia.
Cewang Wulan kemudian bersemedi dan diizinkan beralih hidup menumpang di keraton selatan di bawah perintah penguasa utama. Dalam struktur gaib, Nyi Roro Kidul diibaratkan memegang peran setara Menteri Dalam Negeri yang menguasai wilayah tersebut.
Syarat Khusus dan Tata Cara Ritual Puasa Bertemu Penguasa Laut Selatan
Untuk menemui penguasa Pantai Selatan, Mbah Sarjini menegaskan masyarakat tidak bisa sekadar datang, melainkan wajib membersihkan jiwa melalui tirakat puasa. Tempat utama yang menjadi titik lokasi permohonan spiritual berada di Cempuri Parang Kusumo.
Terdapat dua metode puasa yang biasa dijalankan oleh para peziarah. Metode pertama adalah puasa kelahiran selama satu hari satu malam tanpa makan dan minum.
Metode kedua merujuk pada tuntunan Sunan Kalijaga, yakni puasa yang dijangkau selama 3 malam 3 hari pada hari-hari tertentu seperti Rebo Wage, Kamis Wage, dan Jumat Kliwon yang nilainya disetarakan dengan puasa 40 hari 40 malam.
Mbah Sarjini menambahkan, niat orang yang berhajat bervariasi, mulai dari memohon keselamatan, kelancaran rezeki, hingga kemudahan seleksi masuk kepolisian.
Pentingnya Keteguhan Iman dan Pengalaman Spiritual Sang Juru Kunci
Meski telah melakukan tirakat, orang yang hendak bertemu wajib memiliki keteguhan iman dan kesabaran. Mbah Sarjini menceritakan kejadian nyata seorang peziarah asal Kalimantan yang memiliki ilmu tinggi namun mendadak pingsan saat bertatap muka.
Peziarah tersebut gagal mengucapkan uluk salam karena hatinya tidak tenang (bungkel) ketika menyaksikan kecantikan sang penguasa laut yang tiada tandingannya. Dalam momen pertemuan gaib, sosok tersebut biasanya hanya akan melempar senyum dan memandang peziarah yang berjiwa bersih.
Sebagai juru kunci yang membawahi puluhan abdi dalem di Parang Kusumo, Mbah Sarjini mengaku diberi amanat langsung oleh raja di Yogyakarta melalui nama Surakso Jaladri, yang berarti menjaga laut. Total terdapat 40 juru kunci yang terbagi dalam beberapa tingkatan hirarki, mulai dari jajar, bekal enom, bekal sepuh, lurah, penewu, hingga wedono.
Sepanjang 65 tahun pengabdiannya sebagai abdi dalem, Mbah Sarjini mengaku baru satu kali bertemu secara langsung secara sadar di Cempuri pada usia 65 tahun, di luar komunikasi melalui alam mimpi. Dalam pertemuan langsung yang berlangsung singkat itu, Mbah Sarjini hanya menerima pesan ringkas agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas sebagai ketua abdi dalem.
Baca Juga: Harga iPhone iBox Juli 2026 Terbaru, iPhone 16 Pro Max Turun hingga Rp10 Jutaan
Sumber : You Tube