Raja Kertajaya Minta Disembah Bak Dewa, Kerajaan Kediri Runtuh Tragis Tangan Ken Arok di Pertempuran Ganter

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30 WIB
Kisah Kertajaya, raja terakhir Kerajaan Kediri yang tewas di Pertempuran Ganter 1222 M usai paksa Brahmana menyembahnya dan diserang Ken Arok.
Kisah Kertajaya, raja terakhir Kerajaan Kediri yang tewas di Pertempuran Ganter 1222 M usai paksa Brahmana menyembahnya dan diserang Ken Arok.

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Kekuasaan Prabu Kertajaya atau Prabu Dandhang Gendhis sebagai raja terakhir Kerajaan Kediri berakhir tragis pada tahun 1222 Masehi. Raja yang mengklaim dirinya sebagai titisan Dewa Siwa tersebut tumbang di tangan Ken Arok dalam Pertempuran Ganter usai memaksa kaum Brahmana untuk menyembahnya.

Tindakan represif Kertajaya yang menyiksa hingga membunuh para pemuka agama memicu eksodus massal kaum Brahmana dari ibu kota Kediri menuju Tumapel. Di bawah naungan Ken Arok, para Brahmana menyatukan kekuatan militer dan dukungan rakyat hingga berhasil meruntuhkan dominasi Dinasti Isyana di Pulau Jawa.

Kisah kelam kepemimpinan Prabu Kertajaya ini tercatat dalam berbagai peninggalan bersejarah serta kitab kuno seperti Pararaton dan Tantu Panggelaran.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Kediri: Masa Kejayaan Raja Jayabaya Hingga Runtuh Usai Raja Kertajaya Diserang Ken Arok

Asal-usul Raja Kertajaya dan Bukti Prasasti Kerajaan Kediri

Kertajaya merupakan keturunan Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang Kamulan yang naik takhta menggantikan Raja Kameswara. Ia memimpin Kerajaan Kediri dalam rentang tahun 1194 hingga 1222 Masehi dengan gelar kebesaran Sri Maharaja Sri Sarwara Triwikramawatara Aninditas Renggalan Cana Dikjaya Utunggadewa.

Keberadaan dan rekam jejak kepemimpinannya terkonfirmasi melalui lima prasasti penting. Prasasti tersebut meliputi Prasasti Sapu Angin (1190), Prasasti Kamulan (1194), Prasasti Palah (1197), Prasasti Galunggung (1201), dan Prasasti Lawadan (1205).

Pada masa itu, wilayah kekuasaan Kediri membentang hampir di seluruh Pulau Jawa hingga sebagian Sumatera. Kerajaan ini berakar dari pembagian Kerajaan Kahuripan oleh Raja Airlangga pada 1041 Masehi menjadi Janggala di timur dan Panjalu atau Kediri di barat.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Kediri: Masa Kejayaan Raja Jayabaya Hingga Runtuh Usai Raja Kertajaya Diserang Ken Arok

Kesombongan Kertajaya Minta Disembah dan Penindasan Kaum Brahmana

Konflik internal Kerajaan Kediri bermula saat Kertajaya menyatakan dirinya sebagai pengejawantahan Dewa Siwa dan menuntut untuk disembah. Ia bahkan sesumbar bahwa tidak ada yang mampu mengalahkannya selain Dewa Siwa sendiri.

Untuk menyakinkan publik, Kertajaya memamerkan kesaktiannya dengan duduk di ujung tombak tajam tanpa terluka. Ia juga mengubah wujudnya menjadi sosok bertangan empat dan bermata tiga menyerupai manifestasi Dewa Siwa.

Namun, para Brahmana menolak keras tuntutan tersebut karena bertentangan dengan aturan kasta Hindu. Penolakan ini memicu kemurkaan Kertajaya yang berujung pada aksi penyiksaan hingga hukuman mati bagi para tokoh agama.

Eksodus ke Tumapel dan Dukungan Legitimasi Batara Guru untuk Ken Arok

Guna menyelamatkan diri dari kekejaman Kertajaya, para Brahmana dan pemuka agama Buddha melakukan pelarian massal ke wilayah Tumapel. Kedatangan mereka disambut hangat oleh penguasa Tumapel, Ken Arok, yang dikenal sangat menghormati kaum ulama.

Sebagai bentuk perlawanan moral terhadap Kertajaya, para Brahmana menganugerahkan gelar Batara Guru kepada Ken Arok. Anugerah ini memberikan legitimasi keagamaan dan moral bahwa Ken Arok adalah pimpinan yang sah untuk memulihkan kebenaran.

Dukungan para Brahmana berhasil membakar semangat rakyat Kediri yang sudah muak dengan kepemimpinan Kertajaya. Ken Arok lantas memobilisasi pasukan gabungan rakyat dan pendoa untuk melakukan perlawanan terbuka.

Meletusnya Pertempuran Ganter 1222 Masehi dan Akhir Riwayat Kediri

Mendengar kabar aliansi Tumapel dan kaum Brahmana, Kertajaya mempersiapkan pasukan tempur untuk menyerang Tumapel. Bentrokan senjata antara pasukan Kediri dan skuadron Ken Arok akhirnya meletus di dekat Ganter pada tahun 1222 Masehi.

Dalam Pertempuran Ganter yang sengit, strategi dan motivasi tinggi pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pertahanan Kediri. Dua panglima perang andalan Kediri, Mahesa Wulungan dan Geberbaleman, tewas di medan laga.

Kekalahan di Ganter menjadi penanda jatuhnya Kerajaan Kediri. Catatan sejarah dalam Kitab Pararaton dan sejumlah prasasti mengisyaratkan Kertajaya tewas di tangan Ken Arok, atau melarikan diri tanpa pernah diketahui lagi keberadaannya, sekaligus mengakhiri kejayaan dinasti penguasa Kediri.

Baca Juga: Prasasti Ciaruteun: Bukti Penting Kerajaan Tarumanegara di Bogor dan Jejak Telapak Kaki Dewa Wisnu

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : You Tube
Ken Arok Raja Kertajaya Penyebab Keruntuhan Kerajaan Kediri Akibat Kesombongan Raja Kertajaya dan Kekalahan di Pertempuran Ganter Pertempuran Ganter Kerajaan Kediri