Raja Henry VIII dan 6 Istrinya: Obsesi Punya Putra Berujung Perceraian hingga Eksekusi Mati

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:30 WIB
Raja Henry VIII dan 6 istrinya menyimpan kisah penuh intrik. Obsesi memiliki putra membuat Raja Inggris ini menceraikan istri, memutus hubungan dengan Paus hingga mengeksekusi dua ratunya (Pinterest).
Raja Henry VIII dan 6 istrinya menyimpan kisah penuh intrik. Obsesi memiliki putra membuat Raja Inggris ini menceraikan istri, memutus hubungan dengan Paus hingga mengeksekusi dua ratunya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Raja Henry VIII dan 6 istrinya menjadi salah satu kisah paling kontroversial dalam sejarah Kerajaan Inggris. Obsesi Raja Henry VIII untuk mendapatkan pewaris laki-laki membuatnya berulang kali menikah, menceraikan istri, bahkan menjatuhkan hukuman mati kepada dua perempuan yang pernah menjadi ratunya.

Nama Raja Henry VIII hingga kini masih menjadi perbincangan karena kehidupan pribadinya yang penuh intrik politik, perebutan kekuasaan, hingga konflik agama. Dalam perjalanan hidupnya, Henry VIII tercatat memiliki enam istri dengan nasib yang sangat berbeda, mulai dari diceraikan, meninggal karena sakit, hingga dieksekusi.

Kisah Raja Henry VIII dan 6 istrinya tidak hanya mengubah sejarah keluarga kerajaan Inggris, tetapi juga memicu perubahan besar dalam sistem keagamaan. Keputusan Henry VIII memisahkan Inggris dari otoritas Paus di Roma melahirkan Gereja Inggris atau Church of England yang kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah Eropa.

Baca Juga: Gadis 17 Tahun Jadi Korban Kernet Bus Modus Beri Uang Saku dan Akan Dinikahi

Awal Mula Obsesi Memiliki Putra Mahkota

Henry VIII lahir pada 28 Juni 1491 sebagai putra Raja Henry VII dan Elizabeth of York. Awalnya, ia bukan pewaris utama takhta karena posisi tersebut dipegang kakaknya, Arthur. Namun setelah Arthur meninggal dunia, Henry naik menjadi pewaris kerajaan dan kemudian menikahi janda sang kakak, Catherine of Aragon.

Pernikahan itu sempat berjalan bahagia. Namun, beberapa anak yang dilahirkan Catherine meninggal saat masih bayi. Hanya seorang putri bernama Mary yang berhasil bertahan hidup. Kegagalan memperoleh anak laki-laki membuat Henry mulai kehilangan kesabaran dan mencari cara mengakhiri pernikahan tersebut.

Perceraian yang Mengubah Sejarah Inggris

Henry meminta Paus membatalkan pernikahannya dengan Catherine. Namun permintaan itu ditolak. Penolakan tersebut justru mendorong Henry mengambil langkah bersejarah dengan memutus hubungan dengan Gereja Katolik Roma dan mendirikan Gereja Inggris agar bisa menikahi Anne Boleyn.

Anne Boleyn kemudian menjadi istri kedua Henry dan melahirkan seorang putri, Elizabeth, yang kelak dikenal sebagai Ratu Elizabeth I. Sayangnya, Anne juga gagal memberikan pewaris laki-laki. Hubungan mereka memburuk hingga Henry menuduh Anne berselingkuh dan melakukan pengkhianatan. Tuduhan tersebut berujung pada eksekusi Anne di Tower of London pada 1536.

Baca Juga: Pembiayaan Pendidikan di Sekolah Swasta Jadi Perhatian

Satu-satunya Istri yang Melahirkan Pewaris Laki-laki

Setelah Anne Boleyn, Henry menikahi Jane Seymour. Jane menjadi satu-satunya istri yang berhasil melahirkan putra mahkota, Edward. Namun kebahagiaan itu berlangsung singkat karena Jane meninggal akibat komplikasi setelah melahirkan. Kehilangan tersebut membuat Henry cukup terpukul.

Dua tahun kemudian Henry menikahi Anne of Cleves. Pernikahan ini berlangsung singkat karena Henry mengaku tidak tertarik dengan penampilan istrinya. Setelah pernikahan dibatalkan, Anne tetap diperlakukan baik dan memperoleh berbagai hadiah berupa rumah maupun tanah dari sang raja.

Dua Istri Berakhir di Tiang Eksekusi

Istri kelima, Catherine Howard, awalnya sangat dicintai Henry. Namun hubungan itu berakhir tragis setelah Catherine terbukti menjalin hubungan dengan pria lain. Ia dituduh melakukan perzinaan dan akhirnya dieksekusi di Tower of London pada Februari 1542.

Henry kemudian menikahi Catherine Parr, seorang janda yang dikenal bijaksana. Catherine berhasil memperbaiki hubungan Henry dengan anak-anaknya, Mary dan Elizabeth, serta mengembalikan mereka ke dalam daftar pewaris takhta. Ia menjadi satu-satunya istri yang berhasil mendampingi Henry hingga sang raja meninggal dunia pada 1547 akibat berbagai penyakit, termasuk obesitas, asam urat, dan infeksi kronis.

Warisan Kontroversial Raja Henry VIII

Sejarah mencatat nasib enam istri Henry VIII dengan ungkapan terkenal: diceraikan, dipenggal, meninggal, diceraikan, dipenggal, dan selamat. Kisah tersebut menjadikan Henry VIII sebagai salah satu raja paling kontroversial dalam sejarah Inggris. Selain meninggalkan perubahan besar pada sistem pemerintahan dan agama, kehidupan pribadinya juga terus menjadi inspirasi berbagai buku, film, hingga serial televisi yang mengangkat intrik keluarga kerajaan Inggris.

Baca Juga: Bukti Dukungan Pemkab Trenggalek, Pj Sekda Buka TSL 2026 Ajang Pembinaan Talenta Sepak Bola Muda Memperebutkan Piala Bupati Trenggalek

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Raja Henry VIII 6 Istri Henry VIII Kerajaan Inggris Anne Boleyn Catherine of Aragon