TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – 6 istri Raja Henry VIII menjadi salah satu kisah paling dramatis dalam sejarah Kerajaan Inggris. Kehidupan rumah tangga sang raja tak hanya diwarnai perceraian, tetapi juga eksekusi mati, kematian saat melahirkan, hingga perebutan takhta yang mengubah jalannya sejarah Inggris.
Cerita mengenai 6 istri Raja Henry VIII bahkan begitu populer hingga diangkat menjadi serial televisi, film, pertunjukan musikal, serta menjadi materi pelajaran sejarah di Inggris. Banyak pelajar menghafal nasib keenam istrinya melalui kalimat terkenal, "Divorced, Beheaded, Died, Divorced, Beheaded, Survived", yang merangkum akhir kehidupan masing-masing pasangan Raja Henry VIII.
Di balik kisah 6 istri Raja Henry VIII, terdapat ambisi besar seorang raja yang terobsesi memiliki penerus laki-laki. Obsesi tersebut memicu konflik keluarga, perubahan agama, hingga reformasi besar yang mengubah hubungan Inggris dengan Gereja Katolik Roma.
Baca Juga: Perlu Pembatasan Tonase Lintasi Jembatan Banger
Awal Henry VIII Menjadi Raja Inggris
Henry VIII sebenarnya bukan pewaris utama takhta Inggris. Posisi tersebut semula dimiliki kakaknya, Arthur. Namun, Arthur meninggal dunia pada 1502 sehingga Henry diangkat sebagai Putra Mahkota Wales. Setelah Raja Henry VII wafat pada 1509, Henry VIII resmi menjadi Raja Inggris dan disambut antusias masyarakat berkat citranya yang tampan, karismatik, serta humoris.
Catherine of Aragon, Istri Pertama yang Diceraikan
Istri pertama Henry VIII adalah Catherine of Aragon, putri kerajaan Spanyol yang awalnya dijodohkan dengan Arthur. Setelah Arthur meninggal, Catherine dinikahkan dengan Henry demi menjaga aliansi politik Inggris dan Spanyol.
Pernikahan mereka awalnya harmonis dan menghasilkan seorang putri, Mary, yang kemudian dikenal sebagai Ratu Mary I atau Bloody Mary. Namun, karena Catherine gagal memberikan anak laki-laki meski beberapa kali hamil, Henry mulai mencari perempuan lain dan akhirnya mengajukan perceraian.
Anne Boleyn dan Reformasi Gereja Inggris
Setelah jatuh hati kepada Anne Boleyn, Henry VIII berusaha membatalkan pernikahannya dengan Catherine. Penolakan Gereja Katolik membuat Henry mengambil langkah drastis dengan memisahkan Inggris dari otoritas Paus dan mendirikan Gereja Inggris.
Anne Boleyn kemudian menjadi ratu dan melahirkan Elizabeth, yang kelak menjadi Ratu Elizabeth I. Namun, Anne juga gagal melahirkan pewaris laki-laki. Ia akhirnya dituduh melakukan pengkhianatan dan sihir sebelum dihukum mati dengan cara dipenggal pada 1536.
Baca Juga: Pembiayaan Pendidikan di Sekolah Swasta Jadi Perhatian
Jane Seymour Berhasil Memberikan Pewaris
Sehari setelah eksekusi Anne Boleyn, Henry bertunangan dengan Jane Seymour. Jane menjadi satu-satunya istri yang berhasil melahirkan putra mahkota, Edward, yang kemudian menjadi Raja Edward VI.
Sayangnya, Jane meninggal beberapa hari setelah melahirkan. Kepergiannya membuat Henry sangat berduka dan menghentikan pernikahan selama dua tahun. Jane juga menjadi satu-satunya istri yang dimakamkan dengan penghormatan sebagai ratu.
Anne of Cleves hingga Catherine Howard
Dua tahun kemudian Henry menikahi Anne of Cleves setelah hanya melihat potretnya. Namun, saat bertemu langsung, Henry merasa Anne tidak secantik lukisannya. Pernikahan mereka hanya berlangsung sekitar enam bulan sebelum dibatalkan atas persetujuan kedua belah pihak.
Istri kelima, Catherine Howard, berusia jauh lebih muda dibanding Henry. Pernikahan mereka berakhir tragis setelah Catherine dituduh berselingkuh. Ia dijatuhi hukuman mati dengan cara dipenggal, sementara dua pria yang dikaitkan dengannya juga dieksekusi dan kepala mereka dipajang di Jembatan London sebagai peringatan bagi masyarakat.
Catherine Parr Menjadi Satu-satunya yang Selamat
Istri terakhir Henry VIII adalah Catherine Parr, seorang janda yang dikenal sabar dan keibuan. Berbeda dengan istri-istri sebelumnya, Catherine lebih berperan sebagai pendamping di masa tua sang raja yang saat itu telah sakit-sakitan.
Catherine juga berhasil membujuk Henry untuk mengembalikan Mary dan Elizabeth ke dalam daftar pewaris takhta Inggris. Ia tetap mendampingi Henry hingga sang raja meninggal dunia pada 1547, kemudian melanjutkan kehidupannya dengan menikah lagi. Dari enam istri Raja Henry VIII, hanya Catherine Parr yang benar-benar berhasil selamat dari pernikahan tersebut.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest