TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Bulan baik bangun rumah menurut Buya Yahya kembali menjadi perhatian setelah beredar cuplikan ceramah yang membahas anggapan sebagian masyarakat mengenai waktu terbaik untuk mendirikan rumah. Dalam penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa Islam tidak menetapkan bulan tertentu sebagai syarat agar pembangunan rumah membawa keberkahan.
Pertanyaan tersebut bermula dari seorang jamaah yang mengaku kebingungan karena mendengar pendapat berbeda. Ada yang menyarankan membangun rumah pada bulan Muharram, sementara yang lain menyebut Dzulhijjah sebagai waktu yang lebih baik.
Menanggapi hal itu, Buya Yahya menjelaskan bahwa semua bulan pada dasarnya baik untuk melakukan kebaikan, termasuk membangun rumah. Menurutnya, anggapan bahwa hanya bulan tertentu yang membawa keberuntungan tidak memiliki dasar sebagaimana yang dipahami dalam ajaran Islam.
Tidak Ada Bulan Khusus untuk Membangun Rumah
Dalam ceramah tersebut, Buya Yahya menyampaikan jawaban dengan gaya santai dan diselingi humor.
Ia mengatakan bahwa seseorang bisa saja memilih bulan Dzulhijjah bukan karena alasan tertentu yang bersifat religius, melainkan karena baru memiliki dana pada waktu itu. Sebaliknya, apabila kemampuan finansial baru tersedia pada bulan Muharram, maka pembangunan rumah juga dapat dilakukan pada bulan tersebut.
Dengan kata lain, waktu memulai pembangunan rumah lebih bergantung pada kesiapan pemiliknya daripada harus menunggu bulan yang dianggap paling baik.
Semua Bulan Sama-Sama Baik
Buya Yahya kemudian menegaskan bahwa tidak perlu memperdebatkan apakah Muharram, Rajab, Ramadan, atau bulan lainnya merupakan waktu paling tepat untuk membangun rumah.
Menurutnya, seluruh bulan merupakan waktu yang baik untuk melakukan amal dan pekerjaan yang bermanfaat. Karena itu, tidak ada ketentuan yang mengharuskan seseorang menunda pembangunan rumah hanya demi menunggu datangnya bulan tertentu.
Pesan tersebut sekaligus meluruskan anggapan yang berkembang di sebagian masyarakat bahwa keberhasilan suatu pembangunan ditentukan oleh pilihan bulan.
Baca Juga: Hari Baik Membangun Rumah 2026 Menurut Primbon Jawa, Selasa Legi Disebut Paling Istimewa
Sindiran soal Menunggu Waktu yang Dianggap Tepat
Dalam kesempatan itu, Buya Yahya juga menyinggung kebiasaan sebagian orang yang terlalu lama menunda suatu rencana karena menunggu waktu yang dianggap paling baik.
Ia mencontohkan persoalan pernikahan yang terkadang sengaja diundur hanya karena menunggu bulan tertentu. Menurutnya, apabila seluruh persiapan telah siap, maka tidak perlu menunda hanya karena persoalan penanggalan.
Humor yang disampaikan dalam ceramah tersebut mengundang tawa jamaah, sekaligus menegaskan bahwa keberkahan tidak semata-mata ditentukan oleh nama bulan.
Keberkahan Berasal dari Ikhtiar dan Doa
Lebih lanjut, Buya Yahya mengajak masyarakat agar lebih fokus pada ikhtiar, kesiapan, dan doa dibanding mempercayai adanya bulan yang dianggap membawa kesialan maupun keberuntungan secara mutlak.
Ia mencontohkan apabila seseorang telah memiliki kemampuan untuk membangun rumah, maka cukup mengawalinya dengan membaca basmalah dan memohon keberkahan kepada Allah SWT.
Menurutnya, tidak ada istilah bulan sengsara, bulan sial, maupun bulan yang harus dihindari untuk memulai pekerjaan yang baik.
Pesan untuk Masyarakat
Melalui penjelasan tersebut, Buya Yahya ingin mengingatkan agar umat Islam tidak dibuat bingung oleh anggapan bahwa keberhasilan suatu pekerjaan bergantung pada waktu tertentu.
Selama pekerjaan yang dilakukan merupakan hal yang baik dan dilandasi niat yang benar, maka setiap bulan dapat menjadi waktu yang tepat untuk memulainya.
Ceramah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun rumah, menikah, maupun memulai usaha tidak harus menunggu Muharram, Dzulhijjah, atau bulan tertentu. Yang lebih utama adalah kesiapan, usaha yang maksimal, serta doa agar setiap langkah mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest