Hari Baik Bangun Pondasi Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitungnya

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:44 WIB
Hari baik bangun pondasi rumah menurut Primbon Jawa dihitung menggunakan rumus Bumi, Candi, Rogoh, dan Sempoyong. Simak cara menghitungnya di sini (Pinterest).
Hari baik bangun pondasi rumah menurut Primbon Jawa dihitung menggunakan rumus Bumi, Candi, Rogoh, dan Sempoyong. Simak cara menghitungnya di sini (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Hari baik bangun pondasi rumah menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman yang dipercaya sebagian masyarakat sebelum memulai pembangunan hunian. Selain memperhatikan kualitas material dan tenaga ahli, tradisi Jawa juga mengenal perhitungan hari baik yang diyakini dapat membawa kelancaran serta keberkahan selama proses pembangunan rumah.

Dalam sebuah pembahasan mengenai Primbon Jawa dijelaskan bahwa pemilihan waktu untuk membuat pondasi rumah bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi dipandang sebagai bentuk ikhtiar agar rumah yang dibangun menjadi tempat tinggal yang nyaman, kokoh, dan membawa kebahagiaan bagi penghuninya.

Meski demikian, narasumber tetap menekankan bahwa faktor utama dalam membangun rumah adalah kualitas pondasi, perencanaan yang matang, serta penggunaan tenaga profesional. Sementara perhitungan hari baik menjadi bagian dari kepercayaan budaya yang masih dilestarikan oleh sebagian masyarakat Jawa.

Baca Juga: Hari Baik Membangun Rumah 2026 Menurut Primbon Jawa, Selasa Legi Disebut Paling Istimewa

Rumus Menghitung Hari Baik Membangun Pondasi

Dalam Primbon Jawa, terdapat beberapa metode untuk menentukan hari baik membangun rumah. Pada pembahasan kali ini digunakan rumus Bumi, Candi, Rogoh, dan Sempoyong.

Cara menghitungnya diawali dengan menjumlahkan nilai neptu hari dan neptu pasaran. Setelah itu, hasil penjumlahan dibagi dengan angka empat. Angka empat dipilih karena mewakili empat hasil perhitungan, yakni Bumi, Candi, Rogoh, dan Sempoyong.

Sisa hasil pembagian inilah yang kemudian dijadikan pedoman untuk menentukan makna hari yang dipilih.

Sebagai contoh, apabila seseorang ingin memulai pembangunan pondasi pada Minggu Wage, maka neptu Minggu bernilai 5 dan Wage bernilai 4 sehingga jumlahnya menjadi 9.

Selanjutnya angka 9 dibagi 4 dan menghasilkan sisa 1. Berdasarkan rumus Primbon Jawa, sisa tersebut kemudian dicocokkan dengan kategori yang telah ditentukan.

Arti Setiap Hasil Perhitungan

Narasumber menjelaskan bahwa setiap sisa hasil pembagian memiliki makna yang berbeda.

Apabila hasil perhitungan menghasilkan sisa 1, maka masuk kategori Bumi. Kategori ini dianggap sebagai hasil terbaik karena dipercaya membuat rumah nyaman ditempati, kokoh, serta membawa ketenteraman bagi penghuninya.

Jika hasilnya sisa 2, maka masuk kategori Candi. Dalam kepercayaan Primbon Jawa, rumah yang dibangun pada kategori ini diibaratkan seperti candi, yakni bangunannya bagus tetapi cenderung sepi atau kurang ramai.

Sementara sisa 3 disebut Rogoh. Kategori ini dipercaya kurang baik karena dikaitkan dengan kemungkinan sering kehilangan harta, rawan pencurian, atau pengeluaran yang terus meningkat.

Adapun sisa 4 disebut Sempoyong. Menurut penjelasan dalam video, kategori ini melambangkan rumah yang kurang kokoh atau dikhawatirkan mudah mengalami kerusakan sehingga tidak dianjurkan untuk dijadikan waktu memulai pembangunan pondasi.

Baca Juga: Hari Baik Agustus 2026 Menurut Primbon Jawa, Catat Tanggal Terbaik untuk Pernikahan hingga Buka Usaha

Bumi Dinilai Sebagai Hasil Paling Baik

Dari keempat kategori tersebut, hasil Bumi atau sisa 1 disebut sebagai pilihan paling baik menurut Primbon Jawa.

Karena itu, masyarakat yang masih mempercayai perhitungan tersebut biasanya akan mencari hari dengan hasil pembagian yang menghasilkan sisa 1 sebelum memulai peletakan pondasi rumah.

Harapannya, proses pembangunan dapat berjalan lancar, rumah menjadi tempat tinggal yang nyaman, dan keluarga yang menempatinya memperoleh keselamatan serta keberkahan.

Bagian dari Tradisi Masyarakat Jawa

Di akhir pembahasannya, narasumber kembali mengingatkan bahwa perhitungan hari baik membangun pondasi rumah merupakan bagian dari warisan budaya dalam Primbon Jawa.

Ia juga mengajak masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pembangunan dengan memilih tenaga kerja yang berpengalaman, menggunakan material berkualitas, serta menyusun perencanaan pembangunan secara matang.

Dengan demikian, rumah yang dibangun tidak hanya kokoh secara konstruksi, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga. Adapun penggunaan perhitungan Primbon Jawa merupakan bagian dari tradisi yang dijalankan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Baca Juga: Bulan Baik Bangun Rumah Menurut Buya Yahya, Benarkah Harus Muharram atau Dzulhijjah?

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Hari baik bangun pondasi rumah cara menghitung hari baik Bumi Candi Rogoh Sempoyong neptu hari Jawa Primbon Jawa