TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Bonang Penerus menjadi salah satu instrumen penting dalam perangkat gamelan Jawa yang memiliki teknik permainan cukup kompleks. Berbeda dari sekadar mengikuti balungan, penabuh harus memahami pola imbal, seleh, ketukan, hingga hubungan permainan dengan Bonang Barung.
Pembahasan mengenai Bonang Penerus tersebut disampaikan Ki Dunung Raharjo melalui kanal YouTube Sahabat Wayang TV dalam segmen Gamelan. Kali ini, materi yang dibahas secara khusus adalah teknik imbal dan seleh Bonang Penerus menggunakan laras pelog.
Bonang Penerus yang digunakan dalam praktik merupakan instrumen berbahan perunggu yang biasa dipakai untuk pertunjukan wayangan. Instrumen tersebut disebut merupakan karya Gubuk Wayang Gamelan. Dalam pembelajaran, laras pelog dipilih karena memiliki sampel nada yang dianggap lebih lengkap untuk menjelaskan pola permainan.
Imbal Bonang Penerus Mengikuti Permainan Bonang Barung
Sebelum mempelajari permainan Bonang Penerus, penabuh dianjurkan memahami teknik Bonang Barung terlebih dahulu. Pasalnya, permainan kedua instrumen tersebut saling berkaitan, khususnya ketika memainkan pola imbal.
Dalam teknik imbal, Bonang Penerus memiliki karakter permainan yang lebih cepat dibandingkan Bonang Barung. Kecepatannya dapat mencapai dua kali lipat sehingga pukulan Bonang Penerus sering berada di sela-sela pukulan Bonang Barung.
Konsep tersebut membuat Bonang Penerus tidak selalu dimainkan bersamaan dengan Bonang Barung. Ketika Bonang Barung memainkan pola tertentu, Bonang Penerus akan melakukan isian pada ketukan yang berbeda.
Sebagai contoh, ketika Bonang Barung memainkan pola jilu, Bonang Penerus dapat memainkan nada ro dan mo pada ketukan pertama dan ketiga. Pola tersebut menciptakan hubungan antarpukulan yang saling mengisi sehingga menghasilkan karakter musikal khas dalam permainan gamelan Jawa.
Teknik imbal juga disesuaikan dengan seleh atau arah akhir balungan. Karena itu, penabuh harus mampu mengetahui ke mana balungan bergerak sebelum menentukan nada yang dimainkan oleh Bonang Penerus.
Seleh Menjadi Dasar Menentukan Pola Tabuhan
Selain imbal, seleh menjadi bagian penting dalam pembelajaran Bonang Penerus. Dalam materi tersebut, seleh dijelaskan secara berurutan mulai dari seleh ji, ro, lu, mo, hingga en.
Prinsip utama dalam permainan seleh adalah Bonang Penerus memiliki kecepatan lebih tinggi daripada Bonang Barung. Pola yang dimainkan kemudian disesuaikan dengan seleh pada Bonang Barung.
Misalnya, ketika Bonang Barung memiliki seleh tertentu, Bonang Penerus akan menyesuaikan pola dengan memainkan isian di antara pukulan. Teknik ini membutuhkan ketelitian karena kesalahan menentukan ketukan dapat membuat pola tabuhan terdengar tidak tepat.
Pada beberapa pola, terdapat pula bagian awalan dan akhiran yang harus diperhatikan. Awalan digunakan untuk mengarahkan permainan menuju seleh, sedangkan akhiran menjadi bagian yang menguatkan tujuan akhir pola tabuhan.
Perlu Latihan dan Pemahaman Notasi
Ki Dunung Raharjo juga menekankan pentingnya latihan menggunakan notasi, terutama bagi pemain yang belum terbiasa dengan teknik Bonang Penerus. Pemain yang sudah mahir mungkin dapat memainkan pola berdasarkan pendengaran dan pengalaman, tetapi metode tersebut tidak selalu mudah diterapkan oleh pemula.
Latihan dengan notasi membantu penabuh memahami hubungan antara balungan, imbal, seleh, serta ketukan. Setelah menguasai pola dasar, pemain dapat berlatih menggabungkan permainan Bonang Penerus dengan Bonang Barung.
Materi mengenai imbal dan seleh menunjukkan bahwa permainan gamelan Jawa memiliki sistem musikal yang terstruktur. Setiap instrumen tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki fungsi dan pola permainan yang saling melengkapi.
Bonang Penerus dengan karakter pukulan yang lebih cepat memberikan warna tersendiri dalam sajian karawitan. Penguasaan teknik imbal dan seleh menjadi salah satu kunci agar permainan instrumen tersebut dapat menyatu dengan keseluruhan gending.
Pembelajaran seperti ini sekaligus memperlihatkan bahwa melestarikan gamelan Jawa tidak cukup hanya dengan mengenal bentuk instrumennya. Pemahaman mengenai teknik tabuhan, notasi, irama, balungan, imbal, dan seleh juga penting agar keterampilan karawitan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest