JAKARTA - Kisah tuyul kembali menjadi bahan perbincangan setelah seorang pria bernama Irfan menceritakan pengalaman keluarganya dalam sebuah tayangan bincang-bincang. Ia mengaku keluarganya sempat mencari pesugihan setelah terlilit utang, hingga dirinya disebut menjadi bagian dari perjanjian tersebut. Kisah tuyul itu disebut terjadi sekitar 2015.
Dalam pengakuannya, Irfan mengatakan ibunya merupakan seorang PNS, sedangkan ayahnya bekerja sebagai pelaut. Namun, kondisi ekonomi keluarga justru sulit karena terlilit utang.
Irfan menyebut ibunya kerap berutang demi memenuhi gaya hidup, sementara ayahnya memiliki kebiasaan berjudi. Kondisi tersebut membuat penghasilan keluarga habis untuk membayar utang dan kebutuhan lain.
Baca Juga: Tiap Tahun Ratusan Guru Purnatugas, Beban Mengajar di Trenggalek Kian Berat
Karena merasa terdesak, keluarga Irfan kemudian mendatangi seseorang yang disebut sebagai orang pintar di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah. Awalnya, sang ibu meminta bantuan untuk memasang susuk dengan tujuan mendapatkan perhatian atasan dan memperoleh kenaikan jabatan.
Menurut cerita Irfan, upaya tersebut tidak bertahan lama. Setelah itu, keluarganya kembali mendatangi orang pintar tersebut dan memilih pesugihan tuyul.
Irfan mengaku saat itu belum mengetahui secara jelas pembicaraan antara orang tuanya dan orang pintar tersebut. Ia baru mengetahui persoalan itu setelah melihat uang dalam jumlah besar muncul di rumah.
Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi
Irfan menceritakan, setelah keputusan tersebut, kondisi ekonomi keluarganya berubah drastis. Dalam waktu singkat, keluarganya membeli mobil, sepeda motor, televisi, hingga berbagai perabot rumah tangga.
Namun, perubahan tersebut juga diikuti laporan sejumlah warga yang mengaku kehilangan uang. Irfan mengatakan uang yang hilang umumnya dalam jumlah besar dan kemudian muncul dugaan di lingkungan sekitar bahwa keluarganya memiliki kaitan dengan pesugihan.
Dalam cerita tersebut, Irfan juga mengaku mengalami berbagai pengalaman yang menurutnya berkaitan dengan sosok gaib. Ia menyebut kondisi fisiknya menurun dan merasa semakin lemas.
Baca Juga: Alokasi Anggaran Belum Ideal Belanja Pegawai Membengkak Pembahasan APBD 2027 Ditunda
Irfan kemudian berkonsultasi dengan dokter. Berdasarkan pengakuannya dalam tayangan tersebut, pemeriksaan medis tidak menemukan penyakit yang dianggap menjelaskan kondisi tersebut.
Ia juga mengaku melihat sejumlah sosok yang kemudian dikaitkan keluarganya dengan perjanjian pesugihan. Namun, seluruh kisah mengenai makhluk gaib dan pesugihan tersebut merupakan pengakuan pribadi Irfan dalam tayangan, bukan fakta yang telah diverifikasi secara independen.
Kekayaan Mendadak Hilang dan Keluarga Memilih Bertobat
Perubahan besar terjadi setelah ayah Irfan meninggal pada awal 2016. Beberapa waktu setelah pemakaman, Irfan mengaku seluruh barang-barang baru yang sebelumnya memenuhi rumah tiba-tiba tidak ada.
Baca Juga: Uji Performa Alva N3 di Medan Tanjakan: Pembuktian Dinamo Responsif dan Keandalan Baterai LFP
Keluarga kemudian meminta penjelasan kepada orang pintar yang sebelumnya mereka datangi. Dalam cerita Irfan, orang tersebut mengatakan kekayaan yang diperoleh melalui pesugihan hanyalah sementara.
Kondisi keluarga akhirnya kembali berubah. Irfan kemudian memilih meninggalkan rumah dan mencari pekerjaan di Jakarta. Dengan latar belakang pendidikan S1 Akuntansi, ia mendapat pekerjaan sebagai staf keuangan.
Dalam perjalanan berikutnya, ibunya mengalami gangguan kesehatan dan kemudian mulai menjalani proses keagamaan. Menurut Irfan, ibunya akhirnya meninggalkan praktik pesugihan, menjalankan salat dan belajar mengaji.
Irfan mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi keluarganya. Ia menilai tekanan ekonomi, utang, dan keinginan mempertahankan gengsi telah membuat keluarganya mengambil keputusan yang mereka sesali.
Ia pun berpesan agar masyarakat tidak mencari kekayaan secara instan dan memilih cara yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Cari yang halal aja, walaupun enggak ada, syukuri aja,” ujar Irfan dalam tayangan tersebut.
Kisah tuyul yang disampaikan Irfan menjadi pengalaman personal yang ia buka kepada publik dengan harapan dapat menjadi pelajaran bagi keluarga lain agar tidak mengambil jalan pintas ketika menghadapi persoalan ekonomi.
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino