Pesugihan Tuyul di Lereng Gunung Kawi Malang, Warga Ungkap Ritual hingga Pantangan

Cendikiawan Tristan Valentino • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:55 WIB
Pesugihan tuyul di lereng Gunung Kawi disebut warga masih didatangi orang dari berbagai daerah untuk mencari kekayaan secara instan.
Pesugihan tuyul di lereng Gunung Kawi disebut warga masih didatangi orang dari berbagai daerah untuk mencari kekayaan secara instan.

 

MALANG - Praktik yang disebut sebagai pesugihan tuyul kembali menjadi perbincangan setelah seorang warga di lereng Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur, mengungkap cerita tentang lokasi yang dipercaya menjadi tempat ritual mencari kekayaan secara instan. Warga setempat menyebut sejumlah orang dari luar daerah datang membawa sesajen dan uang.

Lokasi Pesugihan Tuyul Disebut Berada di Tempat Tersembunyi

Lokasi yang didatangi berada di kawasan yang cukup tersembunyi, di antara ladang tebu dan rumpun bambu. Dalam video tersebut, lokasi disebut berada tidak jauh dari kawasan situs Gunung Kawi dan terdapat sejumlah makam leluhur serta pohon yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat.

Seorang warga bernama Mbah Jawi mengatakan dirinya bukan juru kunci lokasi tersebut. Ia mengaku rutin membersihkan area makam secara sukarela sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Baca Juga: Tiap Tahun Ratusan Guru Purnatugas, Beban Mengajar di Trenggalek Kian Berat

Menurut Mbah Jawi, lokasi itu memang kerap didatangi orang yang mencari kekayaan melalui ritual yang oleh masyarakat disebut pesugihan tuyul. Ia juga menunjukkan sejumlah benda yang masih tersisa dari ritual, seperti dupa, bunga, pisang, telur, serta uang.

“Yang ke sini itu mencari kekayaan, mencari pesugihan dari tuyul,” kata Mbah Jawi dalam video tersebut.

Mbah Jawi menyebut sebagian besar orang yang datang justru berasal dari luar daerah. Sementara warga sekitar, menurut pengakuannya, tidak ada yang menggunakan cara tersebut untuk mencari kekayaan.

Uang dan Sesajen Disebut Menjadi Bagian Ritual

Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi

Dalam penuturan Mbah Jawi, uang yang ditemukan di lokasi merupakan bagian dari ritual yang dilakukan oleh orang yang datang. Ia mengaku tidak berani mengambil uang tersebut karena meyakini uang itu berkaitan dengan ritual dan makhluk gaib.

Ia juga menyebut terdapat keyakinan mengenai nominal uang yang diberikan dengan hasil kekayaan yang diharapkan pelaku. Dalam cerita yang disampaikan, semakin besar nominal yang digunakan untuk ritual, semakin besar pula hasil yang dipercaya akan diperoleh.

Namun, seluruh keterangan mengenai kemampuan tuyul menghasilkan uang tersebut merupakan klaim dan kepercayaan yang disampaikan narasumber, bukan data yang dibuktikan secara ilmiah.

Mbah Jawi juga menceritakan sejumlah ciri yang menurutnya dipercaya masyarakat berkaitan dengan orang yang memelihara tuyul. Di antaranya kebiasaan berjalan dengan posisi tangan di belakang serta menyisakan makanan.

Baca Juga: Launching Persiga, Wabup Syah Ingin Jadi Rumah Talenta dan Suporter Fanatik 28 Pemain Dikenalkan, Bangun Ekosistem Sepak Bola dari U-17

Ia sendiri mengingatkan bahwa seseorang yang meninggalkan makanan tidak otomatis dapat disebut memelihara tuyul. “Belum tentu, Mas,” ujarnya ketika ditanya mengenai hal tersebut.

Kisah Perjanjian Gaib hingga Konsekuensi yang Dipercaya

Mbah Jawi kemudian mengungkap kepercayaan lain mengenai pesugihan tuyul, termasuk adanya kamar khusus yang disebut disiapkan setelah tuyul dibawa pulang. Dalam cerita tersebut, ritual juga dikaitkan dengan pasangan suami istri.

Baca Juga: Uji Performa Alva N3 di Medan Tanjakan: Lincah Salip Kemacetan dan Tangguh Berkat Dinamo Hub Drive 4,5 kW

Ia bahkan menyampaikan klaim mengenai adanya konsekuensi terhadap istri pemilik tuyul. Menurut cerita yang berkembang, istri disebut menjadi bagian dari perjanjian gaib tersebut dan pada akhirnya dapat mengalami gangguan kesehatan hingga meninggal dunia.

Keterangan tersebut merupakan cerita dan keyakinan yang disampaikan Mbah Jawi dalam wawancara. Tidak ada bukti independen dalam video yang dapat memastikan klaim mengenai makhluk gaib, perjanjian gaib, maupun dampak kesehatan tersebut.

Pada bagian akhir, Mbah Jawi justru menekankan bahwa mencari kekayaan melalui jalan pintas bukan pilihan yang baik. Ia menyarankan masyarakat tetap berusaha melalui cara yang dianggap halal dan tidak tergoda untuk memperoleh kekayaan secara instan.

Baca Juga: Uji Efisiensi Alva N3 Generasi Pertama: Hemat Operasional hingga 60 Persen dan Tangguh Terjang Banjir

“Untungnya itu hanya sesaat untuk duniawi,” kata Mbah Jawi.

Kisah mengenai pesugihan tuyul di lereng Gunung Kawi tersebut menunjukkan masih adanya kepercayaan masyarakat terhadap praktik mistis untuk memperoleh kekayaan. Meski demikian, berbagai klaim dalam cerita tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai kepercayaan atau kesaksian narasumber, bukan sebagai fakta yang telah terbukti.

Editor : Cendikiawan Tristan Valentino
Gunung Kawi Malang pesugihan tuyul tuyul pesugihan tuyul Gunung Kawi ritual pesugihan