Kisah Tuyul Dulijo, Kekayaan Mendadak Berujung Penyesalan dan Kehancuran

Cendikiawan Tristan Valentino • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Kisah Dulijo yang mengejar kekayaan lewat tuyul justru berakhir dengan kehilangan, penderitaan, dan penyesalan.
Kisah Dulijo yang mengejar kekayaan lewat tuyul justru berakhir dengan kehilangan, penderitaan, dan penyesalan.

 

JAKARTA - Kisah tuyul Dulijo menggambarkan perjalanan seorang pria miskin yang tergoda mendapatkan kekayaan secara instan. Dalam kisah tersebut, Dulijo memilih memelihara tuyul untuk memperoleh uang, tetapi keputusan itu justru membawa penderitaan bagi istrinya, Katinem, hingga berakhir dengan kehilangan dan penyesalan.

Terjerat Utang dan Judi, Dulijo Ingin Cepat Kaya

Dulijo digambarkan sebagai pria berusia 38 tahun yang tinggal bersama istrinya, Katinem, di sebuah rumah bambu sederhana. Kehidupan mereka serba kekurangan, sementara Dulijo memiliki kebiasaan berjudi yang membuat utangnya semakin menumpuk.

Baca Juga: Tiap Tahun Ratusan Guru Purnatugas, Beban Mengajar di Trenggalek Kian Berat

Katinem yang berusia 34 tahun harus bekerja serabutan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia juga masih menyimpan kesedihan setelah anak laki-laki mereka meninggal tiga tahun sebelumnya karena sakit.

Kondisi ekonomi yang semakin sulit membuat hubungan keduanya sering diwarnai pertengkaran. Katinem meminta suaminya berhenti berjudi karena utang terus bertambah, tetapi Dulijo tetap yakin suatu hari mereka akan hidup kaya.

Harapan itu muncul setelah Dulijo bertemu Karto di sebuah warung. Dalam kisah tersebut, Karto memperkenalkan kepercayaan mengenai tuyul sebagai jalan cepat mendapatkan kekayaan.

Karto kemudian mengajak Dulijo menemui seorang dukun tua di Desa Karangrejo. Dulijo akhirnya menerima sebuah botol yang disebut berisi tuyul dan percaya makhluk tersebut dapat membantunya memperoleh uang.

Baca Juga: Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Penyuluh Agama Ajak Perkuat Hifzh an-Nasl untuk Jaga Generasi

Tuyul Membawa Kekayaan, Katinem Justru Menderita

Setelah membawa botol tersebut pulang, Dulijo memberi tahu Katinem tentang perjanjian yang dibuatnya. Katinem awalnya menolak karena takut dan menganggap keputusan tersebut salah.

Namun, Dulijo terus membujuk istrinya dengan alasan bahwa cara tersebut dapat mengakhiri kemiskinan mereka. Dalam kisah itu, Katinem akhirnya menyetujui permintaan suaminya meski dengan penuh keraguan.

Baca Juga: Alokasi Anggaran Belum Ideal Belanja Pegawai Membengkak Pembahasan APBD 2027 Ditunda

Malam pertama, Dulijo membawa tuyul tersebut keluar rumah. Dalam cerita, makhluk itu kemudian kembali membawa sejumlah uang dari rumah warga yang dianggap kaya.

Keberhasilan tersebut membuat Dulijo semakin yakin. Ia mulai membawa tuyul hampir setiap malam dan secara bertahap memperoleh lebih banyak uang.

Dalam beberapa bulan, utang Dulijo disebut lunas. Rumah bambunya berubah menjadi rumah besar, ia membeli sawah serta memiliki sejumlah ternak.

Perubahan drastis itu membuat warga desa curiga. Pada saat yang sama, sejumlah warga kaya mulai melaporkan kehilangan uang secara misterius. Tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pintu atau jendela rumah mereka.

Baca Juga: Uji Performa Alva N3 di Medan Tanjakan: Pembuktian Dinamo Responsif dan Keandalan Baterai LFP

Di balik kekayaan tersebut, kondisi Katinem semakin memburuk. Dalam kisah itu, Katinem disebut harus menjalankan syarat perjanjian dengan tuyul setiap malam dan tubuhnya semakin lemah selama tiga tahun.

Dulijo justru semakin terobsesi dengan kekayaan. Ketika kondisi Katinem memburuk, ia bahkan berencana menikah lagi karena membutuhkan orang lain untuk memenuhi syarat yang diyakininya terkait tuyul.

Katinem akhirnya meninggal setelah kondisi kesehatannya terus menurun. Setelah itu, Dulijo menikah dengan Surti dan kembali meminta istrinya menjalankan syarat yang sama.

Surti menolak setelah mengetahui rahasia Dulijo. Tidak lama kemudian, Surti meninggalkan rumah dan membawa sebagian harta Dulijo.

Baca Juga: Uji Performa Alva N3 di Medan Tanjakan: Pengaturan Mode Berkendara dan Responsifitas Tenaga Jadi Kunci

Sejak kepergian Surti, kekayaan Dulijo mulai menyusut. Ia menjual ternak, barang berharga hingga rumah besarnya. Kehidupannya kembali miskin seperti sebelumnya.

Pada akhirnya, Dulijo menemukan botol yang sebelumnya diyakini berisi tuyul dalam keadaan kosong. Ia kemudian menyadari bahwa kekayaan yang diperolehnya justru membawa kehancuran bagi kehidupannya.

Dulijo lalu mendatangi surau dan belajar mengaji kepada Ustaz Rahman. Ia mengakui kesalahannya dan berusaha memperbaiki hidup dengan bekerja secara sederhana.

Baca Juga: Uji Efisiensi Alva N3 Generasi Pertama: Hemat Operasional hingga 60 Persen dan Tangguh Terjang Banjir

Kisah tersebut ditutup dengan pesan bahwa kekayaan yang diperoleh melalui jalan yang dianggap salah tidak selalu membawa kebahagiaan. Bagi Dulijo, keinginan mendapatkan kekayaan secara cepat justru berakhir dengan kehilangan, penderitaan, dan penyesalan.

Editor : Cendikiawan Tristan Valentino
kisah tuyul pesugihan Dulijo Katinem Kekayaan Instan