TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Nogo Dino menjadi salah satu bagian dari pengetahuan tradisional Jawa yang hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat. Dalam tradisi tersebut, Nogo Dino dikaitkan dengan perhitungan hari dan arah tertentu yang dipercaya dapat memengaruhi keberuntungan, terutama ketika seseorang bepergian, berdagang, pindah rumah, hingga menjalankan prosesi lamaran.
Pembahasan mengenai Nogo Dino kembali menarik perhatian setelah muncul dalam sebuah video YouTube yang mengulas posisi Nogo Dino berdasarkan hari dan pasaran Jawa. Dalam kepercayaan tersebut, setiap hari memiliki arah tertentu yang dianggap perlu diperhatikan agar seseorang terhindar dari kesialan atau kerugian.
Menurut penjelasan dalam video tersebut, posisi Nogo Dino berubah berdasarkan hari. Senin disebut berada di arah barat laut atau ngalor-ngulon. Selasa dan Rabu berada di barat, Kamis, Jumat, dan Minggu berada di timur, sedangkan Sabtu berada di selatan. Sementara itu, arah utara dikaitkan dengan pasaran Wage.
Posisi Nogo Dino Berdasarkan Hari
Dalam penanggalan tradisional Jawa, arah Nogo Dino juga dipadukan dengan lima pasaran, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Masing-masing pasaran dipercaya memiliki posisi tersendiri.
Legi berada di timur, Pahing di selatan, Pon di barat, Wage di utara, sedangkan Kliwon berada di tengah. Perhitungan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan arah yang dianggap baik maupun kurang baik ketika seseorang hendak melakukan aktivitas tertentu.
Dalam video itu, pasaran Wage disebut memiliki makna khusus karena posisinya berada di utara. Penjelasan tersebut kemudian dikaitkan dengan pemilihan hari baik untuk berbagai keperluan, seperti membuka usaha, pindah rumah maupun menggelar pesta pernikahan.
Baca Juga: 78 Siswa Masih Sakit Satgas Catat 549 Korban Tak Hanya Satu Sekolah
Pedagang Keliling Diminta Memperhatikan Arah
Salah satu contoh yang dibahas adalah aktivitas pedagang keliling. Menurut kepercayaan Nogo Dino, seorang pedagang perlu memperhatikan posisi Nogo Dino sebelum menentukan arah perjalanan.
Misalnya, ketika Nogo Dino berada di timur, seseorang disebut sebaiknya tidak bepergian menuju timur. Arah tersebut dipercaya dapat membuat dagangan kurang laku, mengalami kerugian, bahkan menghadapi risiko kehilangan atau tertipu.
Sebaliknya, orang tersebut dianjurkan memilih arah yang berlawanan atau arah lain yang dianggap lebih menguntungkan berdasarkan perhitungan hari dan pasaran.
Contoh lain diberikan untuk Jumat Legi. Karena Nogo Dino disebut berada di timur, seseorang yang hendak berdagang dari rumah dianjurkan menuju arah barat. Dalam kepercayaan tradisional tersebut, cara ini diyakini dapat membantu menghindari kondisi kurang beruntung.
Dipercaya Berlaku untuk Lamaran dan Perjalanan
Nogo Dino tidak hanya dikaitkan dengan aktivitas berdagang. Dalam video tersebut, perhitungan arah juga disebut dapat diterapkan ketika seseorang hendak melamar calon pasangan.
Keluarga yang akan melakukan lamaran dianjurkan memperhatikan arah rumah calon pengantin serta hari yang dipilih. Tujuannya, menurut kepercayaan tersebut, agar perjalanan dan prosesi lamaran berjalan lancar serta terhindar dari kejadian yang dianggap memalukan atau membawa kesulitan.
Tradisi Nogo Dino merupakan bagian dari pengetahuan dan adat Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Kepercayaan mengenai arah, hari, dan pasaran tersebut tidak dapat dipastikan secara ilmiah sebagai penentu rezeki atau keberuntungan.
Meski demikian, bagi sebagian masyarakat Jawa, perhitungan semacam ini masih menjadi bagian dari budaya dan pertimbangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pemaknaannya pun dapat berbeda antara satu daerah dan keluarga dengan lainnya.
Baca Juga: Kekurangan Guru, PGRI Tagih Janji Pemerintah
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest