Naga Dina dan Patine Dina: Cara Menghitung Arah Rezeki dan Arah yang Dipercaya Membawa Sial

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:35 WIB
Naga Dina dan Patine Dina dipercaya menentukan arah baik dan buruk dalam hitungan weton Jawa. Simak cara menghitungnya dengan contoh Sabtu Legi (Pinterest).
Naga Dina dan Patine Dina dipercaya menentukan arah baik dan buruk dalam hitungan weton Jawa. Simak cara menghitungnya dengan contoh Sabtu Legi (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Naga Dina dan Patine Dina menjadi bagian dari hitungan weton Jawa yang dipercaya sebagian masyarakat untuk menentukan arah baik dan arah yang sebaiknya dihindari. Perhitungan ini menggunakan neptu hari dan pasaran, lalu dikaitkan dengan berbagai keperluan penting seperti berdagang, pindah rumah hingga menggelar hajatan.

Dalam tradisi Jawa, Naga Dina dikenal sebagai “jayane dina” atau kekuatan sebuah hari. Arah yang ditempati Naga Dina dipercaya menjadi lokasi yang dianggap memiliki kekuatan atau keberuntungan. Sebaliknya, Patine Dina dimaknai sebagai “kematian hari” sehingga arahnya dipercaya perlu dihindari ketika seseorang hendak menjalankan aktivitas penting.

Pembahasan Naga Dina dan Patine Dina dalam sebuah video tersebut juga memberikan contoh penghitungan menggunakan weton Sabtu Legi. Dari contoh itu, Naga Dina Sabtu Legi disebut berada di selatan, sedangkan Patine Dina berada di timur.

Neptu Hari dan Pasaran

Sebelum menghitung Naga Dina, masyarakat yang mengikuti hitungan weton perlu mengetahui nilai neptu hari dan pasaran.

Neptu hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sedangkan neptu pasaran terdiri dari Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Nilai hari dan pasaran kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan angka yang digunakan dalam menentukan posisi Naga Dina.

Sebagai contoh, Sabtu Legi memiliki neptu 14. Angka tersebut diperoleh dari Sabtu yang bernilai 9 dan Legi yang bernilai 5.

Baca Juga: 11 Jenderal Baru Polri Hasil Mutasi 25 Juni 2026, Ini Daftar dan Jabatan Barunya

Cara Menghitung Naga Dina

Setelah memperoleh neptu 14, hitungan dimulai dari arah timur atau wetan. Urutan arah yang digunakan adalah timur, selatan, barat, dan utara secara berulang.

Dalam contoh Sabtu Legi, hitungan ke-14 jatuh pada arah selatan. Artinya, Naga Dina atau “jayane dina” untuk Sabtu Legi berada di selatan.

Arah tersebut kemudian dianggap sebagai lokasi kekuatan hari. Karena itu, orang yang masih mengikuti tradisi ini dapat menjadikan posisi tersebut sebagai salah satu pertimbangan ketika melakukan aktivitas tertentu.

Patine Dina Dihitung dari Hari dan Pasaran

Setelah mengetahui Naga Dina, langkah berikutnya adalah menghitung Patine Dina. Perhitungan ini bertujuan mengetahui arah yang dipercaya kurang baik, khususnya ketika seseorang hendak menjalankan hajat besar.

Untuk Sabtu Legi dengan neptu 14, angka tersebut terlebih dahulu digunakan untuk menghitung urutan hari. Hitungan dimulai dari Sabtu dan berjalan melalui Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, lalu kembali ke Sabtu.

Hasil hitungan 14 kemudian jatuh pada Sabtu. Setelah itu, angka 14 kembali digunakan untuk menghitung pasaran mulai dari Legi. Urutannya adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon dan kembali ke Legi.

Hasil penghitungan tersebut jatuh pada Kliwon. Dengan demikian, Patine Dina untuk Sabtu Legi adalah Sabtu Kliwon.

Neptu Sabtu Kliwon kemudian dihitung, yakni Sabtu 9 ditambah Kliwon 8 sehingga menghasilkan angka 17. Angka tersebut kembali dihitung mulai dari arah timur dengan urutan timur, selatan, barat, dan utara.

Pada hitungan ke-17, posisi tersebut jatuh di timur. Artinya, Patine Dina Sabtu Legi berada di arah timur.

Baca Juga: Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Untuk Sementara Waktu Akibat Dugaan Keracunan MBG

Dipercaya Perlu Dihindari Saat Hajat Besar

Dalam kepercayaan tersebut, arah Patine Dina sebaiknya dihindari ketika seseorang hendak menjalankan kegiatan besar. Contohnya saat menggelar prosesi pernikahan, pindah rumah atau mencari rezeki melalui aktivitas berdagang.

Jika seseorang berdagang pada Sabtu Legi dan bergerak menuju timur, misalnya, arah tersebut dipercaya dapat membuat usaha tidak memperoleh hasil maksimal. Sebaliknya, arah Naga Dina yang berada di selatan dianggap sebagai posisi kekuatan hari.

Namun, Naga Dina dan Patine Dina merupakan bagian dari kepercayaan serta pengetahuan tradisional Jawa. Tidak ada bukti ilmiah bahwa arah tertentu dapat secara pasti menentukan keberuntungan, rezeki, kegagalan maupun kesialan seseorang.

Bagi masyarakat yang masih memegang hitungan weton, tradisi ini dapat menjadi bagian dari warisan budaya dan pertimbangan dalam menjalankan aktivitas. Sementara hasil akhir sebuah usaha atau kegiatan tetap dipengaruhi oleh ikhtiar, perencanaan dan berbagai faktor nyata lainnya.

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Sabtu Legi Weton jawa Neptu Hari naga dina patine dina