Hari Baik Pindah Rumah Menurut Hitungan Jawa, Ada 6 Pantangan yang Wajib Dihindari

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Hari baik pindah rumah menurut hitungan Jawa melibatkan weton, arah, pasaran, bulan, dan 6 pantangan. Simak cara menentukan waktu boyongan (Pinterest).
Hari baik pindah rumah menurut hitungan Jawa melibatkan weton, arah, pasaran, bulan, dan 6 pantangan. Simak cara menentukan waktu boyongan (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Hari baik pindah rumah dalam tradisi Jawa tidak sekadar ditentukan berdasarkan hari dan tanggal. Perhitungannya bisa melibatkan weton kelahiran, arah perpindahan, pasaran, bulan, hingga sejumlah pantangan yang dikenal dalam hitungan Jawa. Tujuannya, menurut kepercayaan tersebut, agar proses boyongan berjalan lancar dan penghuni mendapat keselamatan.

Dalam sebuah video yang membahas tata cara menentukan hari baik pindah rumah, dijelaskan bahwa boyongan merupakan istilah untuk pindah rumah atau tempat tinggal. Perhitungan serupa juga dapat digunakan bagi seseorang yang hendak berangkat kerja untuk pertama kali ke luar daerah.

Namun, terdapat sejumlah tahapan yang harus diperhatikan. Perhitungan Jawa sendiri memiliki beragam pakem sehingga hasilnya bisa berbeda antara satu sumber dengan sumber lainnya. Karena itu, hitungan tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari tradisi dan ikhtiar masyarakat Jawa.

Tentukan Weton dan Arah Pindahan

Langkah pertama adalah mengetahui hari dan pasaran kelahiran orang yang akan melakukan boyongan. Jika yang pindah sudah berkeluarga, perhitungan dapat menggunakan weton ayah atau kepala keluarga.

Selanjutnya, arah perpindahan harus diketahui. Misalnya, rumah berpindah dari timur ke barat, selatan ke utara, atau menuju arah mata angin lainnya. Arah tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan apakah suatu hari dianggap sesuai.

Hari yang akan digunakan juga perlu direncanakan terlebih dahulu. Setelah itu, hitungan pasaran kelahiran digunakan sebagai dasar untuk mencari pasaran yang diperbolehkan.

Sebagai contoh, seseorang yang lahir Rabu Pon menggunakan tiga langkah pasaran, yakni Pon, Wage, dan Kliwon. Sementara Legi dan Pahing tidak digunakan karena masuk hitungan Nas tertentu.

Baca Juga: 11 Jenderal Baru Polri Hasil Mutasi 25 Juni 2026, Ini Daftar dan Jabatan Barunya

Perhatikan Nas Meninggalnya Orang Tua

Selain weton, ada pantangan yang disebut Nas meninggalnya orang tua. Jika orang tua seseorang meninggal pada pasaran Kliwon, misalnya, pasaran Kliwon tidak digunakan dalam menentukan hari boyongan.

Dengan demikian, untuk contoh kelahiran Rabu Pon, jika Nas meninggalnya orang tua berada di Kliwon, pilihan pasaran yang digunakan tinggal Pon dan Wage.

Perhitungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan melihat kategori hari dalam buku atau pedoman Pawukon. Hari yang dianggap baik biasanya masuk kategori hijau atau kuning. Sebaliknya, hari dengan kategori merah dihindari.

Contoh Hari Senin Pon

Dalam contoh yang diberikan, Senin Pon dipilih sebagai salah satu kandidat hari baik pindah rumah bagi seseorang yang lahir Rabu Pon. Berdasarkan hitungan yang digunakan dalam video, Senin Pon dinilai memiliki kategori yang baik atau mulus.

Bulan yang digunakan juga diperiksa. Dalam contoh tersebut, bulan Jumadil Awal masuk kategori kuning sehingga masih dianggap dapat digunakan. Hari dan bulan kemudian diperiksa kembali sebelum keputusan boyongan dibuat.

Perhitungan tidak berhenti pada hari dan bulan. Ada sejumlah unsur yang dipercaya harus dihindari agar perpindahan rumah tidak bertepatan dengan kondisi yang dianggap kurang baik.

Baca Juga: Kekurangan Guru, PGRI Tagih Janji Pemerintah

Enam Pantangan Saat Boyongan

Dalam hitungan yang dijelaskan, terdapat enam hal yang disebut perlu dihindari ketika menentukan waktu pindah rumah. Keenamnya adalah Nogo Dino, Nogo Sasi, Nogo Taun, Rijal Dino, Kolowuku, dan Loropati.

Nogo Dino berkaitan dengan posisi naga berdasarkan hari, sedangkan Nogo Sasi dan Nogo Taun berkaitan dengan perhitungan bulan serta tahun. Sementara Rijal Dino, Kolowuku, dan Loropati juga diperiksa dalam pedoman Pawukon untuk memastikan waktu yang dipilih tidak bertepatan dengan pantangan.

Karena itu, menentukan hari baik pindah rumah menurut hitungan Jawa membutuhkan ketelitian. Dalam contoh tersebut, perhitungan dilakukan secara bertahap mulai dari weton, arah perpindahan, pasaran, hari, bulan hingga berbagai kolo yang harus dihindari.

Tradisi boyongan merupakan bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa. Tidak ada bukti ilmiah bahwa hitungan tersebut dapat menjamin keselamatan, kelancaran rezeki atau keberuntungan setelah pindah rumah.

Bagi masyarakat yang masih menjalankannya, perhitungan tersebut dapat menjadi bentuk ikhtiar sebelum memulai kehidupan di tempat baru. Sementara keputusan akhir tetap perlu disertai persiapan nyata, doa dan keyakinan masing-masing.

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
hitungan jawa Hari baik pindah rumah Boyongan Pawukon Weton jawa