Weton Jumat Wage: 5 Pantangan Besar dan Hari Naas yang Dipercaya Bisa Memicu Kesialan

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Weton Jumat Wage dipercaya memiliki 5 pantangan besar dan sejumlah hari naas menurut Primbon Jawa. Simak makna, karakter, serta kepercayaan yang masih diyakini masyarakat (Pinterest).
Weton Jumat Wage dipercaya memiliki 5 pantangan besar dan sejumlah hari naas menurut Primbon Jawa. Simak makna, karakter, serta kepercayaan yang masih diyakini masyarakat (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Weton Jumat Wage menjadi salah satu weton dalam Primbon Jawa yang hingga kini masih menarik perhatian masyarakat. Kepercayaan turun-temurun menyebut pemilik weton Jumat Wage memiliki karakter lembut, berjiwa spiritual, tetapi juga diyakini memiliki sejumlah pantangan yang perlu diperhatikan agar terhindar dari berbagai kesialan.

Dalam tradisi Primbon Jawa, setiap orang dipercaya membawa energi berdasarkan hari dan pasaran kelahirannya. Karena itu, banyak masyarakat Jawa masih menggunakan perhitungan weton sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang dianggap baik maupun kurang baik untuk menjalankan aktivitas penting.

Pembahasan mengenai weton Jumat Wage kembali ramai setelah banyak konten yang mengulas karakter, pantangan, hingga hari naas yang dipercaya berkaitan dengan perjalanan hidup pemilik weton tersebut. Meski demikian, seluruh kepercayaan ini merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa dan tidak memiliki dasar ilmiah.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Meluas di Kecamatan Panggul Dari Lima Jadi Enam Desa, Distribusi Air Bersih Telah Dijadwalkan

Karakter Weton Jumat Wage Menurut Primbon Jawa

Dalam hitungan Primbon Jawa, Jumat memiliki nilai neptu 6, sedangkan Wage bernilai 4. Dengan demikian, total neptu Weton Jumat Wage adalah 10.

Neptu tersebut dikaitkan dengan watak Pandita, yaitu pribadi yang dikenal bijaksana, gemar memberi nasihat, cerdas, serta memiliki kecenderungan spiritual yang kuat. Selain itu, mereka dipercaya berada di bawah naungan Pendomudo.

Karakter lain yang sering dilekatkan kepada pemilik Weton Jumat Wage adalah jujur, mudah iba kepada orang lain, serta lebih memilih mengalah demi menjaga keharmonisan. Namun, di balik sifat lembut tersebut, mereka juga diyakini mudah tersulut emosi ketika kesabarannya telah mencapai batas.

Menurut kepercayaan Primbon Jawa, kondisi emosi yang kurang stabil tersebut membuat pemilik Weton Jumat Wage lebih rentan terhadap pengaruh energi negatif apabila mengabaikan pantangan yang diwariskan para leluhur.

Lima Pantangan Besar Weton Jumat Wage

Berdasarkan penjelasan dalam tradisi Primbon Jawa, terdapat beberapa pantangan yang dipercaya sebaiknya dihindari oleh pemilik Weton Jumat Wage.

Pantangan pertama adalah memulai usaha atau bisnis pada Selasa Kliwon. Hari tersebut dipercaya memiliki energi yang bertentangan dengan jalur rezeki Weton Jumat Wage sehingga dikhawatirkan memicu konflik usaha maupun hambatan dalam bisnis.

Pantangan kedua berkaitan dengan membangun atau pindah rumah pada bulan Suro. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, bulan tersebut memiliki energi spiritual yang kuat sehingga dianggap kurang baik bagi pemilik Weton Jumat Wage apabila digunakan untuk memulai hunian baru.

Selanjutnya, pemilik Weton Jumat Wage juga disarankan menghindari perjalanan jauh ke arah barat ketika bertepatan dengan hari kelahirannya. Hal ini dikaitkan dengan perhitungan naga hari yang menempatkan arah barat sebagai arah yang kurang menguntungkan.

Pantangan berikutnya adalah menyakiti hati ibu atau perempuan yang lebih tua. Dalam falsafah Jawa, tindakan tersebut dipercaya dapat menghambat datangnya rezeki serta memengaruhi perjalanan karier seseorang.

Pantangan terakhir berkaitan dengan hari-hari yang dianggap memiliki energi paling lemah bagi pemilik Weton Jumat Wage.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Resmi Jadi Menteri ESDM, Janji Reformasi Regulasi dan Lanjutkan Program yang Sudah Baik

Hari Naas yang Dipercaya Perlu Dihindari

Menurut Primbon Jawa, hari kelahiran seseorang justru dipercaya menjadi salah satu hari kelemahan spiritualnya. Karena itu, Jumat Wage disebut sebagai hari naas utama bagi pemilik weton tersebut.

Selain Jumat Wage, terdapat beberapa hari lain yang juga dianggap kurang baik, yakni Selasa Legi, Sabtu Pahing, dan Kamis Pon.

Pada hari-hari tersebut, masyarakat yang masih mempercayai Primbon Jawa biasanya menghindari berbagai keputusan penting seperti menggelar pernikahan, melakukan perjalanan jauh, menjalani operasi medis yang tidak mendesak, hingga membeli barang bernilai besar.

Sebaliknya, hari-hari tersebut dianjurkan dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, menjaga emosi, memperbanyak ibadah, serta mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai bentuk ikhtiar.

Primbon Jawa Sebagai Warisan Budaya

Terlepas dari berbagai pantangan tersebut, Primbon Jawa pada dasarnya dipandang sebagai warisan budaya yang berisi petuah kehidupan. Tujuannya bukan untuk menimbulkan rasa takut, melainkan menjadi pengingat agar seseorang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Bagi pemilik Weton Jumat Wage yang masih memegang tradisi ini, beberapa bentuk ikhtiar yang kerap dilakukan antara lain bersedekah makanan pada Kamis malam serta menjalankan puasa weton saat Jumat Wage. Tradisi tersebut dipercaya sebagai simbol introspeksi dan permohonan keselamatan.

Pada akhirnya, kepercayaan mengenai weton merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa yang terus hidup hingga sekarang. Terlepas dari berbagai mitos yang berkembang, banyak orang meyakini bahwa usaha, doa, dan keputusan bijaksana tetap menjadi faktor utama dalam menentukan perjalanan hidup seseorang.

Baca Juga: Disiplin Penggunaan HP Jadi Tantangan Di Lingkungan Sekolah

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
hari naas Jumat Wage Pantangan Weton weton jumat wage neptu jumat wage Primbon Jawa