Kerajaan Singosari: Dari Ken Arok, Kejayaan Kertanegara hingga Runtuh pada 1292

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:00 WIB
Kerajaan Singosari mengalami konflik perebutan takhta hingga mencapai kejayaan Kertanegara sebelum runtuh pada 1292 dan berlanjut ke Majapahit.(pinterest)
Kerajaan Singosari mengalami konflik perebutan takhta hingga mencapai kejayaan Kertanegara sebelum runtuh pada 1292 dan berlanjut ke Majapahit.(pinterest)

MALANG - Kerajaan Singosari memiliki perjalanan sejarah yang diwarnai perebutan kekuasaan, pergantian raja, hingga kejayaan di bawah Kertanegara. Kerajaan bercorak Hindu Buddha yang berpusat di sebelah timur Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur, tersebut berdiri sekitar 70 tahun hingga akhirnya berakhir pada 1292 Masehi.

Dalam sejarahnya, Kerajaan Singosari sebenarnya bernama Tumapel. Ibu kotanya bernama Kuta Raja. Pada 1253, nama ibu kota tersebut diubah menjadi Singosari. Seiring waktu, nama Singosari justru lebih dikenal sebagai nama kerajaan.

Kisah mengenai kerajaan ini banyak ditelusuri melalui Kitab Pararaton dan Negarakertagama. Namun, kedua sumber tersebut memiliki sejumlah perbedaan dalam silsilah penguasa Singosari.

Versi Pararaton yang disebut lebih dikenal menempatkan Ken Arok sebagai pendiri kerajaan. Ia awalnya merupakan rakyat biasa yang hidup di Tumapel ketika wilayah tersebut masih berada di bawah kekuasaan Kadiri.

Ken Arok kemudian bekerja sebagai pengawal Tunggul Ametung, seorang akuwu di Tumapel. Dalam kisah tersebut, Ken Arok membunuh Tunggul Ametung karena menginginkan Ken Dedes. Setelah itu, ia menjadi akuwu Tumapel yang baru.

Ken Arok kemudian mendirikan Tumapel dan memisahkan diri dari Kadiri. Dengan bantuan para Brahmana yang berseteru dengan Raja Kertajaya, ia berhasil menaklukkan Kerajaan Kadiri. Ken Arok kemudian menjadi raja pertama Singosari pada usia 40 tahun.

Namun, kekuasaan Ken Arok berakhir melalui konflik keluarga. Setelah bertakhta selama 25 tahun, ia dibunuh Anusapati, anak Tunggul Ametung, pada 1247.

Konflik perebutan takhta kemudian terus berlanjut. Anusapati dibunuh Tohjaya, anak Ken Arok, setelah memerintah sekitar dua tahun. Tohjaya sendiri hanya berkuasa selama beberapa bulan sebelum digulingkan oleh Wisnuwardhana.

Wisnuwardhana kemudian memerintah selama 22 tahun. Ia akhirnya digantikan oleh putranya, Kertanegara, secara damai.

Kertanegara Bawa Singosari ke Masa Kejayaan

Berbeda dengan rangkaian konflik pada masa sebelumnya, Singosari berkembang pesat di bawah kepemimpinan Kertanegara. Kerajaan tersebut tidak hanya memperluas wilayah kekuasaan, tetapi juga membangun kekuatan di bidang pelayaran dan perdagangan.

Wilayah kekuasaan Singosari pada masa Kertanegara disebut mencakup Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera, Semenanjung Malaya, hingga sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Lama di Garasi, Netizen Mulai Bertanya: Honda Sedang Apa?

Singosari juga disebut menguasai jalur perdagangan dan maritim dari Selat Malaka sampai Kepulauan Maluku. Komoditas yang diperdagangkan antara lain rempah, beras, emas, dan kayu cendana.

Kekuatan tersebut membuat nama Singosari terdengar hingga ke Mongolia. Kubilai Khan kemudian menuntut Singosari menjadi daerah bawahannya. Untuk menghadapi ancaman tersebut, Singosari menjalin kerja sama dengan Kerajaan Champa atau Vietnam.

Akan tetapi, banyaknya pasukan yang dikirim ke luar Jawa membuat pertahanan dalam negeri melemah. Kondisi itu kemudian dimanfaatkan Jayakatwang, Bupati Gelang-gelang, untuk melakukan pemberontakan.

Pada 1292, Jayakatwang berhasil membunuh Kertanegara di istananya. Ia kemudian mengakhiri riwayat Kerajaan Singosari dan menyatakan dirinya sebagai Raja Kadiri.

Kekuasaan Jayakatwang tidak berlangsung lama. Pada 1293, ia dikalahkan Raden Wijaya, menantu Kertanegara, dengan memanfaatkan kedatangan pasukan Kubilai Khan.

Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit yang disebut sebagai kelanjutan dari Singosari. Ia menyatakan diri sebagai bagian dari Dinasti Rajasa yang dimulai oleh Ken Arok.

Selain kisah para rajanya, keberadaan Kerajaan Singosari juga meninggalkan sejumlah peninggalan. Di antaranya Candi Kidal, Candi Singosari, Candi Jago, Prasasti Singosari, dan Prasasti Malurung.

Sejarah Singosari akhirnya memperlihatkan perubahan besar dari kerajaan yang lahir setelah melepaskan diri dari Kadiri, mengalami konflik perebutan takhta, mencapai perkembangan pada masa Kertanegara, hingga akhirnya berakhir dan diteruskan melalui berdirinya Majapahit.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Kerajaan Singosari Ken Arok Kertanegara Sejarah Jawa Timur majapahit