Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pisang Bisa Turunkan Hipertensi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mahsun Nidhom • Jumat, 18 April 2025 | 04:00 WIB
Pisang bisa jadi senjata rahasia tubuhmu melawan tekanan darah tinggi.
Pisang bisa jadi senjata rahasia tubuhmu melawan tekanan darah tinggi.

Trenggaleknjenggelek - Pernah diberi nasihat untuk mengurangi garam saat tekanan darah naik?

Ternyata, menurut riset terbaru dari University of Waterloo, meningkatkan asupan kalium justru bisa jadi langkah yang lebih efektif dibanding sekadar memangkas konsumsi natrium (garam).

Hal ini menunjukkan bahwa rasio antara kalium dan natrium dalam makanan kita sangat memengaruhi tekanan darah.

Anita Layton, seorang profesor matematika menulis dalam bukunya Mathematical Biology and Medicine, “Our research suggests that adding more potassium-rich foods to your diet, such as bananas or broccoli, might have a greater positive impact on your blood pressure than just cutting sodium.”

Semakin tinggi kadar kalium dalam tubuh, terutama jika dibandingkan dengan jumlah natrium yang dikonsumsi, semakin besar peluang tekanan darah kembali normal.

Dan kabar baiknya, kalium bisa dengan mudah kita temukan di pisang, brokoli, dan sayuran lainnya.

Baca Juga: Sebanyak 9.788 Penduduk Trenggalek Berprofesi Sebagai Nelayan

Pisang vs Garam: Siapa Lebih Berpengaruh?

Alih-alih fokus mutlak pada “kurangi garam,” banyak ahli kini menekankan pentingnya memperhatikan keseimbangan elektrolit secara keseluruhan. 

Padahal, tubuh kita sejak zaman nenek moyang dirancang untuk berfungsi optimal dalam pola makan tinggi kalium dan rendah natrium, seperti makanan berbasis buah dan sayur yang dulu jadi konsumsi utama manusia.

Sementara itu, gaya hidup modern cenderung berbanding terbali. Tinggi garam, rendah sayuran.

Inilah yang diyakini menjadi penyebab kenapa hipertensi lebih umum ditemukan di negara-negara industri ketimbang masyarakat adat yang masih mengonsumsi makanan alami.

Perbedaan Gender dalam Respons Kalium

Pria ternyata lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan wanita, khususnya pada usia sebelum 50-an.

Namun menariknya, saat asupan kalium dalam pola makan meningkat, pria justru menunjukkan respons yang lebih cepat dalam menurunkan tekanan darah.

Kondisi ini membuat makanan kaya kalium seperti pisang, kentang, dan bayam menjadi penting bukan hanya untuk kesehatan secara umum.

selain itu, sebagai langkah konkret menjaga kestabilan tekanan darah—terutama bagi pria yang cenderung lebih mudah terdampak.

Sebuah pengingat bahwa perhatian terhadap nutrisi bukan hanya soal apa yang kita hindari, tapi juga apa yang perlu kita tambahkan ke dalam pola makan harian.

Baca Juga: FOMO dan Tekanan Sosial: Kenapa Kita Merasa Tak Pernah Cukup?

Jangan Cuma Kurangi Garam, Tambah Juga Kalium

Satu pesan penting dari riset ini, perbaiki keseimbangan, bukan hanya mengurangi. Kalium dan natrium adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi.

Dengan menambah konsumsi makanan tinggi kalium, kita tidak hanya menurunkan risiko hipertensi, tapi juga menjaga fungsi jantung, ginjal, dan bahkan kesehatan otak.

Jadi, kalau tekanan darah mulai naik, mungkin saatnya tidak hanya bilang “kurangi asin,” tapi juga “ayo makan pisang!”. (sun)

 

Editor : Mahsun Nidhom
#garam #hipertensi #pisang