Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ciplukan, Tanaman Liar Nusantara yang Menyimpan Segudang Manfaat Kesehatan

Zaki Jazai • Jumat, 18 April 2025 | 20:59 WIB

Cipluan yang siap santap
Cipluan yang siap santap

Trenggaleknjenggelek – Ciplukan (Physalis angulata L.), tanaman liar yang kerap ditemukan di tegalan, kebun, hingga tepi jalan di Jawa, ternyata menyimpan potensi besar sebagai tanaman obat untuk kesehatan. Meski berasal dari Amerika, ciplukan kini tumbuh subur di berbagai kawasan tropis dunia, termasuk Indonesia.

Buah ciplukan berbentuk telur dengan panjang mencapai 14 milimeter. Saat matang, warnanya bervariasi mulai dari hijau, putih, kuning, oranye, hingga semburat ungu, lengkap dengan kelopak yang melindungi buahnya. Di Nusantara, tanaman ini telah lama dikenal sebagai tanaman obat tradisional, memanfaatkan hampir seluruh bagian tanaman—akar, batang, daun, dan buah.

Baca Juga: Pisang Bisa Turunkan Hipertensi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Berbagai penelitian mengungkap, ciplukan kaya akan senyawa bioaktif seperti asam sitrat, physalin (terpen/sterol), saponin, flavonoid, dan alkaloid. Senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid yang bersifat semipolar dapat diekstraksi menggunakan kloroform dari larutan etanol 70%. Studi pra-klinik pada mencit putih menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Physalis angulata L. memiliki aktivitas antidiabetes pada dosis 10 hingga 100 mg/kg berat badan.

Tak hanya itu, tanaman ini juga diketahui mengandung berbagai senyawa aktif seperti asam klorogenat, asam elaidat, asam malat, tanin, kriptoxantin, polifenol, dan steroid. Beragam kandungan ini memberikan ciplukan khasiat farmakologis yang luas.

Baca Juga: Bahaya Manipulasi bagi Korban Bullying dalam Anime Classroom of the Elite

Menurut Nuswantoro (2020), akar ciplukan dapat digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam, sementara daunnya bermanfaat untuk mengobati patah tulang, busung air, bisul, borok, serta membantu memperkuat jantung. Daun juga dimanfaatkan untuk mengatasi keseleo, nyeri perut, hingga kencing nanah. Sedangkan buahnya digunakan dalam pengobatan epilepsi, kesulitan buang air, dan penyakit kuning.

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa ciplukan memiliki aktivitas biologis sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan, imunosupresan, antiinflamasi, antioksidan, hingga sitotoksik. Potensi inilah yang membuka peluang pengembangan ciplukan sebagai sumber bahan baku obat herbal modern di masa depan.

Baca Juga: Rawan Trauma sebagai Dampak Kekalahan Telak Timnas Indonesia U-17 atas Korea Utara, Ini Cara Psikologis yang Perlu Dilakukan

Di tengah tren kembali ke alam dan meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal, ciplukan menawarkan harapan baru dalam dunia kesehatan berbasis tanaman nusantara.(jaz)

Toyota Veloz
Toyota Veloz
Editor : Zaki Jazai
#kesehatan #tanaman liar #ciplukan