Trenggaleknjenggelek - Lonjakan pasien poli jiwa di RSUD dr. Soedomo Trenggalek membuka mata akan ragam penyebab gangguan kejiwaan.
Bahkan gangguan kejiwaan kini tidak hanya melanda orang dewasa, namun juga kalangan remaja bahkan anak-anak.
Berdasarkan data rumah sakit, tercatat sebanyak 7.007 pasien berobat ke poli jiwa pada 2023.
Angka itu meningkat tipis menjadi 7.089 pasien sepanjang 2024.
Meski tidak signifikan, peningkatan ini tetap menjadi sinyal peringatan akan tingginya tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat.
Dokter Spesialis Jiwa RSUD dr. Soedomo, dr. Yekti Nurhaeni menjelaskan bahwa sebagian besar pasien yang datang bukan menderita gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, melainkan mengalami gangguan cemas dan depresi.
“Rata-rata pasien mengalami gangguan cemas dan depresi yang seringkali bermula dari gangguan lambung. Kondisi ini disebut psikosomatis, yaitu ketika tekanan emosional memengaruhi kondisi fisik,” ujar dr. Yekti.
Gejala awal yang umum dirasakan pasien antara lain sakit kepala berkepanjangan hingga gangguan tidur.
Menurut dr. Yekti, gangguan ini dipicu oleh beragam faktor, mulai dari tekanan ekonomi, beban pekerjaan, hingga konflik keluarga.
Bagi orang dewasa, persoalan finansial menjadi penyebab utama.
"Sementara pada kelompok remaja, penyebabnya jauh lebih kompleks," ungkapnya.
Gadget, narkoba, pil dobel L, serta konsumsi alkohol menjadi pemicu dominan gangguan kejiwaan pada kalangan muda.
“Remaja saat ini dihadapkan pada banyak tantangan, mulai dari tekanan sosial media hingga kecanduan teknologi. Belum lagi jika sudah mulai memasuki fase dewasa muda, masalah percintaan dan tuntutan pekerjaan mulai muncul,” jelasnya.
Kondisi yang sama juga terjadi pada kelompok usia lanjut.
"Meski tidak bersinggungan langsung dengan masalah ekonomi, para lansia kerap dilanda kecemasan akibat rasa takut akan kematian atau kegelisahan karena anak cucu yang belum mencapai keberhasilan dalam hidup," ujarnya.
Dengan jumlah pasien yang cenderung meningkat, RSUD dr. Soedomo Trenggalek menilai pentingnya peran puskesmas untuk menangani pasien gangguan jiwa berat yang telah stabil.
Sementara itu, kasus gangguan ringan seperti kecemasan dan depresi masih menjadi fokus layanan di poli jiwa rumah sakit. (kho)