Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fakta yang Dialami oleh Orang dengan Gangguan Kecemasan (Anxiety)

Amalia Rizky Indah Permadani • Kamis, 24 April 2025 | 15:00 WIB

Anxiety bisa mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari bantuan profesional untuk mengatasinya.
Anxiety bisa mengganggu kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari bantuan profesional untuk mengatasinya.

Trenggaleknjenggelek - Gangguan kecemasan, atau anxiety disorder, adalah kondisi kesehatan mental yang semakin banyak dialami oleh banyak orang di seluruh dunia.

Fenomena ini tidak mengenal batas usia, jenis kelamin, atau latar belakang sosial. Terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, kecemasan bisa berkembang menjadi gangguan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meskipun tampak seperti perasaan cemas yang biasa, bagi pengidapnya, kecemasan ini bisa sangat menguras tenaga dan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Berikut adalah beberapa fakta yang dialami oleh orang dengan gangguan kecemasan.

Baca Juga: Gangguan Jiwa Pada Remaja Jadi Alarm Sunyi: Saat Dunia Terlalu Berisik Pikiran Bisa Ikutan Panik

1. Perasaan Cemas yang Berlebihan dan Tidak Rasional

Salah satu ciri utama dari gangguan kecemasan adalah perasaan cemas yang berlebihan.

Orang dengan gangguan ini sering kali merasa khawatir tentang hal-hal yang mungkin tidak seharusnya menjadi sumber kecemasan.

Misalnya, mereka bisa merasa cemas berlebihan tentang situasi sosial yang seharusnya tidak mengancam atau khawatir tentang hal-hal yang tidak realistis, seperti bencana yang tidak terjadi.

Perasaan cemas ini bisa datang tanpa alasan yang jelas, membuat mereka merasa tidak nyaman meskipun kondisi di sekitar mereka aman.

Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Berbicara Menurut Psikologi

2. Gejala Fisik yang Menyertai

Selain perasaan cemas, orang yang mengidap gangguan kecemasan sering mengalami gejala fisik.

Hal ini bisa berupa detak jantung yang cepat, keringat dingin, tremor (gemetar), kesulitan bernapas, atau bahkan pusing dan mual.

Gejala fisik ini bisa sangat mengganggu, dan kadang-kadang bisa muncul begitu kuat hingga menyebabkan serangan panik yang mendalam.

Pada beberapa orang, gejala fisik ini dapat mengarah pada masalah kesehatan fisik lainnya jika tidak segera ditangani.

3. Menghindari Situasi Sosial atau Kegiatan Sehari-hari

Orang dengan gangguan kecemasan sering kali menghindari situasi yang mereka anggap menambah kecemasan.

Mereka mungkin menolak untuk menghadiri pertemuan sosial, berbicara di depan umum, atau terlibat dalam aktivitas yang mereka anggap menakutkan.

Hal ini bisa mengarah pada isolasi sosial, yang bisa memperburuk kondisi kecemasan.

Dalam beberapa kasus, penghindaran ini bisa begitu parah hingga menyebabkan gangguan fungsional dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesulitan bekerja, belajar, atau berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga: Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan dan Waktu yang Tepat untuk Mengonsumsinya

4. Perasaan Terjebak dalam Pikiran Negatif

Pengidap gangguan kecemasan sering terjebak dalam siklus pikiran negatif yang berulang.

Mereka bisa terus-menerus memikirkan kemungkinan terburuk dari setiap situasi atau berpikir bahwa mereka tidak akan mampu menghadapi tantangan yang ada.

Pikiran ini sering kali tidak rasional dan jauh lebih buruk daripada kenyataannya.

Meskipun mereka menyadari bahwa kecemasan tersebut berlebihan, mereka merasa kesulitan untuk menghentikan pikiran tersebut, yang pada gilirannya memperburuk kecemasan mereka.

Baca Juga: Poli Jiwa di RSUD dr Soedomo Trenggalek Diisi Pasien Remaja hingga Orang Tua

5. Gangguan Tidur dan Kelelahan

Perasaan cemas yang berkelanjutan dapat mengganggu kualitas tidur pengidapnya.

Mereka mungkin merasa kesulitan tidur atau terjaga sepanjang malam memikirkan hal-hal yang menyebabkan kecemasan.

Gangguan tidur ini dapat menyebabkan kelelahan kronis, yang memperburuk gejala kecemasan dan memperburuk kualitas hidup mereka.

Kelelahan akibat kurang tidur juga dapat mempengaruhi konsentrasi dan kemampuan pengidap untuk menghadapi tantangan sehari-hari.

6. Kecemasan yang Menyebabkan Pengaruh Terhadap Kesehatan Fisik

Seiring berjalannya waktu, kecemasan yang terus-menerus dapat mempengaruhi kesehatan fisik secara keseluruhan.

Pengidap gangguan kecemasan lebih rentan terhadap masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan (misalnya, irritable bowel syndrome), tekanan darah tinggi, dan masalah jantung.

Stres berkepanjangan akibat kecemasan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga pengidap lebih mudah terkena infeksi atau penyakit lainnya.

Baca Juga: Filter Selfie vs Realita: Dampak Teknologi pada Kesehatan Mental Remaja Perempuan

7. Kesulitan Mengelola Emosi

Gangguan kecemasan juga sering kali terkait dengan kesulitan mengelola emosi.

Orang yang mengalaminya mungkin merasa lebih mudah marah, frustrasi, atau bahkan tertekan tanpa alasan yang jelas.

Mereka mungkin merasa tidak bisa mengendalikan respons emosional mereka, yang bisa menyebabkan masalah dalam hubungan pribadi dan profesional.

Kecemasan juga dapat meningkatkan perasaan tidak berdaya dan hilangnya rasa kontrol atas hidup.

Baca Juga: Rawan Trauma sebagai Dampak Kekalahan Telak Timnas Indonesia U-17 atas Korea Utara, Ini Cara Psikologis yang Perlu Dilakukan

8. Perasaan Tidak Dipahami oleh Orang Lain

Salah satu tantangan terbesar bagi pengidap gangguan kecemasan adalah perasaan tidak dipahami oleh orang lain.

Mereka mungkin merasa kesulitan untuk menjelaskan perasaan mereka, terutama karena kecemasan sering kali tidak terlihat jelas di luar.

Orang yang tidak mengalami gangguan kecemasan mungkin sulit untuk memahami betapa beratnya beban yang dirasakan oleh pengidapnya.

Hal ini bisa menyebabkan isolasi emosional, meningkatkan rasa kesepian dan rasa tidak dimengerti.

Gangguan kecemasan adalah kondisi kesehatan mental yang kompleks dan sering kali mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang.

Baca Juga: Kuaci dalam Budaya Populer: Dari Nongkrong hingga Nostalgia

Meskipun ada banyak cara untuk mengelola kecemasan, seperti terapi kognitif perilaku (CBT) atau pengobatan, penting bagi pengidap gangguan kecemasan untuk merasa didukung dan dipahami.

Kesadaran dan pemahaman tentang kondisi ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan suportif bagi mereka yang mengalami gangguan kecemasan.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala kecemasan, penting untuk mencari bantuan profesional untuk mendapatkan perawatan yang tepat. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#anxiety disorder #anxiety attack #anxienty