Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cara Mengatasi Baby Blues dan Membedakannya dengan Depresi Pasca Melahirkan

Amalia Rizky Indah Permadani • Jumat, 25 April 2025 | 14:00 WIB
Baby blues adalah perubahan emosional yang umum dialami ibu setelah melahirkan, menguji ketahanan hati.
Baby blues adalah perubahan emosional yang umum dialami ibu setelah melahirkan, menguji ketahanan hati.

 

Trenggaleknjenggelek- Meskipun baby blues biasanya bersifat sementara, gejalanya bisa sangat mengganggu ibu baru.

Perasaan cemas, mudah tersinggung, atau kelelahan yang ekstrem mungkin tampak biasa, tetapi jika berlarut-larut dan memburuk, bisa jadi tanda depresi pasca melahirkan.

Baca Juga: Mengatasi Panic Attacks : Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Gangguan Kesehatan Mental Ini

Perbedaan utama antara baby blues dan depresi pasca melahirkan terletak pada durasi dan intensitas gejalanya.

Untuk mengatasi baby blues, dukungan sosial sangat diperlukan.

Baca Juga: Fakta yang Dialami oleh Orang dengan Gangguan Kecemasan (Anxiety)

Berbicara dengan keluarga atau teman, meminta bantuan untuk merawat bayi, serta mendapatkan tidur yang cukup dapat sangat membantu.

Olahraga ringan dan penerimaan diri juga bisa meningkatkan suasana hati ibu setelah melahirkan.

Baca Juga: Bahaya Self-Diagnose Kesehatan Mental pada Gen Z: Tantangan di Era Digital

Namun, jika gejala tidak mereda dalam beberapa minggu atau semakin berat, ibu disarankan untuk segera mencari bantuan profesional untuk memastikan apakah itu baby blues atau depresi pasca melahirkan, yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. (mal)

Photo
Photo
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#depresi #melahirkan #ibu hamil #baby blues