Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

5 Fase Berduka Setelah Kehilangan Keluarga, Proses Berat yang Harus Dilalui Gen Z

Amalia Rizky Indah Permadani • Rabu, 30 April 2025 | 22:30 WIB

Berduka itu proses panjang, Gen Z pun harus berjuang melalui 5 fase emosional yang berat.
Berduka itu proses panjang, Gen Z pun harus berjuang melalui 5 fase emosional yang berat.

Trenggaleknjenggelek - Gak ada yang lebih berat daripada kehilangan orang yang kita sayang, apalagi keluarga.

Rasanya kayak dunia berhenti sejenak, semua jadi gak jelas, dan semua yang kita rasakan campur aduk.

Untuk kita yang sering banget ngomongin mental health dan segala hal tentang perasaan, berduka tuh bukan hal yang bisa dihindari.

Tapi, prosesnya bakal penuh banget dengan fase-fase yang kita gak pernah siapin sebelumnya.

Tapi jangan khawatir, walaupun berat, ada banyak fase yang bisa kita lewatin dan itu semua normal banget.

Yuk, simak beberapa fase berduka yang mungkin kamu rasain setelah kehilangan orang yang kita sayang, dengan gaya yang lebih santai, biar relate banget sama Gen Z!

Baca Juga: Dr. Tirta Edukasi Kesehatan Masyarakat dengan Cara Kekinian

1. Denial: “Gak Mungkin, Ini Mimpi Doang Kan?”

Pernah gak sih kamu merasa kayak... "ini gak nyata deh, pasti nanti mereka balik lagi"?

Nah, itu namanya fase denial atau penyangkalan. Pada tahap ini, kita sering kali gak bisa percaya bahwa orang yang kita cintai itu bener-bener udah gak ada.

Bisa jadi kamu masih berharap, "Nanti mereka pasti muncul, kok," atau ngerasa kalau ini cuma mimpi buruk yang bakal selesai kalau kita bangun tidur.

Ini adalah mekanisme alami tubuh kita, yang berusaha buat melindungi kita dari perasaan terlalu berat.

Jadi, kalo kamu merasa kebingungan atau gak bisa menerima kenyataan, itu normal banget.

Gak perlu ngerasa aneh, karena otak kita butuh waktu buat bisa percaya sama kenyataan yang pahit ini.

 

2. Kemarahan: “Kenapa Sih Bisa Gini?!”

Gak lama setelah fase denial, pasti ada rasa marah yang muncul.

Kamu mungkin merasa marah banget ke diri sendiri, ke orang lain, atau bahkan ke dunia karena kehilangan ini.

Perasaan kayak "Kenapa harus mereka?" atau "Kenapa gak ada yang bisa diubah?" sering banget muncul di fase ini.

Penting banget buat diinget, perasaan marah itu normal. Kita merasa gak adil dan kecewa karena nggak bisa mengubah keadaan.

Bahkan, kadang kita juga ngerasa marah sama diri sendiri, kayak "Kenapa gak lebih sering habisin waktu bareng mereka?" Itu semua adalah cara kita untuk melepaskan emosi yang terpendam.

Tapi, jangan biarkan kemarahan itu menguasai hidup kamu, ya. Bisa jadi perasaan ini bikin kita ngerasa down, tapi jangan sampai kita terjebak lama di sana.

Cobalah untuk memberi diri kamu waktu buat merasakan semuanya, tanpa terlalu keras pada diri sendiri.

Baca Juga: Bagaimana Jika Kamu Berhenti Minum Kopi Selama 14 Hari? Perjalanan Berat yang Penuh Manfaat

3. Tawar-Menawar: “Kalau Aku Bisa... Mereka Masih Ada Kan?”

Fase selanjutnya yang mungkin kamu rasain adalah bargaining atau tawar-menawar.

Di fase ini, kita sering banget mikir “Kalau aku bisa ngelakuin ini, mungkin mereka masih ada, deh.”

Misalnya aja, "Kalau aku lebih baik lagi, kalau aku lebih banyak berdoa, mungkin mereka bisa kembali."

Tapi, kenyataannya ini cuma fase di mana kita mencoba untuk mengontrol hal yang sebenarnya gak bisa kita ubah.

Pikiran kayak ini bisa nambahin rasa sedih, karena kita merasa gak berdaya dan ngasih diri kita harapan yang palsu.

Jangan terlalu nyalahin diri sendiri, ya. Kamu gak bisa mengubah apa yang sudah terjadi.

4. Depresi: “Aku Gak Tahu Harus Gimana Lagi”

Saat kamu mulai merasa hampa dan kehilangan arah, itu berarti kamu lagi ada di fase depresi. Semua serba terasa gelap dan berat.

Kamu mungkin merasa kehilangan semangat dan kadang gak tahu lagi harus ngapain. Pikiran kayak "Kenapa harus ada hari esok?" bisa muncul, dan itu sering banget terjadi di fase ini.

Kita jadi ngerasa sendirian, bahkan meskipun ada teman-teman atau keluarga di sekitar kita. Perasaan ini bisa bikin kita takut untuk berbagi, tapi coba deh ingat, bahwa berduka adalah hal yang normal.

Jangan takut buat ngomongin perasaan kamu, atau minta dukungan dari teman atau orang yang kamu percayai. Bahkan, ngobrol dengan seorang profesional bisa banget membantu kamu melewati fase ini dengan lebih mudah.

Jangan biarkan diri kamu terjebak dalam rasa sedih tanpa ujung. Semua orang berproses dengan cara mereka masing-masing, dan itu gak ada yang salah!

5. Penerimaan: “Aku Bisa Terus Jalan, Meski Tanpa Mereka”

Setelah melewati fase-fase berat itu, akhirnya kamu sampai di tahap penerimaan.

Gak berarti kamu bakal lupa sama orang yang sudah meninggal, tapi lebih ke menerima kenyataan bahwa mereka sudah gak ada.

Ini adalah titik di mana kamu mulai bisa menerima kenyataan, meski dengan rasa yang tetap sakit.

Pada fase ini, kamu mungkin merasa lebih tenang.

Kamu bisa mulai melanjutkan hidup, sambil membawa kenangan dan pelajaran yang diberikan oleh orang yang sudah pergi.

Buat Gen Z, ini juga bisa jadi saat yang tepat buat melakukan hal-hal yang bisa mengenang mereka, misalnya dengan berbagi cerita atau bahkan membuat sesuatu yang spesial sebagai penghormatan untuk mereka.

Baca Juga: Free Diving dan Kesehatan Mental, Terapi Alam yang Menenangkan

Proses berduka setelah kehilangan keluarga yang tersayang itu nggak mudah, dan gak ada waktu yang pasti untuk kapan kita bisa merasa baik-baik aja lagi.

Setiap orang punya cara yang berbeda buat melewati rasa sakit ini, dan gak ada cara yang salah.

Yang penting, ingat bahwa kamu gak sendirian. Walaupun perasaan itu berat, fase-fase berduka yang kamu alami adalah proses alami yang bakal bantu kamu menerima kenyataan.

Kalau kamu merasa kesulitan, jangan ragu buat cari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional.

Yang paling penting, beri waktu untuk dirimu sendiri buat merasakan semua emosi itu, dan tahu bahwa akhirnya kamu akan menemukan cara untuk melanjutkan hidup meskipun dengan kehilangan yang mendalam. (mal)

Photo
Photo
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#depresi #kehilangan #denial