Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mitos dan Fakta Ilmiah Seputar Manfaat Teh Hijau dan Cara Konsumsinya yang Tepat

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 4 Mei 2025 | 15:09 WIB
Ilustrasi Mitos dan Fakta Seputar Manfaat Teh Hijau
Ilustrasi Mitos dan Fakta Seputar Manfaat Teh Hijau

Trenggaleknjenggelek - Teh hijau dikenal luas sebagai minuman alami yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. 

Dari menurunkan berat badan hingga melawan radikal bebas, teh hijau kerap dianggap sebagai solusi instan bagi banyak masalah tubuh. 

Namun di balik popularitasnya, terdapat sejumlah klaim yang ternyata hanyalah mitos. 

Untuk mendapatkan manfaat teh hijau secara maksimal, penting untuk memahami perbedaan antara fakta dan asumsi yang keliru, sekaligus mengetahui cara minum teh hijau yang benar.

Salah satu mitos yang paling sering beredar adalah anggapan bahwa teh hijau mampu membakar lemak tubuh secara instan. 

Faktanya, meskipun teh hijau mengandung katekin dan kafein yang dapat meningkatkan metabolisme, efeknya sangat kecil jika tidak dibarengi dengan defisit kalori dan aktivitas fisik. 

Menurut Dr. Sarah Johnson, ahli gizi dari University of Cambridge, teh hijau memang mendukung proses pembakaran lemak, namun bukanlah solusi utama untuk menurunkan berat badan. 

Karena itu, teh hijau sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai satu-satunya upaya menurunkan berat badan.

Klaim lain yang tak kalah populer adalah bahwa teh hijau bisa mencegah hampir semua jenis penyakit. 

Memang benar, teh hijau kaya akan antioksidan seperti EGCG yang berperan melawan radikal bebas, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. 

Namun, para pakar menekankan bahwa manfaat ini hanya bisa dirasakan jika dikombinasikan dengan pola makan bergizi dan gaya hidup aktif. 

Dr. Michael Lee dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa teh hijau bukanlah obat mujarab, melainkan bagian kecil dari strategi kesehatan menyeluruh.

Selain itu, banyak orang tidak menyadari bahwa kualitas teh hijau sangat bervariasi. 

Tidak semua jenis teh hijau memiliki kandungan gizi yang sama. 

Teh matcha, misalnya, memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi karena seluruh daun teh dikonsumsi.

Sementara itu, teh hijau dalam kemasan atau yang mengandung tambahan gula justru bisa mengurangi manfaatnya. 

Oleh karena itu, memilih teh hijau organik atau bubuk matcha tanpa tambahan pemanis lebih disarankan untuk mendukung kesehatan tubuh.

Meski dikenal aman, konsumsi teh hijau secara berlebihan juga tidak dianjurkan. 

Efek samping seperti gangguan pencernaan, gangguan tidur, hingga risiko kerusakan hati akibat kelebihan katekin bisa terjadi bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyarankan konsumsi maksimal teh hijau setara dengan 800 mg katekin per hari, atau sekitar 3 hingga 4 cangkir.

Konsumsi di malam hari sebaiknya dihindari karena kandungan kafein dalam teh hijau bisa mengganggu kualitas tidur.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menganggap teh hijau dapat menggantikan fungsi olahraga. 

Padahal, aktivitas fisik tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kebugaran dan berat badan ideal. 

Meskipun teh hijau membantu proses pembakaran kalori, manfaatnya sangat terbatas bila tidak disertai dengan olahraga rutin dan pengaturan pola makan. 

Dr. Johnson menegaskan, teh hijau hanya berperan sebagai pendukung, bukan pengganti olahraga.

Selain manfaat-manfaat yang telah disebutkan, teh hijau juga terbukti mampu meningkatkan fungsi otak berkat kombinasi antara kafein dan L-theanine. 

Kandungan ini mampu membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi, menjadikannya pilihan minuman yang tepat untuk memulai hari. 

Di samping itu, antioksidan dalam teh hijau juga dipercaya dapat melindungi kulit dari penuaan dini, serta memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Agar manfaat teh hijau lebih optimal, penting untuk memperhatikan cara penyajiannya. 

Teh hijau sebaiknya diseduh dengan air hangat bersuhu 80 hingga 85 derajat Celsius untuk menjaga kandungan nutrisinya. 

Penggunaan pemanis tambahan seperti gula sebaiknya dihindari, dan jika ingin rasa manis, madu bisa dijadikan alternatif dalam jumlah kecil. 

Waktu terbaik untuk mengonsumsi teh hijau adalah di pagi atau siang hari, sehingga tidak mengganggu waktu tidur di malam hari.

Kesimpulannya, manfaat teh hijau memang nyata, tetapi tidak seajaib yang sering diberitakan.

Banyak mitos teh hijau yang perlu diluruskan agar konsumsinya tidak menimbulkan harapan berlebih atau bahkan efek negatif. 

Dengan cara minum teh hijau yang benar serta didukung oleh pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, teh hijau bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehat yang bermanfaat jangka panjang. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#manfaat #mitos #teh hijau #fakta