Trenggaleknjenggelek - Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan serius yang memengaruhi sekitar 10 persen populasi global.
Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi gagal ginjal.
Menurut data dari National Institutes of Health, lebih dari 37 juta orang dewasa di Amerika Serikat hidup dengan PGK.
Ironisnya, banyak di antaranya tidak menyadari karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Seiring waktu, penurunan fungsi ginjal akan menyebabkan tubuh kesulitan menyaring darah, membuang kelebihan cairan dan garam, hingga akhirnya menimbulkan pembengkakan atau edema.
Oleh karena itu, menjaga tekanan darah dan kadar gula tetap stabil menjadi kunci utama dalam mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis.
Pola makan sehat juga memainkan peran penting. Selain menjaga berat badan ideal, pemilihan sumber protein yang tepat sangat penting, terutama bagi penderita PGK.
Salah satu jenis makanan yang sering menjadi pertimbangan adalah ikan.
Penelitian dari University of New South Wales, Australia, yang dikutip oleh Medical News Today, menunjukkan bahwa omega-3 dalam ikan laut mampu melindungi fungsi ginjal dan memperlambat kerusakan jangka panjang.
Namun perlu dicatat, konsumsi protein tetap harus dikontrol. “Konsumsi protein tinggi bisa membebani ginjal yang sudah melemah,” tulis National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).
Berikut ini beberapa jenis ikan yang dinilai aman untuk penderita penyakit ginjal kronis—dalam porsi terbatas dan sesuai anjuran dokter:
1. Seabass
Seabass atau kakap laut mengandung omega-3 tinggi dan protein berkualitas.
Dalam satu porsi (85 gram), seabass mengandung 74 mg natrium, 279 mg kalium, 211 mg fosfor, dan 20 gram protein.
Konsumsi tetap harus dibatasi untuk menghindari kerja ginjal yang berlebihan.
2. Salmon
Salmon adalah sumber omega-3, vitamin D, dan protein rendah lemak jenuh.
Kandungan anti-inflamasi dari omega-3 menjadikan salmon pilihan tepat untuk mendukung kesehatan ginjal.
3. Tuna
Tuna rendah kalori dan lemak. Namun, jenis tuna kalengan perlu diwaspadai karena kandungan natriumnya yang cukup tinggi.
Disarankan memilih versi tanpa garam tambahan atau tuna segar.
4. Ikan Nila (Tilapia)
Ikan nila mengandung protein tanpa lemak, tetapi juga memiliki kadar omega-6 yang relatif tinggi.
Konsumsi berlebihan dapat memicu peradangan, sehingga porsinya perlu dijaga.
5. Ikan Kod (Cod)
Ikan kod mengandung omega-3, vitamin, dan mineral. Meski demikian, kadar merkuri dalam ikan ini harus diperhatikan. Konsumsi dalam jumlah wajar tetap aman bagi penderita ginjal.
Mengonsumsi ikan tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat untuk penderita penyakit ginjal kronis.
Namun, pemilihan jenis ikan dan porsinya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum menetapkan menu makanan harian. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri