Trenggaleknjenggelek - Nasi Merupakan Makanan Pokok bagi sebagian besar masyarakat indonesia . Namun , tahukah anda bahwa cara penyajian nasi - panas atau Dingin - ternyata bisa mempengaruhi kadar gizinya ?Belakangan ,nasi dingin disebut sebut lebih sehat karena mangandung " resistand starch " yang lebih tinggi. benarkah demikian ?
Apa itu Resistant Starch ?
Resistant Starch atau pati resisten adalah jenis pati yang tidak mudah dicerna diusus halus dan berperan seperti serat. Saat nasi didinginkan setelah masak ,sebagian dari karbodidratnya berubah menjadi pati resisten.proses ini disebut retrogradasi pati.
" Karena sulit dicerna, resistant starch tidak langsung meningkatkan kadar gula darah.ini membuat nasi dingin lebih baik untuk penderita diabetes dan mereka yang sedang mengatur berat badan", ujar ahli gizi lita paramita .
Nasi panas tetep punya keunggulan
Meski nasi dingin memliki keunggulan dari sisi indeks glikemik yang lebih rendah ,nasi panas tetap disukai karena teksturnya dan rasanya lebih enak. Selain itu ,nasi panas juga lebih higenis jika langsung dikonsumsi setelah masak.
" jika nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang sebelum didinginkan ,bisa jadi kontaminasi bakteri seperti Bacillus careus, yang menyebabkan keracunan makanan .
Kesimpuan
Secara kesehatan ,nasi dingin memang memiliki nilai plus karena kandungan pati resisten yang lebih tinggi .namun ,keamanan dan penyimpanan sangat penting. Jika ingin mendapatkan manfaat dari nasi dingin , lalu dkonsumsi dalam waktu 24jam atau dipanaskan ulang sebelum dimakan.
Jadi , mana yang lebih sehat ?jawabannya tergantung pada kebutuhan anda. Untuk kontrol gula darah dan diet, nasi dingin bisa menjadi pilihan. Tapi untuk kepraktisan dan rasa, nasi panas tetep unggul.(gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung