Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bahaya Minum Air Gunung Tanpa Filter Bagi Pendaki

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 16 Mei 2025 | 01:30 WIB
Ilustrasi pendaki minum air gunung.
Ilustrasi pendaki minum air gunung.

Trenggaleknjenggelek - Mendaki gunung menuntut persiapan matang, bukan hanya soal fisik dan logistik, tetapi juga pemahaman tentang keselamatan, termasuk urusan yang kerap diremehkan pendaki yaitu konsumsi air.

Banyak pendaki pemula menganggap bahwa air gunung pasti aman diminum karena terlihat jernih dan alami.

Sayangnya, anggapan pendaki ini bisa sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan keselamatan pendaki gunung.

Salah langkah dalam memilih dan mengelola sumber air bisa membuat seseorang terpapar bakteri, virus, bahkan logam berat yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan hingga penyakit serius.

Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pendaki antara lain meminum air langsung dari sumber tanpa penyaringan atau perebusan terlebih dulu.

Selain itu, mengambil air dari aliran yang tidak mengalir, dekat jalur hewan, atau area toilet alam juga sangat berisiko karena air bisa tercemar patogen.

Tidak membawa alat filtrasi atau tablet purifikasi dan hanya mengandalkan air mentah di alam menjadi celah besar terhadap kemungkinan terpapar parasit seperti Giardia.

Bahkan wadah air yang tidak bersih atau tidak tertutup rapat pun bisa menjadi sarang kontaminasi dari debu, serangga, atau tanah.

Sumber air yang aman idealnya berasal dari mata air yang jernih, tidak berwarna dan tidak berbau, serta mengalir.

Hindari sumber air yang berada dekat aktivitas manusia, seperti dapur umum atau tempat mencuci.

Tumbuhan air liar yang tumbuh subur dan buih di permukaan air juga bisa menjadi indikator adanya pencemaran.

Jika memungkinkan, ambillah air dari celah batu atau sumber pegunungan yang langsung keluar dari tanah, karena umumnya lebih steril dan aman.

Penting juga untuk membedakan air minum dengan air untuk keperluan lain seperti mencuci atau membilas.

Satu kesalahan fatal lainnya adalah mengandalkan salju atau es sebagai sumber hidrasi tanpa mencairkannya dengan benar, karena selain berisiko membawa kuman, suhu dingin air dapat menyebabkan hipotermia.

Air gunung yang terlihat alami dan bersih belum tentu aman untuk diminum. Pendaki sebaiknya selalu merebus air atau menggunakan filter dan purifier sebelum dikonsumsi.

Pengetahuan dasar tentang sumber air yang layak minum merupakan bagian penting dari teknik survival yang harus dikuasai semua pendaki.

Jangan sampai karena satu tegukan air yang keliru, petualangan di alam justru berubah menjadi bencana. (kho)

Suasana Upacara Sakral Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih yang dilakukan Mitra Grab bersama masyarakat Bali (01/05/2025).
Suasana Upacara Sakral Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih yang dilakukan Mitra Grab bersama masyarakat Bali (01/05/2025).
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#air #PENDAKI #gunung