Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

FOMO di Media Sosial: Mengapa Hidup Orang Lain Selalu Terlihat Lebih Menarik?

Mahsun Nidhom • Minggu, 18 Mei 2025 | 02:00 WIB
Takut ketinggalan momen.
Takut ketinggalan momen.

Trenggaleknjenggelek - Di zaman serba digital ini, kita sering merasa tertekan dan cemas karena merasa ketinggalan sesuatu yang terjadi di sekitar kita.

Salah satu fenomena yang semakin berkembang adalah Fear of Missing Out (FOMO). FOMO adalah perasaan cemas atau takut kehilangan momen penting yang dilakukan oleh orang lain, yang sering kali dipicu oleh media sosial.

Fenomena ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang, terutama generasi muda yang sangat terhubung dengan dunia digital.

Baca Juga: Me Time: Kenapa Kamu Harus Sering Memberi Waktu untuk Diri Sendiri

Apa itu FOMO?

FOMO, atau Fear of Missing Out, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan khawatir atau cemas karena merasa terlewatkan dari pengalaman atau momen yang dianggap penting.

Biasanya, perasaan ini muncul setelah melihat postingan atau cerita di media sosial, di mana kita melihat orang lain sedang melakukan sesuatu yang menarik atau menyenankan.

Hal ini menyebabkan kita merasa tidak terlibat, bahkan bisa mengarah pada perasaan cemas dan tidak puas dengan hidup kita sendiri.

Baca Juga: Catat Harga Bahan Pokok di Trenggalek Sabtu 17 Mei, Semua Tak Berubah

Mengapa FOMO Terjadi?

FOMO muncul karena media sosial memberikan kita gambaran yang seringkali tidak realistis tentang kehidupan orang lain.

Kita cenderung melihat hanya sisi positif kehidupan orang lain, seperti liburan mewah, pencapaian karier, atau momen-momen bahagia lainnya.

Padahal, media sosial tidak menampilkan keseluruhan cerita, hanya potongan-potongan momen terbaik dari kehidupan seseorang.

Ini menciptakan ilusi bahwa orang lain selalu lebih bahagia, lebih sukses, dan lebih puas dengan kehidupan mereka, sementara kita merasa terpinggirkan dan kurang berharga.

Baca Juga: Anda Pecinta Bakso dan Mie Ayam? Ini 4 Tempat Paling Populer di Kecamatan Dongko yang Bikin Ngiler

Dampak Negatif FOMO pada Kesehatan Mental

Perasaan FOMO yang berlarut-larut bisa membawa dampak negatif pada kesehatan mental.

Kita bisa merasa terisolasi, tidak puas dengan diri sendiri, dan bahkan merasa rendah diri. Media sosial sering kali menciptakan perasaan kompetisi.

Di mana kita merasa harus selalu tampil sempurna dan melakukan hal-hal yang lebih baik daripada orang lain.

Akibatnya, kita menghabiskan waktu untuk membandingkan diri dengan orang lain, alih-alih menikmati momen kita sendiri.

Selain itu, FOMO juga bisa mempengaruhi kualitas hubungan sosial. Ketika kita terus-menerus berusaha untuk mengikuti apa yang dilakukan orang lain, kita bisa kehilangan fokus pada hubungan yang benar-benar berarti dan mendalam.

FOMO mendorong kita untuk selalu "terhubung" dengan dunia luar, namun mengabaikan pentingnya waktu berkualitas dengan diri sendiri atau orang terdekat.

FOMO adalah fenomena yang sangat umum terjadi di era digital, terutama dengan berkembangnya media sosial.

Meskipun wajar untuk merasa ingin terhubung dengan orang lain, penting untuk menyadari bahwa kebahagiaan sejati datang dari dalam diri, bukan dari apa yang terlihat di layar ponsel kita.

Dengan mengelola waktu di media sosial dan fokus pada pengalaman pribadi, kita bisa mengurangi dampak FOMO dan menikmati hidup yang lebih sehat secara mental. (sun)

CANTIK: Peserta Festival Rujak Uleg 2025 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
CANTIK: Peserta Festival Rujak Uleg 2025 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
UNIK: Festival Rujak Uleg 2025 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
UNIK: Festival Rujak Uleg 2025 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
KREATIF: Peserta Rujak Uleg 2025 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
KREATIF: Peserta Rujak Uleg 2025 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
ELEGAN: Peserta Festival Rujak Uleg 2025 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
ELEGAN: Peserta Festival Rujak Uleg 2025 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Editor : Mahsun Nidhom
#Fomo adalah #fomo #kesehatan mental