TRENGGALEK NJENGGELEK - Banjir tidak hanya membawa kerusakan fisik, tetapi juga risiko kesehatan yang serius dan mengancam masyarakat.
Setelah banjir surut biasanya berbagai penyakit penyerta bisa muncul akibat lingkungan yang tercemar dan kurangnya akses air bersih.
Baca Juga: Trenggalek Dikepung Bencana, 9 Kecamatan Diterjang Banjir dan Longsor
Berikut beberapa penyakit pasca banjir yang paling umum terjadi:
1. Infeksi Kulit
Kontak langsung dengan air banjir dapat menyebabkan penyakit kulit seperti dermatitis, gatal-gatal, dan infeksi jamur. Luka terbuka juga berisiko terinfeksi.
2. Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan
Air banjir sering terkontaminasi oleh limbah dan kotoran. Mengonsumsi air atau makanan yang tercemar bisa menyebabkan diare akut, kolera, dan infeksi usus lainnya.
Baca Juga: Mengurangi Risiko Banjir: Solusi Jangka Panjang dan Jangka Pendek untuk Masyarakat
3. Leptospirosis (Penularan dari Tikus)
Penyakit ini ditularkan melalui urin tikus yang tercampur dalam air banjir. Gejala awal mirip flu, tetapi bisa berkembang menjadi gagal ginjal atau infeksi hati jika tidak ditangani.
4. Infeksi Pernapasan Akut (ISPA)
Lingkungan lembab dan penurunan kualitas udara meningkatkan risiko ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.
5. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Waspadai peningkatan kasus DBD setelah banjir.
Simak tips mencegah penyakit pasca banjir
1. Gunakan air bersih dan masak makanan hingga matang.
2. Hindari kontak langsung dengan air banjir jika memungkinkan.
3. Gunakan pelindung seperti sepatu bot dan sarung tangan.
4. Bersihkan lingkungan dari genangan air.
5. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala mencurigakan.
Editor : Dharaka R. Perdana