Trenggaleknjenggelek - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn) dan gejala lainnya.
Mengutip dari laman website rspondokindah.co.id, pola makan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala GERD dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Makanan yang Disarankan
- Oatmeal
Sumber serat yang baik dan dapat menyerap asam lambung, membantu mengurangi gejala refluks. - Jahe
Memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu meredakan mual serta mengurangi produksi asam lambung berlebih. - Sayuran Hijau
Seperti brokoli, bayam, dan kale, rendah lemak dan gula, serta membantu mengurangi asam lambung. - Buah-buahan Non-sitrus
Seperti pisang, apel, dan melon, yang tidak asam dan aman untuk lambung. - Protein Rendah Lemak
Seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan tahu, yang mudah dicerna dan tidak memicu produksi asam berlebih.
Baca Juga: 10 Cara Membersihkan Lumpur Sisa Banjir yang Paling Efektif dan Aman, Boleh Dicoba
Makanan yang Harus Dihindari
- Makanan Pedas
Seperti sambal dan cabai, dapat mengiritasi lapisan lambung dan memperburuk gejala GERD. - Makanan Berlemak Tinggi
Seperti gorengan dan daging berlemak, yang memperlambat pencernaan dan meningkatkan risiko refluks. - Cokelat
Mengandung kafein dan stimulan lain yang dapat menyebabkan relaksasi otot sfingter esofagus bawah, memicu refluks. - Minuman Berkafein
Seperti kopi dan teh, yang dapat merangsang produksi asam lambung. - Minuman Berkarbonasi
Seperti soda, yang dapat menyebabkan kembung dan meningkatkan tekanan pada lambung.
Penyakit asam lambung dapat ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterohepatologi atau yang dikenal dengan dokter spesialis gastroenterologi.
Mereka memiliki keahlian khusus dalam mengatasi masalah di saluran pencernaan, termasuk empedu dan hati. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom