Trenggaleknjenggelek - Setiap Idul Adha tiba, aroma daging kambing dan sapi tercium di mana-mana.
Mulai dari sate, gulai, sampai tongseng jadi primadona meja makan. Tapi, ada satu pertanyaan klasik yang selalu muncul: benarkah makan daging kambing bisa bikin darah tinggi?
Jawabannya bisa iya, bisa juga enggak tergantung dari seberapa banyak kamu makan dan cara masaknya.
Kandungan Lemak Bisa Pengaruhi Tekanan Darah
Daging kambing memang mengandung lemak, tapi bukan berarti selalu lebih “jahat” dari daging sapi.
Bahkan, dalam porsi yang sama, daging kambing bisa punya lemak jenuh lebih rendah.
Masalahnya adalah, saat Idul Adha, daging sering dimasak dengan santan, minyak, atau dibakar sampai gosong. Di sinilah risiko darah tinggi mulai mengintai.
Garam dan Bumbu Juga Perlu Diwaspadai
Makanan olahan daging biasanya kaya garam dan penyedap rasa. Kandungan natrium yang tinggi bisa memicu naiknya tekanan darah, terutama buat kamu yang punya riwayat hipertensi atau kolesterol.
Makan Daging Boleh, Asal Tahu Batasnya
Kunci dari semuanya adalah porsi dan keseimbangan. Nggak ada yang melarang kamu menikmati sajian khas kurban. Tapi sebaiknya:
- Jangan makan berlebihan
- Pilih bagian daging yang lebih sedikit lemak
- Kombinasikan dengan sayuran atau buah segar
- Minum cukup air dan hindari minuman manis berlebihan
Jadi, Makan Daging Kambing Aman Nggak?
Aman, asal bijak. Jangan karena momen spesial lalu kamu jadi "balas dendam" makan daging seharian. Dengarkan tubuhmu dan jaga pola makan tetap seimbang. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom