Trenggaleknjenggelek – Di tengah melimpahnya stok daging kurban usai Idul Adha, masyarakat mulai mempertimbangkan pilihan konsumsi daging yang lebih sehat. Berdasarkan data kandungan gizi, daging kambing dinilai lebih sehat dibandingkan daging sapi, terutama karena kandungan lemaknya yang lebih rendah.
Daging kambing diketahui memiliki kandungan lemak total dan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging sapi. Selain itu, zat besi dalam daging kambing juga lebih tinggi, sehingga menjadi pilihan yang baik untuk mencegah anemia, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia.
Sementara itu, dari sisi kandungan protein, kedua jenis daging ini memiliki nilai yang relatif sama. Namun, jumlah kalori dalam 100 gram daging kambing sedikit lebih tinggi dibanding daging sapi. Meski demikian, jumlah tersebut masih dalam batas wajar dan tidak menjadi penghalang untuk dikonsumsi secara bijak.
Berikut perbandingan kandungan gizi antara daging kambing dan sapi:
Protein: relatif sama
Lemak total dan lemak jenuh: lebih rendah pada daging kambing
Zat besi: lebih tinggi pada daging kambing
Kalori: sedikit lebih tinggi pada daging kambing
Dengan komposisi tersebut, daging kambing dapat menjadi alternatif konsumsi yang lebih sehat, khususnya bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau memiliki risiko penyakit kardiovaskular.
Kendati demikian, pakar gizi tetap mengingatkan agar konsumsi kedua jenis daging ini dilakukan secara terbatas, terutama bagi penderita hipertensi, kolesterol tinggi, atau gangguan metabolisme. Cara pengolahan juga turut berpengaruh terhadap dampaknya bagi kesehatan.
Disarankan untuk mengolah daging dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa menggunakan garam dan lemak berlebih, agar manfaat gizi tetap optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan tambahan.(jaz)
Editor : Zaki Jazai