Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kedutan Saat Mulai Tidur Bisa Jadi Hypnic Jerk, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Zaki Jazai • Minggu, 6 Juli 2025 | 23:21 WIB
Tidur yang baik penting untuk kesehatan jantung.
Tidur yang baik penting untuk kesehatan jantung.

Trenggaleknjenggekek – Fenomena kedutan tiba-tiba saat baru mulai tertidur, atau dikenal sebagai hypnic jerk, ternyata umum terjadi dan umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini ditandai dengan sentakan otot secara mendadak yang kerap membuat seseorang terbangun dari tidur.

Menurut para ahli, hypnic jerk terjadi saat tubuh memasuki tahap awal tidur (NREM 1), fase transisi dari keadaan sadar menuju tidur. Meskipun belum diketahui penyebab pastinya, sejumlah faktor diketahui dapat memicu kondisi tersebut.

“Stres, kelelahan fisik, konsumsi kafein sebelum tidur, hingga pola tidur tidak teratur menjadi beberapa penyebab umum munculnya hypnic jerk,” tulis penjelasan dalam berbagai literatur medis yang berhasil dihimpun trenggaleknjenggekek.

Fenomena ini biasanya ditandai dengan sensasi seperti jatuh, gerakan mendadak pada tangan atau kaki, hingga terbangun disertai jantung berdebar. Dalam beberapa kasus, hypnic jerk juga bisa disertai mimpi singkat atau halusinasi ringan.

Meski tidak berbahaya, frekuensi hypnic jerk yang terlalu sering bisa mengganggu kualitas tidur. Karena itu, para ahli menyarankan beberapa langkah pencegahan, seperti menjaga pola tidur yang teratur, menghindari kafein sebelum tidur, dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

Relaksasi sebelum tidur, seperti meditasi atau mandi air hangat, serta membatasi penggunaan gawai 30–60 menit sebelum tidur juga diyakini efektif mengurangi kemunculan hypnic jerk.

Jika hypnic jerk terjadi secara intens, atau disertai gejala lain seperti sleep paralysis atau kejang, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter atau spesialis gangguan tidur.

“Pada umumnya, kondisi ini tidak membutuhkan penanganan medis. Namun bila frekuensinya tinggi hingga mengganggu tidur, sebaiknya diperiksa lebih lanjut,” tulis rekomendasi medis.(jaz) 

 

Editor : Zaki Jazai
#Kedutan #hypnic jerk #tidak berbahaya #tertidur