Trenggaleknjenggelek – Cuaca dingin yang menyelimuti Kabupaten Trenggalek dalam beberapa hari terakhir perlu diwaspadai masyarakat. Fenomena penurunan suhu yang dikenal sebagai bediding ini tidak hanya menimbulkan rasa dingin, namun juga dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, Sunarto, mengingatkan bahwa bediding kerap memicu sejumlah penyakit seperti asma, sinusitis, rhinitis alergi, kulit kering, dan bibir pecah-pecah.
“Apalagi bagi para lansia atau yang memiliki riwayat alergi dingin, bisa memperparah kondisinya. Maka dari itu, penting menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat selama musim bediding,” jelasnya.
Untuk menjaga daya tahan tubuh, ia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta menghindari makanan dan minuman yang bersuhu dingin. Selain itu, warga juga diminta menjaga suhu tubuh tetap hangat dengan mengenakan pakaian tertutup dan nyaman, terutama saat malam hingga pagi hari.
Sunarto menambahkan bahwa bediding merupakan kondisi alamiah yang terjadi saat musim kemarau, ketika suhu udara turun secara drastis pada malam dan dini hari karena minimnya awan di atmosfer.
“Meskipun cuaca cerah di siang hari, tanpa adanya awan, panas dari permukaan bumi cepat hilang ke atmosfer, sehingga suhu malam menjadi sangat dingin,” terangnya.
Dinkes Trenggalek mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan yang berkaitan dengan kondisi ini. Langkah pencegahan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dinilai menjadi kunci untuk tetap bugar selama masa bediding berlangsung.
“Fenomena ini bukan hanya membuat tubuh kedinginan, tapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik,” pungkas Sunarto. (Jaz)
Editor : Zaki Jazai