Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Apakah Diet dan intermittent Fasting cocok untuk Pemula ? Ini Penjelasannya

Gunawan Rdr Tulungagung • Jumat, 18 Juli 2025 | 01:11 WIB

Metode diet intermitten fasting cocok buat anda yang mau memulai aktifias harian
Metode diet intermitten fasting cocok buat anda yang mau memulai aktifias harian
Metode diet intermitten fasting cocok buat anda yang mau memulai aktifias harian
Metode diet intermitten fasting cocok buat anda yang mau memulai aktifias harian

Trenggaleknjenggelek - Gaya hidup sehat kini makin diminati banyak orang, termasuk melalui pola makan yang disebut "diet" atau bahkan metode intermittent fasting (puasa intermiten).

Namun, muncul pertanyaan penting: apakah metode ini cocok untuk pemula?

Memahami Arti Diet dan Intermittent Fasting

Secara umum, diet berarti pola makan yang diatur untuk tujuan tertentu, seperti menurunkan berat badan, menjaga kesehatan, atau membentuk tubuh. Diet bukan sekadar "mengurangi makan", melainkan soal memilih makanan bergizi seimbang, sesuai kebutuhan tubuh.

Sementara itu, intermittent fasting (IF) adalah metode mengatur waktu makan dengan periode puasa dan makan yang teratur, seperti pola 16:8 (puasa 16 jam, makan dalam jendela waktu 8 jam), 5:2 (makan normal 5 hari, batasi kalori 2 hari), atau metode lainnya.

Apakah Aman untuk Pemula?

Menurut banyak ahli gizi, diet dan IF dapat dijalankan oleh pemula, asalkan dilakukan dengan benar dan bertahap. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kenali kondisi tubuh sendiri
    Setiap orang punya kebutuhan kalori, metabolisme, dan riwayat kesehatan yang berbeda. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu, apalagi jika memiliki penyakit tertentu seperti diabetes atau maag.

  2. Mulai dari pola makan sehat dulu
    Sebelum langsung melakukan IF, pemula disarankan untuk mulai memperbaiki pola makan dasar terlebih dahulu. Kurangi makanan olahan, perbanyak sayur dan buah, serta cukupi kebutuhan air.

  3. Lakukan secara bertahap
    Untuk IF, jangan langsung puasa 16 jam jika belum terbiasa. Mulailah dengan 12 jam, lalu naikkan secara bertahap. Dengarkan sinyal tubuh.

  4. Kualitas makanan tetap penting
    Meski dalam jendela makan IF, hindari kalap makan junk food. Fokus pada makanan kaya nutrisi seperti protein, s

Apa Kelebihan dan Risikonya?

Kelebihan:

Risiko jika tidak hati-hati:

Diet dan intermittent fasting bisa menjadi pilihan sehat bagi pemula jika dilakukan dengan edukasi yang tepat dan konsisten. Jangan terpaku pada hasil instan. Fokuslah pada perubahan gaya hidup yang berkelanjutan.

Jika Anda baru memulai, tidak ada salahnya mencoba perlahan sambil mendengarkan tubuh Anda sendiri.

Ingat, kunci dari diet yang berhasil adalah bukan seberapa cepat hasilnya, tetapi seberapa lama Anda bisa memilih yang cocok (gun)

Editor : Gunawan Rdr Tulungagung
#Rendah Lemak #rendah kalori #diet