TRENGGALEKNJENGGELEK - Penyakit hepatitis masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Meski sering dianggap sepele karena gejalanya tidak selalu tampak, hepatitis bisa berkembang menjadi kanker hati apabila tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan memahami risiko penyakit hepatitis sejak dini. Pemahaman sejak dini akan membantu mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Ada lima jenis virus hepatitis, yakni A, B, C, D, dan E.
Di antara semuanya, hepatitis B dan C adalah yang paling berbahaya karena dapat berkembang menjadi penyakit hati kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 10 juta penduduk Indonesia diperkirakan terinfeksi hepatitis B dan C secara kronis.
Sayangnya, banyak yang tidak menyadari karena penyakit ini cenderung tanpa gejala pada tahap awal. Inilah yang membuat hepatitis sering disebut sebagai silent killer.
Banyak penderita baru mengetahui terinfeksi hepatitis setelah menjalani tes darah karena alasan lain, seperti saat donor darah atau sebelum operasi. Oleh karenanya, penting untuk melakukan skrining hepatitis, terutama bagi ibu hamil atau orang yang berisiko tinggi.
Hepatitis bisa menular melalui darah, cairan tubuh, hubungan seksual tidak aman, dan dari ibu ke bayi selama persalinan. Oleh karena itu, pengawasan dan edukasi harus dilakukan.
Salah satu tantangan besar dalam penanggulangan hepatitis adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini dan vaksinasi.
Padahal, hepatitis B bisa dicegah melalui imunisasi, terutama yang diberikan sejak bayi. Program imunisasi hepatitis B saat ini sudah menjadi bagian dari imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak di Indonesia.
Selain vaksinasi, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Tes sederhana untuk mendeteksi hepatitis kini sudah tersedia di banyak fasilitas kesehatan.
Pemerintah daerah juga didorong untuk memperluas akses tes hepatitis secara gratis, terutama untuk kelompok rentan seperti tenaga kesehatan, pengguna narkoba suntik, dan ibu hamil.
Gaya hidup bersih dan sehat menjadi kunci pencegahan utama. Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, pastikan alat medis steril, serta hindari perilaku seksual berisiko.
Makanan dan minuman juga perlu diperhatikan kebersihannya, terutama untuk mencegah hepatitis A dan E yang menular lewat konsumsi makanan terkontaminasi.
Masyarakat juga disarankan tidak menyepelekan gejala seperti mudah lelah, nyeri perut kanan atas, atau kulit dan mata menguning. Meski gejala tersebut bisa disebabkan banyak hal, lebih baik segera memeriksakan diri untuk memastikan kondisi kesehatan hati.
Jika sudah terdiagnosis hepatitis, pengobatan bisa dilakukan untuk mengendalikan virus dan mencegah kerusakan hati. Obat antivirus untuk hepatitis B dan C kini tersedia dan terbukti efektif jika diberikan secara rutin sesuai anjuran dokter.
Menjaga kesehatan hati berarti menjaga kualitas hidup secara penuh. Dengan mewaspadai hepatitis sejak sekarang, risiko berkembangnya penyakit serius seperti kanker hati bisa ditekan.
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani