Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kemarau Basah Picu Beragam Penyakit Karena Imunitas Turun, Ini Jenis Penyakit yang Membayangi

Dharaka R. Perdana • Minggu, 3 Agustus 2025 | 05:53 WIB

Kemarau basah bisa menimbulkan beragam penyakit karena daya tahan tubuh menurun. (BENZOIX/FREEPIK)
Kemarau basah bisa menimbulkan beragam penyakit karena daya tahan tubuh menurun. (BENZOIX/FREEPIK)

TRENGGALEKJENGGELEK - Fenomena kemarau basah yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat.

Cuaca yang tidak menentu, ditambah kelembapan udara tinggi serta curah hujan yang tetap turun meski di musim kemarau, menciptakan lingkungan yang kurang ideal bagi daya tahan tubuh manusia saat kemarau basah.

Baca Juga: Kemarau Basah Bikin Hujan Deras di Trenggalek, Ternyata Ini Pemicunya

Para ahli kesehatan mengingatkan, kondisi ini dapat memicu penurunan imunitas tubuh. Tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi dengan perubahan suhu ekstrem yakni udara panas namun lembap yang menyebabkan stres fisik.

Di sisi lain, minimnya paparan sinar matahari akibat mendung atau hujan terus-menerus dapat menurunkan produksi vitamin D, yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh.

Baca Juga: Was-was Masuki Musim Kemarau, Bulog Trenggalek Pastikan Stok Aman Hingga Beberapa Bulan ke Depan 

“Kelembapan tinggi mempercepat pertumbuhan jamur, bakteri, dan virus, terutama di lingkungan rumah dan tempat kerja yang kurang ventilasi,” ujar praktisi kesehatan dr Ayyesha Yuanita.

Dia melanjutkan, kemarau basah juga memicu lonjakan kasus penyakit menular. Genangan air yang terbentuk setelah hujan menjadi sarang sempurna bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Baca Juga: Jaga Daya Tahan Tubuh saat Bediding, Warga Trenggalek Harus Waspada pada Beberapa Penyakit

Akibatnya, risiko penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat tajam. "Yang pasti tetap mewaspadai munculnya DBD," tambahnya.

Dokter yang bertugas di Puskesmas Karangan ini mengingatkan, selain DBD, sejumlah penyakit lain yang patut diwaspadai selama kemarau basah.

Baca Juga: Manfaat Konsumsi Cuka Apel Bagi Tubuh : Dari Pencernaan Hingga Imunitas

Seperti Leptospirosis, ISPA, Asma, dan Rhinitis Alergi. Bahkan juga bisa terjadi diare dan keracunan makanan

Bagaimana cara menjaga kesehatan di musim kemarau basah? Masyarakat diimbau untuk menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga rutin, tidur cukup (7-8 jam per hari), memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta minum air putih setidaknya dua liter per hari.

Menggunakan masker saat berada di luar rumah juga direkomendasikan untuk menghindari paparan partikel penyebab iritasi atau infeksi.

“Tubuh yang sehat adalah pertahanan pertama terhadap infeksi. Jika imun kuat, risiko terserang penyakit bisa ditekan,” terang wanita ramah ini.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan. Jangan biarkan air menggenang, bersihkan sampah dan debu secara rutin, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Lingkungan bersih mampu menekan penyebaran penyakit seperti DBD, diare, dan ISPA secara signifikan.

TERUS BERKARYA: Drs. H. Imam Ghazali, M.M., (kanan) bersama penerima penghargaan kelompok organisasi.
TERUS BERKARYA: Drs. H. Imam Ghazali, M.M., (kanan) bersama penerima penghargaan kelompok organisasi.
KOLABORATIF: Lembaga Dakwah FIAD aktif membangun sinergi lintas komunitas, baik dengan kalangan muda, lembaga pendidikan, maupun organisasi sosial.
KOLABORATIF: Lembaga Dakwah FIAD aktif membangun sinergi lintas komunitas, baik dengan kalangan muda, lembaga pendidikan, maupun organisasi sosial.
Editor : Dharaka R. Perdana
#kemarau basah #Imunitas Tubuh #curah hujan